Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Nol hingga Pemimpin Industri: Perjalanan Pengusaha Perempuan di Bisnis Kosmetik Halal

Dari Nol hingga Pemimpin Industri: Perjalanan Pengusaha Perempuan di Bisnis Kosmetik Halal
Minat|Merek Makeup Lokal

Bisnis kosmetik halal dan lahirnya generasi pengusaha perempuan baru

Bisnis kosmetik halal adalah usaha di bidang perawatan dan rias wajah yang memastikan seluruh proses, mulai dari bahan baku, formulasi, hingga legalitas, sesuai dengan standar kehalalan dan keamanan, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen akan produk yang natural, berkualitas, dan selaras dengan nilai yang mereka yakini dalam kehidupan sehari-hari. Di ruang inilah pengusaha perempuan kosmetik mulai memainkan peran yang jauh melampaui sekadar menjual krim dan lipstik. Mereka menjadi founder brand lokal, pencipta lapangan kerja, dan motor pemberdayaan perempuan di sektor kecantikan domestik. Kisah Kusuma Anggraeni dan Rizky Ananda menunjukkan bahwa wanita entrepreneur Indonesia tidak menunggu pintu dibukakan—mereka membangun sendiri pabrik, brand, dan ekosistem yang memampukan beautypreneur lain untuk tumbuh.

Kusuma Anggraeni: dari keluarga sederhana ke bisnis kosmetik halal dan natural

Perjalanan Kusuma Anggraeni membantah anggapan bahwa bisnis kecantikan hanya milik mereka yang lahir mapan. Berangkat dari keluarga dengan ibu rumah tangga yang membesarkan lima anak, ia belajar kerja keras dan kemandirian sebagai nilai hidup, bukan slogan pemasaran. Ketertarikannya pada kebutuhan perempuan akan produk yang aman dan berkualitas pelan-pelan berubah menjadi gagasan bisnis. Sebelum memiliki brand sendiri, Kusuma melewati proses panjang mencari bidang yang cocok, sampai dunia kecantikan terasa sebagai ruang yang paling masuk akal untuk digarap dari nol. Di sana, ia memutuskan mengembangkan PT Mutiara Beauty Kosmetika, perusahaan perdagangan eceran kosmetik yang ia bangun dengan karakter kuat pada produk kecantikan halal dan natural. Perusahaan ini bahkan telah mencatatkan Nomor Induk Berusaha 2109260084643 melalui sistem OSS, menegaskan bahwa kesungguhan hukum adalah bagian dari identitas usahanya.

Dari Nol hingga Pemimpin Industri: Perjalanan Pengusaha Perempuan di Bisnis Kosmetik Halal

Mutiara Beauty Kosmetika: ruang pemberdayaan perempuan, bukan sekadar etalase produk

Kusuma memandang industri kecantikan sebagai ekosistem ekonomi, bukan hanya rak-rak berisi produk. Ia membaca bahwa perempuan tidak cukup hadir sebagai konsumen; mereka layak menjadi produsen, pemilik brand, pengelola usaha, dan pelaku UMKM yang punya produk sendiri. Karena itu PT Mutiara Beauty Kosmetika tidak berhenti di urusan formula halal dan natural, serta upaya mengarahkan produk pada sertifikasi halal BPJPH dan izin edar BPOM, melainkan bergerak menyiapkan ruang agar perempuan lain ikut naik kelas. Pengalaman membangun perusahaan membuat Kusuma melihat betapa luas potensi sektor ini untuk menyerap tenaga kerja dan menggerakkan usaha kecil. Program pendampingan yang ia jalankan bahkan disebut telah menjangkau lebih dari 200 UMKM perempuan di berbagai wilayah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, dengan materi mulai dari formulasi dasar kosmetik, pengemasan, branding, hingga pemasaran digital.

Dari Nol hingga Pemimpin Industri: Perjalanan Pengusaha Perempuan di Bisnis Kosmetik Halal

Rizky Ananda: lady boss yang menjadikan pabrik kosmetik sebagai mesin inovasi lokal

Jika Kusuma membangun brand, Rizky Ananda membangun mesin di balik ratusan brand lokal. Aura "lady boss" yang melekat pada dirinya bukan soal gaya berpakaian, melainkan cara ia menguasai lantai produksi seluas lima hektare dan menjadikannya rumah bagi lebih dari 600 merek, mayoritas brand lokal. Ia adalah founder sekaligus komisaris di PT Skinsol Kosmetik Industri, pabrik maklun yang bukan hanya memproduksi, melainkan juga bertindak sebagai konsultan dan solusi satu pintu bagi beautypreneur yang ingin menghindari kerumitan produksi kosmetik. Pernah rugi karena bermitra dengan pabrik yang bermasalah—hingga izin BPOM produk yang ia distribusikan ikut terganggu dan memaksanya berhenti berjualan tahun 2005—Rizky memutuskan membangun pabrik sendiri sekitar 2010 dengan skala UMKM. Ia menekankan bahan baku berkualitas terbaik dan halal, sementara suaminya menangani regulasi dan perizinan, termasuk urusan dengan BPOM.

Dari maklun ke pemberdayaan: ketika kesuksesan diukur dari derajat orang lain

Skinsol Kosmetik Industri lahir dari kombinasi passion terhadap kosmetik, pembacaan peluang bisnis besar, serta kesadaran bahwa tidak semua pabrik kosmetik menjaga mutu dengan baik. Rizky memegang kendali produksi dan quality control, memastikan standar halal dan kualitas tidak menjadi jargon kosong, sementara suaminya mengurus jalur perizinan yang rumit. Ia pernah menggadaikan emas untuk membayar gaji tujuh orang pegawai di masa awal; pada titik itu, ia paham berbisnis sama sekali bukan perkara mudah. Namun empat belas tahun lebih berkecimpung di industri kecantikan membuatnya merumuskan ukuran sukses yang berbeda: "Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari angka penjualan atau megahnya bangunan pabrik, tapi ketika keberadaannya mampu mengangkat derajat orang lain." Ia merasa bangga melihat beautypreneur yang dulu merintis dari nol bersama Skinsol berubah menjadi pengusaha sukses, bukti konkret bahwa pengusaha perempuan kosmetik bisa menjadi pengungkit mobilitas sosial.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!