Inti Kebijakan: Bimbel Gratis dan Mengaji sebagai Satu Paket Pendidikan
Program dukungan pendidikan Pemkab Gresik untuk Sekolah Rakyat adalah kebijakan yang menggabungkan bimbingan belajar gratis berbasis platform digital dan pendampingan mengaji intensif, dirancang khusus untuk memperkuat kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter dan nilai spiritual siswa dari keluarga kurang mampu agar memiliki akses pendidikan berkualitas yang sebelumnya sulit mereka jangkau. Keputusan membiayai bimbingan belajar bersama Ruangguru dan pendampingan mengaji melalui APBD bukan sekadar tambahan fasilitas, tetapi pernyataan politik bahwa pemerataan akses pendidikan berkualitas adalah prioritas nyata, bukan slogan. Pemerintah daerah menempatkan Sekolah Rakyat sebagai alat program pendidikan kurang mampu dan pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan, sehingga dukungan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi meluas ke asrama, kegiatan kesiswaan, dan penguatan keagamaan. Ini adalah model yang patut dibaca sebagai eksperimen serius, bukan proyek seremonial.
Detail Program: 75 Siswa, Ruangguru, dan Akses Digital Premium
Di jantung kebijakan ini, Pemkab Gresik membiayai bimbingan belajar melalui program Smart School bersama Ruangguru untuk 75 siswa kelas XI Sekolah Rakyat. Bagi siswa yang selama ini nyaris mustahil berlangganan layanan bimbel komersial, ini adalah bimbingan belajar gratis yang mengubah peta peluang mereka. Sesi belajar berlangsung tiga kali sepekan, dengan jadwal malam dan siang yang menyesuaikan ritme kehidupan di asrama. Para siswa mendapatkan akses materi pembelajaran digital, latihan soal, tes minat dan bakat, serta akses premium Ruang Belajar untuk jenjang SMA dan materi SNBT. "Program Smart School bersama Ruangguru diikuti 75 siswa kelas XI untuk mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," kata Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh. Ini bukan sekadar menambah jam belajar, tetapi membuka pintu ke perguruan tinggi bagi anak-anak yang sebelumnya terjebak dalam batas ekonomi keluarga.
Pendampingan Mengaji: Dimensi Spiritual dalam Program Pendidikan Kurang Mampu
Yang membuat model Sekolah Rakyat dukungan pemerintah ini berbeda adalah keberanian mengakui bahwa pendidikan untuk keluarga kurang mampu tidak cukup hanya akademik. Selain bimbel digital, Pemkab Gresik membiayai pendampingan mengaji siswa jenjang SD, SMP, dan SMA sebanyak lima kali dalam sepekan. Kegiatan ini melibatkan guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, imam masjid, bahkan khatib untuk pelaksanaan salat Jumat. Pendampingan mengaji siswa diintegrasikan dengan kehidupan asrama dan kegiatan kesiswaan, sehingga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepekaan sosial berjalan berdampingan dengan peningkatan nilai rapor. Dalam konteks program pendidikan kurang mampu, pendekatan ini penting: anak dari desil 1 dan 2 bukan hanya butuh akses pendidikan berkualitas, tetapi juga komunitas nilai yang meneguhkan identitas mereka. Mengaji di sini bukan tambahan kosmetik, melainkan pilar yang menyamakan derajat spiritual dan akademik.
APBD sebagai Instrumen Pemerataan: Dari Lahan 6,5 Hektare ke 405 Siswa
Pendanaan melalui APBD menunjukkan bahwa pemerintah daerah siap mempertaruhkan sumber daya publik untuk akses pendidikan berkualitas, bukan hanya membangun gedung tanpa isi. Sekolah Rakyat Terintegrasi I Gresik berdiri di atas lahan 6,5 hektare di Desa Raci Tengah, menampung 405 siswa: 90 SD, 90 SMP, dan 225 SMA. Komposisi ini menegaskan bahwa program tidak elitis; ia menyasar rantai pendidikan dasar hingga menengah. Pelibatan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga desil 1 dan 2 memperjelas bahwa targetnya adalah mereka yang paling rentan. Di sinilah bimbingan belajar gratis dan pendampingan mengaji menjadi bagian dari strategi struktural, bukan amal sesaat. Pemerintah daerah tidak hanya mendukung Sekolah Rakyat yang digagas pusat, tetapi mengisi konsep itu dengan kebijakan konkret yang menyentuh jadwal belajar, kurikulum tambahan, dan kehidupan sehari-hari siswa. Ini adalah cara sehat menggunakan APBD: mengurangi kemiskinan lewat pendidikan, bukan sekadar menambal konsumsi.
Model Komprehensif dan Tantangan ke Depan
Kombinasi bimbel digital dan pendampingan tradisional mengaji menciptakan model pembelajaran komprehensif dan inklusif: teknologi memberi akses materi dan simulasi ujian, sementara interaksi langsung dengan guru, pengajar tahfiz, dan imam masjid menjaga kedekatan manusiawi. Kepala Sekolah Rakyat menyebut tiga pilar program: akademik, kesiswaan, dan keasramaan, lengkap dengan kegiatan ekstrakurikuler. Ini adalah ekosistem, bukan sekadar sekolah. Namun, keberhasilan model ini akan ditentukan oleh konsistensi perluasan program. Saat ini, pendampingan akademik Ruangguru baru menjangkau siswa kelas XI, dan Pemkab Gresik berencana memperluas ke kelas XI dan XII. Jika ekspansi ini berjalan, Sekolah Rakyat dukungan pemerintah bisa menjadi rujukan nasional untuk program pendidikan kurang mampu yang tidak memisahkan otak dan hati. Kesimpulannya jelas: bila daerah lain serius ingin memeratakan kesempatan, meniru pola bimbingan belajar gratis plus pendampingan mengaji siswa seperti di Gresik adalah langkah yang masuk akal dan layak diperjuangkan.






