Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Irigasi hingga Panen, Babinsa Dampingi Petani

Dari Irigasi hingga Panen, Babinsa Dampingi Petani
Minat|Asia Tenggara

Dukungan dimulai dari saluran air

Babinsa adalah bintara pembina desa yang mendampingi warga di wilayah tugasnya, termasuk membantu petani menjaga infrastruktur, menjalankan pekerjaan panen, dan mengolah hasil tani demi ketahanan pangan. Peran ini paling berarti ketika bantuan menyentuh hambatan konkret, bukan berhenti pada seruan agar petani lebih produktif. Pada Senin, 2 November 2026, Babinsa Koramil 0827/16 Gapura bersama warga dan kelompok tani membangun saluran irigasi tersier di Desa Gapura, Kecamatan Gapura. Saluran yang menjadi akses utama pengairan sawah itu mengalami pendangkalan dan tertutup rumput liar, sehingga aliran air tidak lancar. Mereka menggali, membersihkan lumpur, dan menata batu untuk memperkuat dinding saluran, terutama menjelang musim tanam. Inilah bentuk irigasi pertanian yang langsung menjawab kebutuhan petani: pasokan air yang terjaga menentukan kesiapan lahan dan peluang panen. Gotong royong tersebut juga bagian dari program TNI Manunggal Air untuk mendukung ketahanan pangan.

Hadir saat hasil harus dipetik

Pendampingan tidak berhenti di saluran air. Pada Minggu, 1 November 2026, Sertu I Nengah Suardiasa dari Koramil 01/Lewa membantu petani memanen lombok di Desa Kambuhapang, Kecamatan Lewa, Sumba Timur. Ia turun tangan pada hari libur, meringankan pekerjaan warga sekaligus menyemangati mereka agar terus mengembangkan usaha pertanian. Keterlibatan seperti ini penting karena panen adalah pekerjaan padat tenaga dan bagian dari penghasilan keluarga. Namun, kepedulian yang tampak di kebun sebaiknya menjadi pintu bagi dukungan yang lebih teratur. Bantuan saat panen memberi manfaat langsung, tetapi pendampingan budidaya, akses sarana produksi, pemasaran, dan perhatian pada kestabilan harga juga menentukan apakah kerja keras petani berujung pada kesejahteraan. Karena itu, kisah panen lombok ini menunjukkan nilai kehadiran Babinsa, sekaligus mengingatkan bahwa ketahanan pangan memerlukan kerja lintas pihak yang berkelanjutan.

Dari Irigasi hingga Panen, Babinsa Dampingi Petani

Dari angkut gabah ke pengolahan hasil

Di Desa Wulla, Kecamatan Wulla Waijelu, Sumba Timur, Sertu Mas’ud dari Koramil 03/Pahunga Lodu membantu warga mengangkat hasil panen padi ke atas truk untuk dibawa pulang pada Minggu, 1 November 2026. Bantuan fisik sederhana ini mengurangi beban petani pada tahap ketika hasil panen perlu dipindahkan dengan cepat dan efisien. Babinsa bantu petani bukan hanya dengan memberi motivasi, tetapi juga dengan ikut mengerjakan tugas yang menyita tenaga. Pendampingan berlanjut di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu. Pada Senin, 2 November 2026, Serma Daniel Umbu Ndawa mendampingi warga dalam penggilingan padi setelah panen agar hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan keluarga. Dua kegiatan ini memperlihatkan rangkaian dukungan yang lebih lengkap: membantu hasil bergerak dari sawah, lalu mendampingi pengolahannya. Agar dampaknya bertahan, langkah berikutnya perlu mencakup pengolahan lahan, ketersediaan sarana produksi, pendampingan pertanian, dan kemudahan pemasaran.

Dari Irigasi hingga Panen, Babinsa Dampingi Petani

Gotong royong perlu menjadi dukungan berkelanjutan

Tiga contoh di Gapura dan Sumba Timur memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dibangun melalui pekerjaan yang saling terhubung: air untuk menyiapkan lahan, tenaga saat panen, lalu dukungan untuk mengangkut dan mengolah hasil. Keterlibatan Babinsa membuat hambatan sehari-hari lebih ringan dan mempererat hubungan dengan warga, tetapi kerja bakti saja tidak cukup untuk memastikan kesejahteraan petani meningkat. Pemerintah daerah, aparat teritorial, dan instansi terkait perlu menjaga kesinambungan pendampingan, termasuk memastikan kebutuhan usaha tani dan akses pemasaran ikut diperhatikan. Di Gapura, pemerintah kabupaten melalui pemerintah desa menyambut sinergi pembangunan irigasi karena sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian pangan. Kesimpulannya, kehadiran Babinsa paling kuat ketika menjadi bagian dari dukungan nyata dan berkelanjutan, dari infrastruktur air sampai hasil panen siap dimanfaatkan dan dipasarkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!