Verdict Singkat: Laptop Killer Murah atau Sekadar Tablet Nyaman?
Infinix XPAD 30 Pro adalah tablet kerja gaming berlayar 11 inci 2.5K 90Hz dengan prosesor Helio G200 Ultimate, baterai 8.200mAh, konektivitas 4G, fitur AI terintegrasi, serta dukungan keyboard dan stylus yang dirancang untuk menggantikan sebagian fungsi laptop sehari-hari. Dari pengalaman fitur dan spesifikasi, ini bukan pengganti laptop total, tetapi sangat menarik untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang butuh tablet tipis AI untuk mengetik, multitasking ringan, editing dasar, sekaligus gaming kasual. Di kelas harga sekitar Rp3,4 jutaan untuk 4/128GB dan Rp4,5 jutaan untuk 8/128GB, nilai yang ditawarkan terasa agresif: layar 2.5K 90Hz, bodi 6,6mm, baterai besar, plus koneksi seluler 4G. Kekurangannya? Kamera pas-pasan, penyimpanan mentok 128GB, aksesori stylus X Pencil 20 dijual terpisah, dan tidak ada jack audio 3,5mm. Jadi, ini lebih cocok sebagai tablet utama plus pendamping laptop, bukan pengganti penuh untuk kerja profesional berat.

Desain dan Layar: Tipis, Ringan, dan Nyaman Dibawa
XPAD 30 Pro mencoba memecahkan masalah klasik tablet 11 inci: enak dipakai, tapi sering terasa berat. Dengan dimensi 254 x 165,6 x 6,6mm dan bobot 476 gram, tablet ini terasa cukup ringan untuk dibawa di tas kerja atau ransel kampus tanpa bikin pegal. Bodi 6,6mm membuatnya tampak modern, dan jelas mendukung posisi sebagai tablet tipis AI yang fokus pada portabilitas. Dukungan 4G LTE lewat kartu nano SIM membuatnya bisa tetap online tanpa Wi-Fi, jadi cocok untuk pekerja mobile yang sering berpindah lokasi. Bagian paling memikat ada di layar: panel 11 inci 2.5K (1600 x 2560) dengan refresh rate 90Hz dan rasio 16:10. Navigasi terasa halus, tampilan teks tajam, dan area kerja lega untuk dokumen maupun aplikasi produktivitas. Sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker Free membantu mengurangi kelelahan mata saat dipakai lama, sedangkan audio dengan DTS surround sound membuat pengalaman menonton dan bermain game terasa lebih imersif.
| Spek kunci | Detail |
|---|---|
| Layar | 11 inci, 2.5K (1600 x 2560), 90Hz, TFT LCD, 500 nits (typ) |
| Dimensi & bobot | 254 x 165,6 x 6,6 mm; 476 gram |
| Prosesor | MediaTek Helio G200 Ultimate 6nm, octa-core (2×2,2GHz A76 + 6×2,0GHz A55), GPU Mali-G57 MC2 1,1GHz |
| Memori | Opsi 4/128GB dan 8/128GB; MicroSD hingga 1TB |
| Baterai | 8.200mAh, fast charging 18W, Bypass charging |
| Kamera | Depan 8MP f/2.0; belakang 8MP f/2.0 AF, video hingga 1440p@30fps |
| Konektivitas | 4G LTE, Wi-Fi a/b/g/n/ac dual-band, USB-C, tanpa jack 3,5mm |
| OS | XOS 16.3 berbasis Android 16 |

Performa dan Gaming: Helio G200 Ultimate Cukup untuk Multitasking
Helio G200 Ultimate 6nm dengan big core Cortex-A76 hingga 2,2GHz dan GPU Mali-G57 MC2 adalah otak utama XPAD 30 Pro. Klaimnya, performa meningkat hingga 35,6% dibanding generasi sebelumnya, dan dalam praktik, kombinasi ini terasa cukup untuk tablet kerja gaming kelas menengah. Menjalankan browser, berpindah ke aplikasi game, membuka dokumen, lalu kembali ke browser bisa dilakukan tanpa sering reload aplikasi. XOS 16.3 membawa fitur multitasking seperti Split Screen dan Floating Windows, membuat tablet terasa lebih mirip laptop tipis untuk kerja ringan. Untuk varian 4/128GB, Split Screen akan hadir lewat update OTA sekitar pertengahan hingga akhir September 2026, jadi pengguna awal perlu sedikit bersabar. Di sisi gaming, XARENA hadir dengan Esports Mode dan Bypass Charging yang mengarahkan daya langsung ke perangkat saat bermain agar suhu dan konsumsi baterai lebih stabil. Catatan penting: Esports Mode butuh minimal 6GB RAM fisik, sehingga varian 8/128GB jauh lebih masuk akal bagi gamer.

