Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Gotong Royong hingga Irigasi Sawah: Peran Babinsa dalam Pembangunan Desa

Dari Gotong Royong hingga Irigasi Sawah: Peran Babinsa dalam Pembangunan Desa
Minat|Asia Tenggara

Babinsa sebagai Motor Gotong Royong Infrastruktur Desa

Babinsa pembangunan desa adalah peran prajurit kewilayahan sebagai penghubung antara militer, pemerintah lokal, dan warga untuk menggerakkan gotong royong infrastruktur, mengoptimalkan lahan pertanian, memperbaiki fasilitas umum, serta memperkuat ketahanan sosial melalui kerja kolektif di tingkat pedesaan dan kelurahan. Di banyak wilayah, Babinsa tidak lagi sekadar identik dengan patroli keamanan, tetapi hadir sebagai penggerak utama pembangunan pedesaan. Mereka memimpin kerjasama militer masyarakat yang konkret: mengawasi irigasi sawah gotong royong, ikut menanam sayuran, hingga memegang cangkul membersihkan parit. Pola ini menggeser logika menunggu bantuan dari atas menjadi inisiatif dari bawah, dengan Babinsa sebagai katalis. Pesan implisitnya jelas: infrastruktur dasar tidak harus menunggu proyek besar; bisa dimulai dari sekop, cangkul, dan kesepakatan bersama warga.

Mengubah Lahan Menganggur Jadi Lumbung Pangan Lokal

Di Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Sertu Sareh turun langsung mendampingi warga mengelola lahan pertanian milik warga di Jalan Inpres I Gang Makmur pada 7 Oktober 2026. Pendampingan ini bukan seremoni; benih terong pondo benar-benar ditanam, lahan yang sama juga ditanami cabai kecil sebagai upaya mengoptimalkan lahan agar lebih produktif. Ia menegaskan bahwa budidaya butuh ketekunan, dari penanaman, penyiraman, hingga pembersihan gulma, dan menuntut perawatan rutin agar hasil maksimal. Inilah contoh konkret Babinsa pembangunan desa: mengarahkan warga untuk tidak membiarkan sebidang tanah tidur tanpa manfaat. Dampaknya langsung pada dapur dan dompet petani; semakin banyak lahan produktif, semakin besar peluang ketahanan pangan lokal. Ini bukan proyek besar, tapi persis jenis intervensi kecil yang, jika dikopi di banyak tempat, menguatkan kedaulatan pangan dari tingkat RT.

Irigasi Sawah dan Parit Bersih: Infrastruktur Kecil, Dampak Besar

Contoh gotong royong infrastruktur yang paling telanjang terlihat pada irigasi sawah gotong royong di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. Di sana, Babinsa Koramil Peterongan Serma Sucipto bersama warga membangun saluran irigasi pada 9 Oktober 2026. Tujuannya jelas: mendukung sektor pertanian dan menunjang aktivitas petani yang membutuhkan sarana pengairan, sekaligus memperlancar distribusi air ke area persawahan. Partisipasi warga menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur pertanian yang langsung mendukung produktivitas lahan sawah. Di Dumai, Babinsa Sertu Nasral memimpin gotong royong membersihkan parit di sepanjang Jalan Tanjung Jati, Buluh Kasap, melibatkan pemerintah kelurahan, TNI–Polri, lembaga kemasyarakatan, dan warga sejak pukul 07.30. Mereka membawa tujuh cangkul, delapan sapu lidi, empat garuk sampah, empat parang, tiga motor Caesar, dan satu mobil LPS untuk mendukung kerja bersama.

Memperbaiki Jalan Gertak: Menghubungkan Warga, Bukan Sekadar Titian

Di Kapuas Hulu, peran Babinsa terhadap pembangunan pedesaan terlihat pada perbaikan jalan gertak di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Suhaid. Dandim menegaskan Babinsa harus memahami kondisi wilayah dan kesulitan masyarakat, dan keterlibatan dalam perbaikan fasilitas umum adalah bentuk kepedulian yang dirasakan langsung warga. Pesan itu diwujudkan Sertu Yudha Purnomo yang bersama warga bergotong royong memperbaiki bagian jalan yang rusak untuk mendukung kelancaran akses aktivitas sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa pembinaan teritorial bukan hanya soal keamanan, tetapi juga kondisi sosial dan fasilitas umum, yang mensyaratkan koordinasi warga, pemerintah desa, dan pihak terkait sesuai tugas masing-masing. Jalan gertak yang layak berarti akses ke pasar, sekolah, dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah. Perbaikan papan demi papan pada titian kayu ini pada dasarnya adalah investasi sosial, bukan sekadar proyek fisik.

Tiga Pilar, Satu Tujuan: Gotong Royong yang Perlu Dijaga

Kegiatan di Buluh Kasap memperlihatkan model kerjasama militer masyarakat yang patut dijaga. Gotong royong membersihkan parit melibatkan kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, lembaga masyarakat, hingga warga, dibagi ke dua tim setelah apel bersama. Dandim menekankan bahwa gotong royong tidak hanya untuk lingkungan bersih dan nyaman, tetapi juga mempererat silaturahmi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia berharap semangat kebersamaan ini bertahan sebagai budaya positif, karena kebersihan lingkungan bukan semata tugas pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan partisipasi aktif seluruh warga. Dandim di Kapuas Hulu pun berharap komunikasi Babinsa–masyarakat terus terpelihara agar kebutuhan warga terkoordinasi dengan pihak berwenang. Jika pola ini konsisten, Babinsa pembangunan desa akan menjadi jembatan permanen antara gotong royong tradisional dan agenda pembangunan modern.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!