Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ji Chang-wook dan Taruhan Besar di Drama Adaptasi Klasik The Scandal

Ji Chang-wook dan Taruhan Besar di Drama Adaptasi Klasik The Scandal
Minat|Drama Korea

Taruhan Karier: Mengapa The Scandal Bukan Sekadar Drakor Romantis

Ji Chang-wook The Scandal adalah perpaduan antara drama adaptasi klasik dan drakor romantis dengan unsur thriller psikologis, yang menempatkan seorang aktor populer di jantung kisah bangsawan penuh intrik, permainan cinta, dan pertaruhan emosional rumit yang menantang batas kemampuan akting serta ekspektasi penonton terhadap Dangerous Liaisons Korea dalam format serial modern.

Pernyataan Ji Chang-wook bahwa ia "tidak bisa menahan rasa tertekan" saat menggarap The Scandal mengungkap kenyataan pahit di balik glamor drakor adaptasi klasik. Beban karya original yang sudah lama dianggap klasik bukan risiko kecil, terutama ketika Netflix mengumumkan serial ini sebagai penerus popularitas film Untold Scandal yang lebih dulu mengolah novel Dangerous Liaisons karya Pierre Choderlos de Laclos. Dalam konteks ini, keputusan Ji memerankan Cho Won terlihat bukan sebagai langkah aman, melainkan taruhan sadar untuk menguji batas dirinya sebagai aktor di industri yang makin jenuh oleh formula romansa standar.

Yang menarik, Ji tidak memosisikan tekanan itu sebagai keluhan, melainkan sebagai strategi pengembangan karier. Ia menyebut, karena proyek ini berbasis karya klasik, ia ingin mencoba memerankan Cho Won dan memutuskan bahwa ini tantangan yang layak diambil. Sikap ini menyiratkan ambisi: memakai reputasi Dangerous Liaisons Korea bukan sebagai beban semata, tetapi sebagai tangga untuk naik ke level aktor yang sanggup menangani karakter rumit, bukannya sekadar pahlawan romansa satu dimensi.

Cho Won: Bangsawan, Pemikat, dan Subjek Eksperimen Psikologis

The Scandal menempatkan Ji Chang-wook sebagai Cho Won, bangsawan penuh teka-teki yang menjadi pusat narasi intrik cinta dan kekuasaan. Berlatar Dinasti Joseon yang sarat norma moral ketat, sosok ini mengejar penaklukan romantis yang bukan soal perasaan belaka, melainkan tentang kalkulasi sosial dan politik. Tantangan akting drakor di sini jelas: ia harus menyeimbangkan pesona aristokrat dengan kegelisahan batin yang pelan-pelan mengaburkan batas antara permainan dan rasa tulus.

Konflik utama muncul ketika Lady Cho menantang Cho Won untuk menggoda seorang perempuan saleh yang terikat ekspektasi sosial. Dari titik ini, The Scandal menjadi laboratorium moral: godaan, kekuasaan, dan kasih sayang tulus bergesekan hingga batasnya kabur. Menurut pengakuannya, Ji awalnya melihat Cho Won sebagai pria yang "sekadar jatuh cinta pada dua perempuan" sebelum menyadari betapa kompleks karakter dan jalinan hubungan di sekitarnya. Ketika seorang aktor harus memerankan manipulasi dan kerentanan sekaligus, risiko kariernya bukan hanya gagal memikat penonton, tetapi juga disalahpahami secara moral.

Di sinilah The Scandal kerap dirangkaikan dengan imaji "Bridgerton versi Korea" oleh warganet: bangsawan, aturan ketat, dan permainan cinta. Namun, yang membuat proyek ini lebih berbahaya bagi Ji adalah lapisan psikologisnya. Cho Won bukan karakter yang bisa diselesaikan dengan satu warna emosional; ia menuntut interpretasi berlapis yang menempatkan aktor di persimpangan antara daya tarik romansa dan kegagalan moral. Untuk seorang bintang yang selama ini dikenal lewat citra pahlawan romantis, masuk ke wilayah abu-abu semacam ini adalah pertaruhan reputasi.

