Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Desalinasi Air Payau: Jalan Keluar Krisis Air Bersih Pati

Desalinasi Air Payau: Jalan Keluar Krisis Air Bersih Pati
Minat|Asia Tenggara

Desalinasi Air Payau: Dari Taktik Darurat ke Strategi Jangka Panjang

Desalinasi air payau adalah proses menghilangkan kadar garam dan mineral berlebih dari air tanah asin atau payau agar layak digunakan sebagai air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, baik untuk diminum, memasak, maupun aktivitas harian lain di wilayah yang mengalami kekeringan berkepanjangan dan krisis air bersih. Di Pati, lompatan kebijakan penting sedang terjadi: pemerintah daerah mulai meninggalkan pola lama yang mengandalkan air tangki setiap musim kemarau dan beralih menjadikan desalinasi sebagai solusi air bersih jangka panjang. Ini bukan sekadar proyek teknologi, tetapi perubahan cara pandang terhadap kekeringan Jawa Tengah yang tak lagi bisa diperlakukan sebagai bencana musiman. Pemerintah provinsi mendorong desalinasi air payau sebagai proyek strategis untuk mengubah sumber air yang selama ini dianggap masalah menjadi sumber daya baru yang bernilai.

Desalinasi Air Payau: Jalan Keluar Krisis Air Bersih Pati

Krisis Air Bersih Pucakwangi: Saat Air Tanah Pun Tak Lagi Bisa Diandalkan

Kecamatan Pucakwangi menjadi contoh telanjang bagaimana kekeringan Jawa Tengah merusak rasa aman warga terhadap air bersih. Di Desa Triguno, air tanah bukan hanya langka, tetapi juga payau, sehingga tidak layak untuk konsumsi sehari-hari. Warga terpaksa menunggu kiriman air tangki untuk bisa memasak, minum, dan mandi, sementara sumur-sumur dangkal kehilangan fungsi. Dalam situasi ini, pemerintah kabupaten menggelontorkan bantuan air bersih memakai anggaran Belanja Tak Terduga dan dukungan CSR guna menahan krisis air bersih yang kian menekan. Namun skema ini jelas tidak efisien: mahal secara sosial, melelahkan bagi aparat, dan menggantungkan hidup warga pada jadwal distribusi. Kondisi air tanah yang payau membuat opsi sumur bor biasa pun tidak cukup; air yang terambil butuh diolah sebelum menjadi solusi, bukan menambah masalah baru.

Desalinasi Air Payau: Jalan Keluar Krisis Air Bersih Pati

Peran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten: Dari Bendungan hingga PDAM

Kunjungan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen ke Desa Triguno pada 6 Oktober 2026 bukan sekadar seremoni; ia datang meninjau langsung kekeringan, menyalurkan bantuan air, sekaligus menekan perlunya solusi permanen. Ia menyoroti bendungan berkapasitas sekitar 35.000 meter kubik yang belum dimanfaatkan optimal karena saluran irigasinya membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan agar air bisa mengalir ke wilayah kekeringan. Kutipan yang layak dicatat: “Di Triguno ada bendungan besar, ada 35.000 kubik air tapi memang butuh maintenance dan perbaikan salurannya, sehingga bisa mengalir ke daerah kekeringan.” Di sisi lain, Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyiapkan langkah strategis: mempercepat desalinasi air payau, memperluas jaringan PDAM Tirta Bening yang kini melayani sekitar 47 ribu pelanggan, dan mengurangi ketergantungan pada distribusi air tangki.

Desalinasi Air Payau Sebagai Pelengkap SPAM, Bukan Pengganti

Desalinasi air payau tidak dimaksudkan menggusur infrastruktur SPAM yang sudah ada, melainkan menutup celah yang tak bisa dijangkau oleh pipa dan sumur bor. Perluasan jaringan PDAM memang penting untuk menjangkau lebih banyak wilayah rentan kekeringan dan mengurangi ketergantungan pada air tangki. Namun di desa seperti Triguno, ketika air tanah yang keluar dari pengeboran berasa asin, desalinasi menjadi satu-satunya cara mengubah sumber air itu menjadi air minum yang aman. Program desalinasi yang digagas pemerintah provinsi bersama perguruan tinggi menempatkan teknologi ini sebagai pelengkap: air baku bisa berasal dari sumur bor yang ada, lalu diolah menjadi air tawar layak konsumsi. Dengan pendekatan ini, infrastruktur SPAM tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan teknologi baru yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan pola kekeringan.

Menjadikan Kekeringan Sebagai Alarm, Bukan Takdir

Kekeringan tahunan di Pati seharusnya dibaca sebagai alarm, bukan takdir yang harus diterima. Bantuan air tangki dari pemerintah daerah, lembaga zakat, dan dinas teknis memang menyelamatkan warga dari krisis air bersih sesaat; dalam satu kegiatan, 30 tangki air dikirim ke Desa Triguno, terdiri dari 20 tangki dari satu lembaga zakat provinsi dan 10 tangki dari dinas pekerjaan umum. Namun bahkan Ketua TP PKK tingkat provinsi mengakui bahwa bantuan semacam ini hanya menyentuh “permukaan” masalah; ia mendorong solusi struktural seperti pengeboran dan desalinasi. Di sinilah letak kuncinya: desalinasi air payau harus diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang dikaitkan dengan perbaikan bendungan, penguatan PDAM, dan pelatihan mitigasi bencana bagi warga. Tanpa itu, setiap kemarau Pati akan kembali pada pola lama: antre air, menunggu tangki, dan menggantungkan hidup pada darurat yang tak kunjung selesai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!