Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pariwisata Berau Disiapkan Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Pariwisata Berau Disiapkan Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah
Minat|Destinasi Luar Negeri

Dari Seremonial HUT ke Keputusan Strategis: Mengganti Mesin Ekonomi Berau

Kabupaten Berau menjadikan sektor pariwisata Berau sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan pembangunan berkelanjutan, memanfaatkan momentum hari jadi ke-73 sebagai titik balik untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya ekstraktif dan menguatkan ekonomi daerah berkelanjutan berbasis jasa, kreativitas, dan pelestarian lingkungan.

Keputusan menjadikan pariwisata sebagai tumpuan baru bukan muncul di ruang hampa. Dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216, pemerintah daerah menegaskan komitmen membawa Berau menjadi daerah yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera. Sehari setelahnya, pada puncak upacara di lapangan GOR Pemuda, Bupati Sri Juniarsih Mas berbicara lebih lugas: “Kita akan beralih dari sumber daya yang lain kepada pariwisata.” Kalimat ini bukan sekadar slogan ulang tahun, melainkan sinyal kuat perubahan orientasi ekonomi. Tantangannya, apakah pergeseran ini akan benar-benar mendorong kesejahteraan warga atau berhenti sebagai narasi seremonial.

Pariwisata Berau Disiapkan Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Visi 2025–2030: Pariwisata sebagai Poros Ekonomi Daerah Berkelanjutan

Arah baru ini tertanam dalam visi pembangunan Berau periode 2025–2030: berkelanjutan, makmur, dan sejahtera. Artinya, pariwisata tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi penghubung antar sektor. Pemerintah daerah secara terbuka menyebut transformasi ekonomi akan ditempuh dengan memperkuat sektor-sektor potensial sebagai sumber pertumbuhan baru, dan pariwisata ditempatkan sebagai sektor strategis utama. Ini adalah langkah berani: menggeser fokus dari komoditas mentah ke jasa wisata bernilai tambah.

Strategi ini terlihat dari cara pengembangan pariwisata dipadukan dengan UMKM, ekonomi kreatif, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Komoditas kakao, misalnya, bukan lagi sekadar produk ekspor 23 ton pada 2023–2025 dan 11,5 ton pada 2026, tetapi berpotensi diolah menjadi bagian dari pengalaman wisata: tur kebun, produk cokelat lokal, hingga festival kuliner. Jika konsisten, pariwisata bisa menjadi etalase ekonomi daerah berkelanjutan yang mengangkat berbagai komoditas lokal, bukan menggantikannya.

Infrastruktur, Layanan Publik, dan SDM: Fondasi Strategi Pariwisata Lokal

Pariwisata hanya menggerakkan ekonomi jika didukung konektivitas, layanan publik, dan SDM yang siap. Di sinilah strategi pariwisata lokal Berau mulai terlihat realistis. Pemerintah mengarahkan pembangunan infrastruktur untuk membuka akses wilayah dan memperlancar mobilitas orang serta distribusi barang dan jasa. Pembangunan jembatan di wilayah hulu Kelay, kawasan pesisir, hingga dermaga Teluk Sulaiman bukan sekadar proyek fisik; ini adalah prasyarat logistik bagi pariwisata Berau yang tersebar di darat dan pesisir.

Di sisi manusia, Bupati menegaskan, “Kita akan mengembangkan SDM untuk dapat mengelola pariwisata yang dimiliki Kabupaten Berau.” Ini sejalan dengan misi peningkatan kualitas SDM, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ekonomi kreatif. Program seperti bantuan angkutan pelajar dan mahasiswa, pembebasan biaya masuk TK, SD, SMP, layanan BPHTB gratis bagi warga tidak mampu, Trans Berau, hingga rencana Berau Creative Hub sebenarnya adalah investasi sosial yang bisa memperluas basis pelaku pariwisata: dari sopir lokal, pelaku UMKM, sampai kreator konten wisata.

Menjaga Alam Sambil Tumbuh: Paradox Pariwisata dan Lingkungan

Ambisi pariwisata tidak bisa dilepaskan dari krisis lingkungan yang dihadapi Berau. Di tengah agenda pembangunan, daerah ini berhadapan dengan kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan, dengan catatan hotspot sempat mencapai 779 titik sebelum turun menjadi 50 titik. Dalam konteks ini, pariwisata berkelanjutan bukan pilihan, melainkan satu-satunya jalan masuk akal. Bupati mengingatkan, yang dijaga bukan hanya hutan dan lahan, tapi juga udara, kesehatan keluarga, aktivitas ekonomi, dan masa depan anak-anak. Ini adalah pengakuan bahwa ekonomi dan ekologi saling terkait langsung.

Namun, pernyataan ini harus diterjemahkan menjadi standar operasional: pembatasan pembangunan masif di kawasan sensitif, pengelolaan sampah wisata, hingga pelibatan warga dalam pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar. Jika pariwisata tumbuh tanpa aturan ketat, Berau akan mengulang kesalahan banyak destinasi lain: alam rusak, ekonomi jangka pendek. Strategi pariwisata lokal yang sehat harus menjadikan pelestarian lingkungan sebagai nilai jual utama, bukan sekadar lampiran dokumen perencanaan.

Dari Visi ke Aksi: Syarat agar Pariwisata Benar-Benar Jadi Mesin Baru

Momentum HUT ke-73 telah dipakai Pemkab sebagai refleksi dan penegasan komitmen pembangunan berkelanjutan. Visi sudah jelas: pariwisata sebagai mesin pertumbuhan baru, terhubung dengan UMKM, komoditas lokal, dan pelestarian lingkungan. Tetapi agar ekonomi daerah berkelanjutan ini tidak berhenti di panggung upacara, dibutuhkan tiga hal: disiplin fiskal, efektivitas program, dan kolaborasi lintas aktor. Ketua DPRD menekankan bahwa keterbatasan fiskal harus dijawab dengan efektivitas penggunaan anggaran, bukan perluasan janji.

Ke depan, keberhasilan pariwisata Berau akan diukur bukan dari banyaknya seremoni, tetapi dari beberapa indikator konkret: peningkatan pendapatan warga di sekitar destinasi, bertambahnya usaha lokal hidup dari wisata, kualitas lingkungan yang terjaga, dan keterlibatan warga dalam merancang masa depan daerahnya. Pemerintah sudah mengundang kolaborasi dari DPRD, dunia usaha, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. Jika ajakan ini dijalankan serius, HUT ke-73 bisa tercatat sebagai awal babak baru, ketika pariwisata tidak hanya mempromosikan keindahan Berau, tetapi juga menguatkan martabat dan kemandirian ekonominya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!