Perayaan yang menempatkan anak dan keluarga
Gebyar PAUD Palu adalah perayaan pendidikan anak usia dini yang memadukan ruang berekspresi bagi anak dengan kesempatan belajar bagi orang tua, sehingga kreativitas dan pengasuhan mendapat perhatian bersama. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, kegiatan ini berlangsung di Sriti Convention Hall, Kota Palu, dengan lomba mewarnai yang melibatkan 1.000 anak taman kanak-kanak dari seluruh kota. Pilihan untuk menggabungkan kegiatan anak dan percakapan orang tua terasa tepat: pendidikan usia dini tidak tumbuh dari aktivitas kelas saja, melainkan juga dari dukungan keluarga. Acara yang digelar Pokja Bunda PAUD Kota Palu bersama IGTKI-PGRI dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini mengusung tema penguatan PAUD berkualitas, peningkatan partisipasi sekolah, dan pengembangan kreativitas anak demi mendukung wajib belajar 13 tahun.

Lomba mewarnai sebagai ruang berekspresi
Lomba mewarnai anak menjadi pusat perhatian dengan skala yang mengesankan: 1.000 siswa TK Palu mengikuti kegiatan secara massal. Nilai acara ini bukan semata jumlah peserta atau hasil gambar yang dibawa pulang. Aktivitas mewarnai memberi anak ruang untuk memilih warna dan mengekspresikan gagasan dengan cara yang sesuai usia mereka. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, pengalaman semacam ini layak dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar hiburan pengisi acara. Gebyar PAUD 2026 juga secara jelas menempatkan pengembangan kreativitas sebagai salah satu tujuan, berdampingan dengan upaya memperkuat mutu PAUD dan meningkatkan partisipasi sekolah. Karena itu, ukuran keberhasilan perayaan seperti ini semestinya mencakup kesempatan anak untuk terlibat dan merasa didukung, bukan hanya kemeriahan di satu hari.
Talkshow parenting melengkapi kegiatan anak
Sementara anak-anak berkegiatan, talkshow parenting memberi orang tua ruang untuk bertanya dan memperoleh pemahaman mengenai pendidikan anak usia dini. Sesi ini menghadirkan Dr. Asia, M.Pd., dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Tengah, bersama Bunda PAUD Kota Palu, Diah Puspita. Perpaduan lomba dan diskusi membuat acara lebih berguna daripada perayaan yang hanya berpusat pada panggung: anak memperoleh ruang kreatif, sedangkan orang tua mendapat kesempatan membahas dukungan yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang dan pembelajaran. Sumber kegiatan menyebut sesi tanya jawab sebagai bagian dari diskusi, sehingga orang tua dapat menyampaikan pertanyaan langsung kepada narasumber. Bentuk interaksi ini penting karena wawasan pengasuhan akan lebih bermakna ketika dapat dikaitkan dengan kebutuhan keluarga sehari-hari.
Mutu PAUD perlu ditopang tenaga pendidik
Pesan paling penting dari Gebyar PAUD Palu adalah bahwa pendidikan berkualitas tidak cukup dibangun dengan gedung dan fasilitas. Diah Puspita menegaskan bahwa kesiapan tenaga pendidik yang berkualitas juga menentukan mutu penyelenggaraan PAUD. Penekanan ini membuat tema acara terasa lebih substantif: kreativitas anak perlu didampingi lingkungan belajar dan pendidik yang mampu mendukungnya, sementara keluarga dan satuan pendidikan perlu berjalan searah. Gebyar PAUD 2026 mempertemukan anak, orang tua, pendidik, dan pemangku kepentingan dalam satu kegiatan, tetapi dampak yang lebih luas bergantung pada dukungan berkelanjutan setelah acara usai. Lomba mewarnai dan talkshow parenting menjadi awal yang menarik; penguatan pendidikan anak usia dini akan terasa nyata ketika perhatian terhadap kompetensi guru, partisipasi sekolah, dan keterlibatan keluarga terus dijaga.






