Kompetisi yang memperluas ruang bagi pesepak bola muda
MilkLife Soccer Challenge adalah turnamen sepak bola putri usia dini antarsekolah yang memberi siswi sekolah dasar kesempatan berkompetisi dan mengembangkan kemampuan bermain dalam kelompok usia berbeda. Seri Surabaya dan Bandung 2026/2027 mencapai puncaknya pada Minggu, 1 November 2026, dengan empat sekolah mengangkat trofi dan 3.115 atlet turun bertanding. Jumlah itu bukan sekadar angka partisipasi: skala kompetisi memperlihatkan bahwa sepak bola putri usia dini memiliki basis peserta yang luas dan layak mendapat ruang lebih besar. Seri Surabaya melibatkan 1.598 atlet putri dari 88 SD dan MI, sementara Bandung diikuti 1.517 atlet dari 78 SD dan MI. Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menunjukkan persaingan antarsekolah yang kian kompetitif. Bagi siswi usia 6–8 tahun, Festival SenengSoccer juga membuka jalur pengenalan sepak bola di luar pertandingan KU 10 dan KU 12.
Manukan Kulon bertahan, Kalirungkut merebut gelar Surabaya
Sorotan juara MLSC Surabaya tertuju pada SDN Manukan Kulon, yang kembali menjadi kampiun KU 10 setelah mengalahkan SDN Dr. Sutomo V/327 dengan skor 3-1. Laga final ulangan itu dimulai dengan cepat: Keyvara Malayeka mencetak gol pada menit pertama, lalu menggandakan keunggulan pada menit ketujuh. Shezan Azarine Fahima memperkecil jarak, tetapi Annasya Eka Aprilia memastikan kemenangan Manukan Kulon menjelang laga berakhir. Keberhasilan mempertahankan gelar terasa lebih meyakinkan karena tim mampu menjawab tekanan lawan tanpa kehilangan kendali. Di KU 12, SDN Kalirungkut I/264 menang 2-1 atas SDN Dr. Sutomo V/327. Pertandingan sempat buntu karena penjaga gawang Nayla Nur Hafizah berkali-kali menggagalkan peluang. Kesalahan mengantisipasi backpass membuka skor, lalu Almira Anindira Arisanti menggandakan keunggulan. Balasan Adiba Utomo Putri pada menit terakhir tak mengubah hasil.
Dua gelar baru untuk Bandung
Bandung menghadirkan dua juara baru, bukti bahwa persaingan turnamen ini tak hanya berpusat pada sekolah yang sudah pernah menang. SDN 075 Jatayu merebut gelar KU 10 dengan menaklukkan SDN 065 Cihampelas 2-1. Felisha Mikhayla Hernawan mencetak kedua gol Jatayu, sedangkan Nefi Putri Seftian menyumbang gol bagi Cihampelas. Pada KU 12, SDN 021 Ciporeat mengatasi SD Pelita dengan skor yang sama. Kayla Anisa Salsabila membuka keunggulan pada menit ke-12 dan Shafira Ramadhani menambah gol dua menit kemudian; Annisa Febriany membalas untuk Pelita. Dengan dua final berakhir 2-1, Bandung menyuguhkan partai puncak yang ketat sekaligus memberi sekolah berbeda kesempatan naik podium. Karena itu, gelar juara MLSC Bandung layak dibaca sebagai hasil persaingan terbuka, bukan dominasi satu sekolah.
Partisipasi besar, fondasi yang perlu dijaga
Sebanyak 3.115 atlet berkompetisi dalam seri Surabaya dan Bandung: 1.598 di Surabaya serta 1.517 di Bandung. Surabaya diikuti 88 SD dan MI, termasuk 23 sekolah peserta baru; 50 tim berlaga di KU 10 dan 94 tim di KU 12 selama enam hari sejak 27 Oktober 2026. Bandung mencatat 78 SD dan MI, dengan 12 sekolah debutan. Angka ini memperkuat alasan turnamen sepak bola SD seperti MLSC penting: kompetisi memberi anak pengalaman bertanding, sementara sekolah baru memperoleh pintu masuk ke ekosistem sepak bola putri. Namun, besarnya peserta harus diikuti kesempatan bermain yang konsisten dan pembinaan yang terjaga. Format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside menjadi salah satu ciri pertandingan, sementara festival untuk anak usia 6–8 tahun memperluas jangkauan kegiatan. Dengan penyelenggaraan di 15 kota, ruang untuk mengenal dan mengembangkan sepak bola terbuka bagi lebih banyak siswi.
Kesimpulannya, seri ini berhasil menggabungkan hasil kompetitif dengan partisipasi luas. Manukan Kulon mempertahankan takhta KU 10 Surabaya, Kalirungkut berjaya di KU 12, dan Jatayu serta Ciporeat membawa pulang gelar baru dari Bandung. Namun, capaian paling menjanjikan mungkin justru 3.115 atlet yang ikut bermain: menjaga akses dan pembinaan mereka akan menentukan apakah antusiasme ini tumbuh menjadi kemajuan jangka panjang.






