Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ju Ji-hoon Turunkan Honor untuk Kingdom: Taruhan Berani di Era Streaming

Ju Ji-hoon Turunkan Honor untuk Kingdom: Taruhan Berani di Era Streaming
Minat|Drama Korea

Taruhan Seorang Aktor di Tengah Gelombang Streaming Global

Kasus Ju Ji-hoon Kingdom adalah contoh mencolok bagaimana seorang aktor Korea berani menurunkan honor dan menerima proyek drama thriller Kingdom di platform streaming yang belum ia kenal, demi mengejar cerita yang kuat dan peluang baru dalam karir aktor streaming yang belum terpetakan jelas saat itu. Ketika tawaran membintangi Kingdom datang pada 2019, Ju Ji-hoon mengaku tidak tahu apa itu Netflix. Dalam situasi penuh ketidakpastian, banyak aktor akan memilih aman: mempertahankan tarif, menunggu stasiun TV besar, atau proyek film yang sudah terbukti. Ju Ji-hoon mengambil jalan sebaliknya. Ia menerima bayaran lebih kecil dari biasanya karena mengira Netflix hanyalah platform pendatang baru dengan anggaran terbatas. Keputusan ini bukan sekadar kompromi finansial, melainkan taruhan sadar terhadap masa depan industri yang sedang bergeser ke streaming.

Dari Blockbuster Layar Lebar ke Eksperimen Platform Asing

Sebelum Kingdom, Ju Ji-hoon sudah mapan di layar lebar lewat dua film blockbuster Along with the Gods: The Two Worlds (2017) dan Along with the Gods: The Last 49 Days (2018) yang masing-masing menembus 10 juta penonton. Dengan rekam jejak seperti itu, wajar jika ia bisa menuntut honor tinggi dan memilih proyek aman. Namun ia sendiri mengaku tidak pernah menetapkan target angka tertentu saat berakting, hanya berharap dicintai penonton dan menerima hasil yang kadang melampaui ekspektasi. Sikap ini menjelaskan mengapa ia berani bereksperimen ketika tawaran Kingdom datang dari platform asing yang belum ia pahami. Menurut pengakuannya, pihak produksi menjelaskan bahwa platform tersebut masih tahap awal sehingga anggaran terbatas, dan itu berujung pada bayaran lebih kecil dari biasanya. Di titik inilah terlihat perbedaan antara aktor yang mengejar kenyamanan finansial dan aktor yang mengejar pengalaman artistik serta kemungkinan baru.

Kingdom: Ketika Cerita Lebih Penting dari Honor

Ju Ji-hoon sempat ragu menerima Kingdom, tetapi alur cerita yang menarik menjadi faktor penentu. Drama thriller Kingdom, yang diadaptasi dari webtoon The Kingdom of the Gods, menempatkan Ju Ji-hoon sebagai Putra Mahkota Lee Chang yang harus menyelamatkan rakyat dari wabah misterius yang mengubah manusia menjadi zombi, sekaligus menghadapi konspirasi politik dan perebutan takhta klan Haewon Cho. Secara kreatif, ini adalah paket lengkap: genre campuran sejarah, horor, dan politik yang jarang ditawarkan TV konvensional. Ia memantapkan diri dengan pola pikir sederhana, “Kalau ceritanya seru, jalani saja”, dan menganggap proyek ini sebagai kesempatan menambah pengalaman. Menariknya, ia berkelakar bahwa karena tidak begitu paham platform tersebut, ia merasa tidak akan rugi besar jika hasilnya kurang memuaskan. Di balik candaan itu, terlihat filosofi kerja yang menempatkan eksplorasi artistik di atas kalkulasi jangka pendek.

Lingkaran Kreatif dan Risiko Kolektif Aktor Korea di Netflix

Keputusan Ju Ji-hoon tidak lahir dalam ruang hampa. Ia menyebut aktor Ha Jung-woo dan sutradara Kim Seong-hoon sebagai sosok yang memengaruhi pilihannya untuk membintangi Kingdom. Lingkaran kreatif ini penting: ketika satu aktor Korea Netflix berani mencoba format baru, yang lain melihat potensi dan ikut mengambil risiko. Kingdom sendiri adalah serial orisinal Korea pertama di Netflix, digarap Kim Seong-hoon dan penulis naskah Kim Eun-hee. Artinya, seluruh tim terlibat dalam eksperimen bersama di platform asing yang belum sepenuhnya dipahami, meski saat produksi 2017, Netflix sudah mencuri perhatian global lewat Stranger Things. Dalam konteks lebih luas, langkah seperti ini membuka pola baru: aktor Korea tidak lagi bergantung pada stasiun TV lokal, melainkan mulai membangun karir aktor streaming yang lintas batas. Risiko finansial jangka pendek ditukar dengan kemungkinan dikenali penonton global dalam satu rilis serentak.

Kingdom sebagai Batu Loncatan Global dan Pelajaran bagi Industri

Hasil dari taruhan itu jelas: Kingdom menjadi batu loncatan bagi Ju Ji-hoon untuk dikenal lebih luas oleh penonton global. Serial enam episode ini bukan hanya orisinal Korea pertama di Netflix, tetapi juga berkembang menjadi dua musim dan satu episode spesial. Dari sudut pandang karir, keputusan menurunkan honor dan menerima ketidakpastian platform asing berubah menjadi turning point yang mengukuhkan Ju Ji-hoon sebagai aktor Korea Netflix yang relevan di pasar internasional. Ia sendiri menyebut bahwa jika proyek gagal, itu tetap akan menjadi pengalaman berharga dalam berakting. Pernyataan ini layak dikutip sebagai panduan mental bagi aktor lain: “Saya cuma membatin, ‘Coba saja dulu hitung-hitung cari pengalaman’.” Di era ketika karir aktor streaming ditentukan oleh keberanian mencoba format baru, kisah Ju Ji-hoon menunjukkan bahwa kadang langkah paling berisiko justru membuka pintu paling luas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!