Kenapa Mode Berkendara iCAR V23 Z Bukan Sekadar Gimik
Mode berkendara iCAR V23 adalah sistem pengaturan elektronik yang mengubah cara motor listrik, distribusi torsi, kontrol traksi, dan regenerative braking bekerja, sehingga karakter mobil bisa bergeser dari sangat hemat energi, nyaman, agresif, hingga siap medan berat hanya dengan satu pilihan mode berkendara pada panel kontrol di kabin.
Inti dari enam mode berkendara iCAR V23 Z adalah sederhana: jangan memaksa satu karakter untuk semua situasi. Enam driving mode listrik ini—ECO, Comfort, Sport, Slippery, Off Road, dan Individual—mengubah strategi kerja motor listrik, distribusi torsi, regenerative braking, sampai kontrol traksi sesuai kebutuhan. Pernyataan Tommy Hermansyah menegaskan, setiap kali mode berganti, kendaraan beradaptasi mengikuti karakter yang diinginkan. Artinya, satu klik di tombol mode berkendara bisa mengubah SUV listrik ini dari mobil harian hemat energi menjadi kendaraan yang siap menghadapi jalan licin atau tanah bergelombang. Menyia-nyiakan fitur ini sama saja mengabaikan salah satu keunggulan utama mobil listrik modern.

ECO dan Comfort: Mode Harian Paling Masuk Akal
Untuk penggunaan urban, mengabaikan ECO mode hemat energi berarti mengorbankan salah satu keuntungan terbesar mobil listrik. Di ECO Mode, sistem mengurangi keterlibatan motor depan dan memprioritaskan motor belakang sebagai penggerak utama, sehingga konsumsi daya baterai jauh lebih hemat dan ideal untuk kemacetan harian. Ini bukan soal mobil terasa pelan, tetapi soal kecerdasan mengatur torsi agar cukup tanpa boros tenaga. Jika Anda banyak stop-and-go, ECO seharusnya menjadi default.
Saat ingin rasa berkendara yang lebih natural, Comfort Mode adalah kompromi terbaik. Mode ini dirancang memberikan respons halus, seimbang, dan tidak mengentak, dengan karakter yang cocok untuk perjalanan keluarga maupun melaju stabil di jalan tol. Di sini, driving mode listrik bekerja untuk menyeimbangkan kenyamanan dan respons, bukan mengejar akselerasi ekstrem. Bagi kebanyakan pemilik, kombinasi ECO di dalam kota dan Comfort di rute lebih lapang adalah pasangan paling logis untuk menjaga kenyamanan sekaligus efisiensi baterai tanpa repot mengatur ulang pengendaraan setiap saat.

Sport: Mode Saat Anda Butuh Performa, Bukan Gaya
Sport Mode pada iCAR V23 Z sebaiknya dipakai ketika Anda benar-benar membutuhkan performa dinamis, bukan sekadar ingin merasa ‘kencang’. Dalam mode ini, sistem mengoptimalkan respons akselerasi dan menyalurkan distribusi torsi motor depan dan belakang secara lebih agresif. Respons pedal gas menjadi instan, memberi tenaga penuh saat menyalip atau berakselerasi dari kecepatan sedang. Ini menyenangkan, tetapi tentu mengorbankan efisiensi.
Karena itu, memakai Sport sebagai mode harian di kepadatan kota kurang masuk akal. Torsi besar di kecepatan rendah mudah terbuang sia-sia, sementara regenerative braking dan kontrol traksi bekerja ekstra mengatur tenaga. Sport paling ideal dipakai di jalan lengang ketika Anda membutuhkan respon cepat yang konsisten. Anggap mode ini sebagai ‘mode niat’: aktifkan saat ada alasan jelas, misalnya rute menanjak, perlu akselerasi untuk menyalip aman, atau ingin menikmati performa penuh SUV listrik berpenggerak iWD ini.
Slippery dan Off Road: Traksi Optimal di Jalan Sulit
Mode Slippery bukan fitur pelengkap; ini alat keselamatan. Saat jalan basah, licin, atau grip rendah, mode ini mengatur ulang penyaluran torsi agar lebih halus untuk mengurangi wheel spin dan menjaga cengkeraman ban tetap optimal. Di sini, driving mode listrik bekerja cerdas: bukan menambah tenaga, tetapi menahan torsi berlebih yang bisa memicu selip. Mengandalkan Sport di jalan licin jelas keputusan yang salah; Slippery adalah mode yang semestinya diaktifkan setiap kali hujan deras atau melewati permukaan licin.
Untuk medan tanah, batu, atau jalur berpasir, off road mode SUV iCAR V23 Z mengambil peran. Off Road Mode membagi torsi secara dinamis antar roda dan memanfaatkan electronic limited slip untuk menjaga traksi di permukaan tidak rata atau grip rendah. Kombinasi kontrol traksi dan distribusi torsi ini membuat SUV listrik lebih percaya diri saat meninggalkan aspal. Namun penting diingat, mode ini bukan izin untuk mengabaikan kondisi ban dan permukaan jalan; ia membantu mempertahankan traksi, bukan menghapus batas fisik kendaraan.
Individual: Mode Personalisasi yang Layak Dilatih
Mode Individual adalah jawaban bagi pengemudi yang merasa satu pun mode standar belum pas. Dalam mode ini, Anda bisa mengatur sensitivitas pedal gas, karakter pengereman, bobot kemudi, serta tingkat pengereman regeneratif satu per satu. Di sinilah konsep regenerative braking menjadi terasa personal: Anda dapat memilih seberapa kuat mobil mengerem saat melepas pedal gas, menyeimbangkan antara rasa natural dan efisiensi pengisian ulang energi.
Pendekatan paling bijak adalah menjadikan Individual sebagai ‘mode pribadi’ untuk skenario yang paling sering Anda hadapi. Misalnya, set pedal gas agak responsif, tetapi dengan rem dan regenerative braking yang lembut untuk perjalanan keluarga; atau setir lebih berat dengan regen kuat untuk rute padat yang banyak stop-and-go. Seperti dikatakan Tommy Hermansyah, setiap kali mode berganti, karakter kendaraan ikut berubah, memungkinkan berbagai rasa berkendara dalam satu mobil. Menyisihkan waktu sekali untuk menyetel Individual akan memberi manfaat jangka panjang setiap hari.






