Verdik awal: tablet pengganti laptop untuk pelajar dan profesional muda?
Infinix XPAD 30 Pro adalah tablet 11 inci berlayar 2.5K 90Hz, berdesain ultra-tipis 6,6 mm dan berbobot 476 gram, menggunakan chipset Helio G200 Ultimate berfitur AI, baterai 8.200mAh, konektivitas 4G, serta dukungan keyboard dan stylus untuk menyasar pelajar dan profesional muda yang ingin menggantikan laptop mereka dengan perangkat ringan yang tetap mumpuni untuk kerja dan gaming. Dengan harga mulai Rp 3.499.000 untuk varian 4/128GB dan Rp 4.599.000 untuk 8/128GB, XPAD 30 Pro bukan sekadar "tablet buat nonton". Ia ditawarkan sebagai tablet pengganti laptop dengan fitur produktivitas, AI Powered Learning, dan XOS 16 yang sarat multitasking. Secara nilai, klaim sebagai tablet AI terjangkau dan tablet untuk kerja dan gaming cukup masuk akal, tetapi ada syarat: pilih varian memori yang tepat dan pahami batasan kamera, penyimpanan, serta fitur yang belum aktif di model 4GB.
Kelebihan
- Desain tipis 6,6 mm dan bobot ringan 476 gram, nyaman dibawa
- Layar 11 inci 2.5K dengan refresh rate 90Hz, ideal untuk kerja dan hiburan
- Helio G200 Ultimate 6nm dengan fitur AI, cukup solid untuk multitasking dan gaming
- Baterai besar 8.200mAh dengan fast charging 18W dan bypass charging
- Mendukung 4G LTE, X Keyboard 11, dan X Pencil 20 untuk produktivitas mobile
Kekurangan
- Penyimpanan internal hanya 128GB, bergantung pada microSD untuk file besar
- X Pencil 20 dijual terpisah, menambah biaya jika ingin pengalaman penuh
- Kamera 8 MP depan-belakang masih sangat standar, bukan untuk fotografi serius
- Tidak ada fingerprint, reverse charging, NFC, atau audio jack 3,5mm
- Fitur Split Screen di varian 4/128GB baru aktif lewat update OTA di pertengahan–akhir September 2026

Desain, layar 2.5K 90Hz, dan pengalaman visual sehari-hari
Sebagai tablet 11 inci, XPAD 30 Pro terasa jauh lebih portabel daripada kebanyakan rival berukuran serupa. Dimensi 254 x 165,6 x 6,6 mm dan bobot 476 gram membuatnya tidak merepotkan ketika dimasukkan ke tas, dibawa ke kampus, ke kafe, atau digunakan di meja kerja dalam waktu lama. Panel 11 inci 2.5K beresolusi 1600 x 2560 dengan refresh rate 90Hz dan rasio 16:10 memberi ruang lega untuk membaca dokumen, mengerjakan desain ringan, membuka web, menonton film, hingga bermain game. Untuk pembaca PDF dan e-book, ukuran ini mengurangi kebutuhan zoom dan scrolling berlebihan. Sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker Free membantu mengurangi kelelahan mata saat dipakai lama, sementara DTS surround sound menjadikan tablet 2.5K 90Hz ini menyenangkan sebagai layar multimedia utama di rumah maupun ketika bepergian.
| Spesifikasi | Detail | Catatan |
|---|---|---|
| Dimensi & Berat | 254 x 165,6 x 6,6 mm / 476 g | Tipis dan ringan untuk tablet 11 inci |
| Layar | 11" 2.5K, 1600 x 2560, 90Hz, 500 nits TFT LCD | Ruangan kerja visual luas, halus untuk scrolling |
| Audio | Stereo speaker dengan DTS surround | Cukup untuk film dan gaming kasual |
| Konektivitas | WiFi a/b/g/n/ac dual-band, 4G LTE, Nano SIM | Siap dipakai mobile tanpa Wi-Fi |
| Ekstra | TÜV Low Blue Light, Flicker Free | Lebih ramah untuk penggunaan lama |

