Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran dan Inflasi Pangan, Seberapa Jauh Pelemahannya?

Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran dan Inflasi Pangan, Seberapa Jauh Pelemahannya?
Minat|Asia Tenggara

Pelemahan tipis, tekanan belum reda

Nilai tukar rupiah adalah harga mata uang rupiah ketika ditukar dengan mata uang lain, dan perubahannya mencerminkan penilaian pasar atas risiko serta prospek ekonomi. Pada Selasa, 3 November 2026, rupiah ditutup melemah 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke Rp18.156 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya Rp18.152. Koreksinya kecil, tetapi arah gerak menunjukkan pasar belum cukup yakin untuk mempertahankan penguatan. Rupiah sempat naik 4 poin sebelum berbalik turun menjelang penutupan, tanda bahwa sentimen rapuh lebih menentukan daripada dorongan sesaat. Ini bukan penurunan tajam, namun mengabaikannya juga keliru: ketika mata uang berada di level lemah, tambahan tekanan eksternal maupun domestik dapat memperbesar volatilitas.

Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran dan Inflasi Pangan, Seberapa Jauh Pelemahannya?

Geopolitik menjaga dolar AS tetap menjadi pilihan aman

Konflik AS-Iran menjadi salah satu alasan pasar menahan diri mengambil risiko. Laporan mengenai serangan militer Amerika Serikat terhadap Pulau Qeshm disebut bertujuan mencegah Iran leluasa menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, peluang diplomasi belum tertutup: Donald Trump membuka kemungkinan kesepakatan, sementara pemerintah Iran disebut mendapat kewenangan untuk mengupayakan pembicaraan damai. Bagi rupiah, ketidakpastian itu penting karena investor cenderung mencari dolar AS saat ancaman konflik meningkat. Perkembangan perang Rusia-Ukraina dan pemilu paruh waktu AS juga masuk radar pasar. Jadi, selama kabar konflik berubah cepat, penguatan rupiah akan sulit bertahan hanya dengan optimisme sesaat.

Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran dan Inflasi Pangan, Seberapa Jauh Pelemahannya?

Inflasi pangan membawa tekanan ke kehidupan sehari-hari

Tekanan tidak hanya datang dari luar negeri. Inflasi pangan pada Oktober mencapai tingkat tertinggi dalam lima bulan terakhir, sementara gangguan pasokan yang dipengaruhi El Niño berisiko menghambat produksi dan distribusi beras, cabai, serta sayuran. Dampaknya terasa lebih langsung daripada pergerakan kurs: harga kebutuhan pokok dapat naik dan mengurangi daya beli, terutama bagi kelompok berpendapatan menengah ke bawah. Inflasi umum memang sedikit melandai dan masih berada dalam sasaran Bank Indonesia, tetapi itu tidak menghapus beban rumah tangga ketika bahan pangan terus mahal. Pasar juga mencermati surplus perdagangan September sebesar 3,36 miliar dolar AS; impor yang tumbuh lebih cepat daripada ekspor berpotensi mempersempit surplus berikutnya. Kombinasi ini membuat inflasi pangan relevan bagi rupiah sekaligus bagi biaya hidup.

Proyeksi: rentang lebih lebar, bukan kepastian arah

Pengamat Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada Rabu, 4 November, bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp18.160–Rp18.210 per dolar AS; untuk pekan itu, proyeksinya berada pada Rp18.000–Rp18.320. Batas atas Rp18.210 berarti tekanan dapat berlanjut dari penutupan Rp18.156, tetapi proyeksi rentang bukan kepastian bahwa kurs akan mencapai batas tersebut. Dibandingkan perdagangan sebelumnya, penurunan 3 November hanya 7 poin dari Rp18.152—jauh lebih tipis daripada penutupan Jumat, 30 Oktober, ketika rupiah melemah 10 poin ke Rp18.147 setelah sempat menguat 35 poin. Perbandingan itu menunjukkan tekanan berlangsung berulang, meski besarnya berubah dari satu sesi ke sesi berikutnya. Kesimpulannya, rupiah melemah secara terbatas pada 3 November, tetapi kombinasi risiko eksternal dan inflasi pangan membuat kewaspadaan lebih masuk akal daripada menganggap tekanan telah selesai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!