Misteri Treat! Kenapa Halloween Identik Permen dan Cokelat?

sumber gambar: Kristina Paukshtite via pexels
Ketika malam 31 Oktober tiba, satu pemandangan tak terpisahkan: anak-anak berkostum seram tapi lucu, membawa wadah labu, dan meneriakkan "Trick or Treat!" di depan pintu rumah. Tentu saja, hadiah utama yang mereka harapkan adalah permen dan cokelat. Tapi, pernahkah terpikir, mengapa tradisi yang berawal dari ritual kuno ini berakhir begitu manis dan identik dengan cemilan?
Jawabannya terbentang dalam sejarah panjang yang menarik, jauh sebelum label fun size diciptakan.
Dari Kue Jiwa ke Permen Bungkusan
Jauh di Abad Pertengahan, asal-usul "treat" bukanlah permen atau cokelat sama sekali, melainkan kue! Tradisi ini dikenal sebagai Souling. Saat perayaan All Soul's Day (sehari setelah Halloween), orang miskin dan anak-anak akan berkeliling meminta makanan, dan sebagai imbalan, mereka berjanji mendoakan jiwa-jiwa kerabat tuan rumah agar cepat masuk surga. Suguhannya saat itu adalah Soul Cake (kue jiwa).
Seiring waktu, tradisi ini dibawa oleh imigran Eropa ke Amerika. Awalnya, anak-anak yang ber-trick-or-treat masih sering mendapat treat berupa buah, kacang-kacangan, mainan kecil, atau bahkan koin.
sumber gambar: Yaroslav Shuraev via pexels
Peran Pabrik yang Mengubah Segalanya
Lalu, bagaimana permen Halloween bisa mengambil alih? Jawabannya ada pada pertengahan abad ke-20.
Setelah Perang Dunia II, perayaan Halloween di Amerika menjadi ajang kenakalan remaja yang terkadang berlebihan. Untuk mengarahkan energi remaja ke kegiatan yang lebih terorganisir, istilah "Trick or Treat" dipopulerkan agar anak-anak lebih memilih "treat" (suguhan) daripada melakukan "trick" (kenakalan).
Pada saat yang sama, industri permen dan cokelat melihat peluang besar. Produsen mulai memproduksi permen dalam jumlah besar, berukuran kecil (fun size), dan dibungkus individual. Kemasan individual ini menjadi solusi sempurna:
-
Aman: Orang tua merasa lebih tenang karena permennya tersegel rapi.
-
Murah & Praktis: Tuan rumah bisa membelinya dalam jumlah banyak dan mudah dibagikan tanpa perlu membuat kue sendiri.
Kemudahan inilah yang membuat permen dan cokelat melibas semua suguhan tradisional lainnya. Pada tahun 1970-an, permen bungkus sudah dianggap sebagai hadiah standar dan wajib untuk trick-or-treaters.
Momen Puncak Penjualan Cokelat
sumber gambar: Karola G via pexels
Hingga hari ini, tradisi permen Halloween terus hidup, menjadikannya salah satu hari raya dengan penjualan permen tertinggi di dunia. Bayangkan, jutaan kilogram cokelat dan permen dijual hanya untuk memenuhi tas labu di malam 31 Oktober!
Jadi, ketika mendengar seruan trick or treat, itu bukan hanya permintaan permen biasa. Itu adalah hasil evolusi ribuan tahun dari ritual mendoakan roh hingga momen termanis yang didukung oleh kepraktisan dan kejeniusan pemasaran.
Siap merayakan Halloween dengan stok treat terbaik? Jangan sampai kehabisan koleksi cokelat dan permen spesial Halloween kami!






