Walkman mengutamakan teknologi dan material
Pemutar musik premium adalah perangkat portabel yang mengutamakan mutu suara dan pengalaman mendengarkan khusus, bukan sekadar akses cepat ke koleksi lagu digital. Sony menghidupkan kembali nama Walkman lewat tiga model yang menempatkan kualitas audio sebagai daya tarik utama, dengan Sony Walkman flagship NW-WM1ZM3 sebagai pilihan paling mewah. Harganya mencapai Rp106,22 juta, sementara model NW-WM1AM3 dan NW-ZX900 dibanderol masing-masing Rp54 juta dan Rp34,2 juta. Untuk model teratas, Sony memakai rangka tembaga bebas oksigen berlapis emas dan sekrup berlapis emas. Perusahaan mengaitkan rancangan itu dengan bass yang kuat, panggung suara luas, dan nada tinggi yang halus. Ketiga perangkat membawa DSD Remastering Engine yang diperbarui, pemrosesan berbantuan AI untuk musik berkompresi, serta sistem operasi Android. Paket ini lebih masuk akal bagi pemutar musik audiophile yang sudah memiliki headphone kelas atas; tanpa perangkat pendamping dan sumber musik yang baik, keunggulannya sulit dinikmati sepenuhnya.

Perbandingan spesifikasi: perangkat jadi versus konsep
Di atas kertas, Walkman menang telak dalam hal spesifikasi yang sudah diumumkan. ENSA P1 kartrid cakram justru menawarkan pengalaman memilih album yang lebih terasa fisik, tetapi masih sebatas konsep rancangan, bukan produk yang tersedia untuk dibeli. Karena itu, perbandingan ini bukan pertarungan dua pemutar siap pakai: satu punya rincian teknis dan harga, sedangkan yang lain menjual gagasan desain.
| Aspek | Sony Walkman flagship NW-WM1ZM3 | ENSA P1 |
|---|---|---|
| Layar | 5,5 inci, 1080p | Layar kecil di sisi untuk informasi lagu |
| Daya tahan | Klaim hingga 31 jam streaming atau 35 jam pemutaran lokal | Belum ada data baterai |
| Media dan desain | Rangka tembaga bebas oksigen berlapis emas | Kartrid C-NAND solid-state berbentuk cakram; satu kartrid menyimpan satu album |
| Sistem dan harga | Android; Rp106,22 juta | Belum ada informasi kapasitas, DAC, codec, keluaran audio, atau harga |
Keunggulan ENSA bukan mekanisme CD sungguhan: tidak ada cakram berputar atau laser. Kartrid menyimpan musik secara digital, sementara jendela tengah memperlihatkan media dan visualizer ritme menguatkan nuansa pemutar lawas. Ide itu menarik bagi pendengar yang ingin memilih satu album dan memutarnya utuh, bukan berpindah-pindah lagu.

Pilih sesuai cara Anda mendengarkan
Walkman adalah pilihan nyata bagi pendengar yang ingin memakai layanan musik kompatibel atau memutar koleksi lokal dengan pemrosesan audio khusus. Layanan seperti Spotify dan Apple Music menyediakan opsi streaming atau unduhan audio digital hi-res, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada sumber musik, pengaturan, dan perangkat audio. ENSA P1 lebih menggoda sebagai gagasan desain: kartrid album dapat memberi koleksi digital bentuk dan ritual yang terasa lebih personal. Namun, sampai spesifikasi dan ketersediaannya diumumkan, ia belum bisa dinilai sebagai alternatif praktis.
- Buy if: pilih Walkman jika Anda menginginkan pemutar yang sudah memiliki spesifikasi jelas, layar 5,5 inci pada model kelas atas, serta klaim baterai hingga 35 jam untuk musik lokal.






