Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Samudra Pasifik sebagai Jembatan Baru Ekonomi Asia-Pasifik

Samudra Pasifik sebagai Jembatan Baru Ekonomi Asia-Pasifik
Minat|Asia Tenggara

Pasifik sebagai penghubung, bukan batas: inti pesan Prabowo

Pidato Prabowo Subianto di Forum Ekonomi Timur Rusia menempatkan Samudra Pasifik konektivitas sebagai gagasan utama, yakni melihat laut bukan sebagai batas geopolitik, tetapi sebagai jembatan ekonomi yang mampu menyatukan pusat-pusat pertumbuhan di Asia-Pasifik melalui perdagangan, logistik, dan diplomasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan. Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, kota pelabuhan yang ia sebut sebagai “gerbang Pasifik”. Di panggung pleno, ia menegaskan bahwa posisi Vladivostok penting karena berada di tepi Samudra Pasifik yang sama dengan negeri asalnya, sehingga Pasifik seharusnya diperlakukan sebagai penghubung strategis antara dua sisi benua. Kerangka pikir ini jelas: alih-alih terjebak dalam dikotomi blok Barat-Timur, Prabowo ingin mendefinisikan lautan sebagai koridor netral bagi kerja sama ekonomi lintas kekuatan besar.

Samudra Pasifik sebagai Jembatan Baru Ekonomi Asia-Pasifik

Forum Ekonomi Timur sebagai laboratorium strategi Asia-Pasifik

Forum Ekonomi Timur Rusia bukan sekadar ajang seremoni, melainkan laboratorium strategi perdagangan Asia-Pasifik yang sedang mencari arsitektur baru pasca perang Rusia-Ukraina. Forum ini sejak 2015 dirancang untuk menarik investasi ke Timur Jauh Rusia dan memperkuat ekonomi dengan negara-negara Asia-Pasifik, tetapi konteks 2026 membuat misinya jauh lebih politis: Rusia mengalihkan orientasi ekonominya dari Barat ke China, India, Asia Tenggara dan mitra non-Barat lain. "Forum ini dibentuk dengan tujuan utama menarik investasi ke kawasan Timur Jauh Rusia sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia-Pasifik," kata pengamat ekonomi Rusia Elena Teslova. Vladivostok yang menghadap Samudra Pasifik kini diposisikan sebagai simpul dagang menuju pasar China, Korea, Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik lain, menjadikan EEF ke-11 panggung penting untuk menguji model baru konektivitas transportasi, energi, dan logistik lintas samudra.

Konektivitas Pasifik dalam visi kerja sama Indonesia-Rusia

Dalam pidatonya, Prabowo mengartikulasikan kerja sama Indonesia Rusia sebagai agenda konkret yang bertumpu pada konektivitas Samudra Pasifik, bukan sekadar simbol persahabatan historis. Ia menegaskan bahwa laut yang memisahkan Vladivostok dan Jakarta harus dibaca sebagai jalur penghubung melalui rute pelayaran dan penerbangan langsung, yang membuka arus perdagangan, pangan, pupuk, energi, obat-obatan, dan teknologi antara dua ekonomi besar Asia-Pasifik. Tepuk tangan kelima di forum terdengar ketika ia menyerukan pembangunan rute-rute tersebut, pertanda bahwa gagasan konektivitas maritim bukan hanya wacana satu pihak, melainkan kebutuhan bersama. Prabowo juga menyinggung ikatan sejarah lebih dari lima dasawarsa, termasuk dukungan Uni Soviet pada masa awal republik, namun pandangannya jelas berorientasi ke depan: memanfaatkan Timur Jauh Rusia yang kaya sumber daya tetapi jarang penduduk sebagai mitra strategis rantai pasok kawasan.

Diplomasi bebas-aktif dan kalkulasi konektivitas kawasan

Yang membuat pidato Prabowo berbeda adalah keberanian menegaskan garis diplomasi ekonomi kawasan yang bebas-aktif di tengah forum yang sarat geopolitik. Ia menyatakan tidak ingin bergabung dalam aliansi militer mana pun, namun membuka diri untuk kerja sama ekonomi dengan semua kekuatan besar, selama tidak diarahkan untuk melawan kepentingan kelompok lain dan tetap memprioritaskan kepentingan nasional. Sikap ini disambut tepuk tangan kedua, menandakan apresiasi terhadap posisi non-blok yang rasional di era fragmentasi global. Dengan menyebut Samudra Pasifik sebagai penghubung, Prabowo mengirim sinyal bahwa strategi perdagangan Asia-Pasifik bisa dibangun di atas jaringan pelabuhan, koridor transportasi, dan kepercayaan politik, bukan sekadar kalkulasi blok keamanan. Konektivitas, dalam kerangka ini, menjadi alat untuk menyeimbangkan hubungan dengan Rusia, China, dan mitra lain tanpa mengorbankan otonomi kebijakan.

Delapan kali tepuk tangan dan makna politik sebuah pidato

Respons audiens terhadap pidato Prabowo bukan detail sepele: delapan kali tepuk tangan mencerminkan resonansi politik dari setiap pesan yang ia sampaikan. Dari janji membalas keramahan dengan mengundang Vladimir Putin dan peserta forum ke negaranya, penegasan kebijakan bebas-aktif, hingga pengutipan pepatah Rusia "Odin v pole ne voin" yang ia padankan dengan filosofi gotong royong, seluruhnya memperkuat citra dirinya sebagai mitra yang memahami sensitivitas budaya sekaligus kalkulasi strategis. Tepuk tangan kelima atas ajakan membangun kerja sama konkret di bidang pelayaran, penerbangan langsung, perdagangan, dan energi memperlihatkan bahwa gagasan Samudra Pasifik konektivitas bukan retorika kosong, melainkan tawaran agenda kerja bersama. Pada akhirnya, EEF ke-11 terbaca sebagai panggung di mana Prabowo memosisikan Pasifik sebagai jembatan ekonominya, dan dirinya sebagai pemain yang tidak terseret arus polarisasi, tetapi memilih jalur konektivitas yang pragmatis dan kooperatif.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!