Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program EmPOWER PLN Buka Jalan Wirausaha bagi Siswa Disabilitas Jepara

Program EmPOWER PLN Buka Jalan Wirausaha bagi Siswa Disabilitas Jepara
Minat|Kura-kura

Dari bantuan menuju kemandirian ekonomi

EmPOWER adalah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN yang dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat adat serta kelompok rentan. Peresmian program EmPOWER PLN oleh PLN UIK Tanjung Jati B di SLB Negeri 1 Jepara pada Rabu, 4 November 2026, membawa pesan penting: pemberdayaan disabilitas Jepara perlu berujung pada kesempatan mencari nafkah, bukan berhenti pada penyerahan bantuan. Siswa dan alumni penyandang disabilitas dibekali keterampilan, sertifikasi menjahit, dan sarana produksi agar dapat mengembangkan produk serta mengelola usaha sendiri. Arah ini patut dinilai dari hasil yang tercipta—kompetensi yang diakui, produk yang laku, dan usaha yang mampu bertahan—bukan dari banyaknya peralatan yang diserahkan.

SLB Negeri 1 Jepara dipilih karena siswa dan alumninya memiliki hak serta potensi yang setara untuk berkarya, tetapi masih menghadapi hambatan keterampilan, sarana produksi, dan akses pengembangan usaha. Mengatasi hambatan tersebut adalah bagian penting dari inklusi ekonomi: peluang tidak akan setara jika calon pelaku usaha tidak memiliki alat, pelatihan, atau jalan menuju pasar.

Keterampilan dan alat untuk lima bidang usaha

Dukungan PLN mencakup pelatihan dan sertifikasi menjahit serta peralatan produksi untuk lima bidang: menjahit, kerajinan kulit, batik, pertukangan kayu, dan pengolahan makanan. Perlengkapan yang disalurkan antara lain kompor batik keramik, mesin jahit kulit, oven, mesin planer, wood jointer, mesin bubut kayu, kompresor, tandon air berkapasitas 500 liter, serta dukungan transportasi. Nilai keseluruhan bantuan tercatat Rp93.557.349.

Ragam sarana ini memberi peserta kesempatan mencoba beberapa jalur produksi, tetapi alat saja tidak otomatis melahirkan usaha. Pelatihan yang terukur, pendampingan, mutu produk, dan akses pembeli akan menentukan apakah keterampilan dapat menjadi penghasilan. Karena itu, sertifikasi menjahit penting sebagai pengakuan kompetensi, sementara dukungan produksi perlu diikuti pengembangan keterampilan bisnis agar wirausaha penyandang disabilitas punya pijakan lebih kuat.

Ukuran keberhasilan ada pada usaha yang bertahan

PLN menyatakan bahwa program ini ditujukan untuk membantu siswa dan alumni mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk bernilai ekonomi, dan membangun usaha mandiri melalui pengembangan UMKM. Tahap berikutnya semestinya berfokus pada penerapan keterampilan dalam produksi, kesiapan produk untuk dijual, dan tumbuhnya unit usaha yang dikelola secara berkelanjutan. Sasaran itu membuat program ini lebih bermakna daripada bantuan sosial sesaat, tetapi pencapaiannya bergantung pada konsistensi pendampingan dan terbukanya akses pasar.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B Sofwani Anang Ru’yat mengatakan, “Inklusi bukan sekadar bantuan, melainkan pemberdayaan yang mendorong pertumbuhan bersama. Adik-adik di SLB memiliki potensi besar. Tugas kita memastikan mereka punya keterampilan, sarana, dan kesempatan untuk berkarya dan mandiri”. Pernyataan itu menetapkan tolok ukur yang tepat: peserta perlu memperoleh kesempatan nyata untuk menjalankan usaha, bukan hanya menerima fasilitas.

Kesimpulan: ukur dampak dari kemandirian

Program EmPOWER memberi siswa dan alumni SLB Negeri Jepara bekal awal untuk bekerja dan berusaha melalui pelatihan, sertifikasi, serta peralatan di lima bidang produksi. Namun, nilai pemberdayaan yang sesungguhnya akan terlihat ketika mereka mampu menghasilkan barang siap jual, menjangkau pembeli, dan mempertahankan unit usaha tanpa bergantung terus-menerus pada bantuan. Jika tindak lanjut itu terwujud, program PLN Tanjung Jati B dapat menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi penyandang disabilitas; jika tidak, fasilitas berisiko hanya menjadi potensi yang belum berkembang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!