Performa Helio G200 Ultimate, AI, dan kemampuan gaming
Jantung Infinix XPAD 30 Pro adalah MediaTek Helio G200 Ultimate 6nm dengan konfigurasi octa-core: 2x Cortex-A76 2,2GHz dan 6x Cortex-A55 2,0GHz, dipadukan GPU Mali-G57 MC2 1,1GHz. Infinix mengklaim performanya naik hingga 35,6% dibanding generasi sebelumnya, yang terasa pada perpindahan aplikasi dari browser ke game, ke dokumen, lalu kembali tanpa sering reload. XOS 16.3 berbasis Android 16 membawa fitur Split Screen dan Floating Windows sehingga tablet lebih terasa sebagai perangkat kerja dibanding layar konsumsi konten biasa. Fitur AI Powered Learning ditujukan untuk mahasiswa dan profesional muda, membantu aktivitas belajar dan produktivitas harian. Untuk gaming, XARENA menyediakan Bypass Charging dan Esports Mode, plus optimasi performa. Namun Esports Mode mensyaratkan minimal 6GB RAM fisik; extended RAM tidak dihitung. Artinya, untuk tablet untuk kerja dan gaming yang konsisten, varian 8/128GB jauh lebih masuk akal dibanding 4/128GB.

Baterai, konektivitas 4G, dan fitur produktivitas: seberapa layak jadi pengganti laptop?
Baterai 8.200mAh di dalam bodi setipis 6,6 mm terasa seperti kombinasi yang menarik: daya cukup besar tanpa mengorbankan portabilitas. Dukungan fast charging 18W dan Bypass Charging membantu sesi kerja atau gaming panjang, karena ketika bermain, daya bisa langsung mengalir ke penggunaan tanpa terlalu membebani baterai. Konektivitas 4G LTE dengan Nano SIM membuat tablet pengganti laptop ini tetap online di perjalanan tanpa harus mengandalkan hotspot ponsel. XOS 16 menawarkan multitasking, Split Screen, Floating Windows, serta fitur AI untuk belajar dan produktivitas. Keyboard magnetik X Keyboard 11 dan stylus X Pencil 20 yang sayangnya dijual terpisah, mengubah XPAD 30 Pro menjadi mesin catatan, pengetikan tugas, dan kerja dokumen yang cukup nyaman. Untuk pelajar dan profesional muda yang banyak berkutat dengan materi digital, kombinasi ini membuat XPAD 30 Pro layak disebut sebagai tablet AI terjangkau yang bisa menggantikan laptop entry-level, selama kebutuhan tidak terlalu berat seperti editing video kompleks atau coding intensif.

Kamera, konfigurasi memori, dan kompromi yang perlu diterima
Bagian yang paling terasa komprominya ada di kamera dan memori. XPAD 30 Pro punya kamera belakang 8 MP f/2.0 dengan autofocus dan perekaman hingga 1440p@30fps serta kamera depan 8 MP f/2.0 dengan resolusi video sama. Kualitas ini cukup untuk video call, memindai dokumen, atau foto catatan, tetapi jauh dari standar fotografi serius—tepat dengan klaim bahwa kamera di sini "standar untuk mendukung produktivitas" bukan untuk konten kreator. Memori internal hanya 128GB di kedua varian, meski tersedia slot microSD hingga 1TB. Untuk pengguna yang rajin menyimpan game besar, material desain, atau file kerja video, ketergantungan pada kartu tambahan tidak terhindarkan. Varian 4/128GB juga harus menunggu update OTA untuk mengaktifkan Split Screen di awal pemakaian, dan tidak bisa memanfaatkan Esports Mode secara penuh karena syarat minimal 6GB RAM fisik. Di titik inilah XPAD 30 Pro terasa lebih pas sebagai tablet untuk kerja dan gaming kasual, bukan mesin produksi konten berat.