Metode Akting Tak Konvensional: Menggali Ambiguitas Cho Won

Tantangan akting drakor dalam The Scandal tidak berhenti pada materi sumber, tetapi juga meluas ke proses kreatifnya. Ji Chang-wook mengakui ia biasanya butuh arahan jelas dan perkembangan karakter yang pasti, namun kali ini harus menyesuaikan diri dengan visi sutradara Jung Ji-woo yang berbeda sama sekali. Alih-alih menetapkan satu kebenaran mutlak mengenai kondisi emosional Cho Won, mereka memilih menerima ambiguitas, mengakui bahwa psikologi karakter ini terus berubah dan penuh ketidakpastian.

Proses tersebut rasanya membingungkan, menyakitkan, dan menyiksa, tetapi di saat yang sama sangat menarik bagi Ji. Sejak hari pertama, gaya tak konvensional sudah diterapkan saat merekam adegan pertemuan kembali Cho Won dengan Lady Cho, salah satu momen paling krusial sekaligus sulit dalam cerita. Mereka sengaja membangun ritme akting di luar zona nyaman, karena begitu Ji merasa "menjadi dirinya sendiri" di layar atau melakukan apa yang selalu ia lakukan, ia merasa terjebak dalam pola yang sama.

Metode unik ini bahkan mencakup pengambilan gambar berulang dengan berbagai lapisan ekspresi emosional tanpa memeriksa monitor playback. Ji menggambarkannya sebagai upaya "menangkap berbagai lapisan ekspresi tanpa terpaku pada satu jawaban yang dianggap benar". Pendekatan ini adalah kritik terselubung terhadap pola produksi drakor yang serba terukur dan aman. Dengan menolak satu tafsir final atas Cho Won, ia dan sutradara menempatkan The Scandal sebagai eksperimen akting yang berani—suatu langkah yang, jika berhasil, bisa mengubah cara penonton melihat peran utama dalam drama adaptasi klasik.

Mengapa Tekanan Ini Layak Diambil untuk Masa Depan Karier Ji Chang-wook

Keputusan Ji menyebut The Scandal sebagai tantangan yang layak diambil bukan sekadar kalimat manis promosi. Di baliknya ada kesadaran bahwa drama adaptasi klasik memberi peluang langka: seorang aktor bisa berhadapan dengan standar tinggi, risiko dibandingkan dengan versi sebelumnya, serta ekspektasi penonton yang sudah akrab dengan Dangerous Liaisons Korea. Ia memilih memeluk tekanan itu karena tahu, melalui karakter sekompleks Cho Won, ia bisa meninggalkan zona aman citra lama dan menegaskan kapasitasnya sebagai aktor yang nyaman berada di wilayah abu-abu emosional.

Dari perspektif karier, langkah ini masuk akal. Industri drakor sedang jenuh, dan penonton makin peka terhadap pola akting yang terasa berulang. Dengan memanfaatkan tantangan akting drakor di The Scandal—baik lewat materi klasik maupun metode kerja tak konvensional—Ji menyusun narasi pribadi: bahwa ia bukan sekadar bintang, tetapi pekerja seni yang berani membayar harga psikologis demi peran yang menuntut. Jika The Scandal berhasil, ia bukan hanya akan dikenang sebagai wajah serial Dangerous Liaisons Korea, melainkan sebagai aktor yang berani menjadikan tekanan sebagai batu loncatan.

Akhirnya, The Scandal adalah lebih dari label "Bridgerton versi Korea" yang ramah pemasaran. Bagi Ji Chang-wook, ini adalah ruang uji yang memaksa ia membongkar kebiasaan akting, menerima kebingungan, dan hidup dalam ambiguitas karakter. Di era ketika banyak drama berlomba menjadi aman dan dapat ditebak, pilihan Ji untuk memeluk proyek yang menyiksa namun menarik menunjukkan satu hal: perkembangan karier yang ia cari bukan sekadar popularitas, melainkan kedalaman. Dan di situlah, tekanan menjadi investasi jangka panjang yang layak.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!