Stop Salah Beli! Ini Beda Olive Oil Biasa & Extra Virgin Olive Oil

sumber gambar: Pixabay via pexels
Pernah bingung saat berdiri di lorong supermarket, di depan jejeran botol bertuliskan "Olive Oil" dan "Extra Virgin Olive Oil"? Kelihatannya sama, tapi harganya kok beda jauh? Nah, ternyata, perbedaan di antara keduanya ini fundamental banget, lho, terutama kalau bicara soal kualitas dan manfaat olive oil buat kesehatan!
Perbedaan utamanya terletak pada proses pembuatannya. Coba bayangkan!
EVOO: Sang Juara Tanpa Pemanasan
Extra Virgin Olive Oil (EVOO) adalah bintangnya di antara semua jenis minyak olive oil. Kenapa? Karena prosesnya paling minim intervensi. EVOO didapatkan hanya dari perasan pertama buah zaitun segar (disebut cold pressing), tanpa melibatkan panas tinggi atau bahan kimia tambahan.
Proses "dingin" ini yang bikin EVOO jadi minyak yang paling murni. Semua kandungan alaminya, termasuk antioksidan dan nutrisi baik (seperti polifenol), tetap terjaga utuh. Inilah alasan kenapa EVOO punya warna hijau pekat, aroma buah zaitun yang kuat, dan rasa khas yang kadang sedikit getir atau pedas di tenggorokan—itu tandanya kandungan antioksidannya tinggi! EVOO ini paling cocok buat dikonsumsi mentah, seperti dressing salad, cocolan roti, atau finishing touch masakan.
Olive Oil Biasa: Hasil Olahan yang Lebih Ringan
Lalu bagaimana dengan Olive Oil biasa (atau sering juga berlabel Pure atau Light Olive Oil)?
Minyak jenis ini biasanya sudah melalui proses penyaringan dan pemurnian (refining) dengan panas. Tujuannya agar rasanya lebih netral, warnanya lebih terang, dan titik asapnya lebih tinggi (cocok buat menumis).
Sayangnya, proses pemurnian ini menghilangkan sebagian besar antioksidan, nutrisi, dan rasa khas buah zaitun yang ada di EVOO. Olive oil biasa masih mengandung lemak sehat, tetapi kadar antioksidan dan manfaat extra virgin olive oil yang dikandungnya jauh lebih rendah. Minyak ini adalah pilihan yang lebih ekonomis untuk kebutuhan memasak suhu menengah.
Pilihan Cerdas untuk Kesehatan
sumber gambar: zeljkosantrac via iStock
Jadi, intinya begini: jika tujuannya adalah mendapatkan manfaat olive oil semaksimal mungkin, seperti melindungi kesehatan jantung dan menangkal radikal bebas, pilihlah Extra Virgin Olive Oil. Minyak ini adalah sumber lemak sehat terbaik yang bisa disajikan "mentah" di meja makanmu.
Kalau butuh minyak untuk menumis sayur sehari-hari, olive oil biasa sudah memadai, meskipun dengan profil nutrisi yang lebih rendah. Dengan memahami perbedaannya, sekarang kita bisa lebih cerdas memilih minyak yang paling sesuai kebutuhan, baik untuk masakan maupun investasi jangka panjang bagi kesehatan.