AI, Produktivitas, dan Baterai: Tablet Serius untuk Belajar dan Kerja
XPAD 30 Pro tidak berhenti di layar dan performa; fitur AI menjadi senjata utama untuk menjadikannya perangkat kerja dan belajar. Infinix mengemasnya dalam AI Powered Learning yang menarget mahasiswa dan profesional muda yang sering berkutat dengan materi digital. AI Writing bisa memeriksa ejaan dan tata bahasa, meringkas teks, memperpanjang tulisan, hingga menyempurnakan gaya seperti Friendly, Professional, atau Concise. Smart Notes menggabungkan AI Writing, AI Art, dan AI Screen Recognition, sedangkan FlashMemo dapat menangkap konten dari layar lewat tombol AI, screenshot, atau perintah suara, lalu membuat judul, ringkasan, dan tag otomatis. "AI Writing dapat membantu melakukan pemeriksaan ejaan dan tata bahasa, meringkas tulisan, memperluas teks, serta menyempurnakan tulisan berdasarkan gaya tertentu". Untuk mobilitas, baterai 8.200mAh dengan fast charging 18W dan Bypass Charging memberi daya tahan seharian untuk kerja dan hiburan, meski sayang tidak mendukung reverse charging dan masih memakai charger 18W yang terasa biasa saja di era sekarang.

Kelebihan, Kekurangan, dan Posisi di Pasar
Kelebihan
- Layar 11 inci 2.5K dengan refresh rate 90Hz, nyaman untuk kerja dan hiburan.
- Bodi tipis 6,6mm dan bobot 476 gram, mudah dibawa.
- Helio G200 Ultimate 6nm cukup kencang untuk multitasking dan gaming kasual.
- Baterai 8.200mAh dengan Bypass Charging, aman untuk sesi gaming panjang.
- Fitur AI untuk belajar dan produktivitas (AI Writing, Smart Notes, FlashMemo).
- Mendukung 4G LTE, X Pencil 20, dan X Keyboard 11 untuk pengalaman seperti laptop.
Kekurangan
- Penyimpanan internal hanya 128GB di semua varian, cepat penuh jika banyak game besar.
- X Pencil 20 dijual terpisah, menambah biaya jika ingin pengalaman penuh.
- Kamera 8MP depan dan belakang tergolong standar, kurang menarik untuk fotografi.
- Tidak ada jack audio 3,5mm dan tidak mendukung reverse charging.
- Esports Mode butuh minimal 6GB RAM fisik, membuat varian 4/128GB kurang ideal bagi gamer berat.
Dengan harga Rp3.499.000 untuk varian 4/128GB dan Rp4.599.000 untuk 8/128GB, XPAD 30 Pro mengisi celah menarik: lebih terjangkau daripada banyak laptop entry-level, tapi jauh lebih fungsional daripada tablet konsumsi konten biasa. XPAD 30 Pro dirancang sebagai perangkat yang bisa menemani aktivitas mulai dari belajar, bekerja, mencatat, menikmati hiburan, hingga gaming. Untuk mahasiswa dan pekerja yang lebih sering mengerjakan dokumen, membaca PDF, rapat online, dan gaming kasual, kombinasi layar 2.5K 90Hz, AI produktivitas, dan koneksi 4G membuatnya tampak sangat menggoda. Namun bagi kreator profesional, pekerja kantoran dengan aplikasi berat, atau gamer kompetitif yang butuh frame rate sangat tinggi, XPAD 30 Pro lebih cocok sebagai perangkat kedua, bukan mesin utama.

Buy if / Skip if
- Buy the Infinix XPAD 30 Pro if Anda mahasiswa atau pelajar yang butuh tablet kerja gaming untuk membaca materi, membuat catatan, dan sesekali bermain game.
- Skip the Infinix XPAD 30 Pro if Anda butuh perangkat utama untuk editing video







