Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gubernur Jakarta Hadiri Mayors Summit: Kota Besar Harus Bergerak Bersama

Gubernur Jakarta Hadiri Mayors Summit: Kota Besar Harus Bergerak Bersama
Minat|Amerika & Kanada

Jakarta ke New York: Diplomasi Kota yang Semakin Penting

Urban 20 (U20) Mayors Summit adalah forum para pemimpin kota besar dunia untuk berbagi perspektif, menyusun rekomendasi kebijakan perkotaan, dan merumuskan kerja sama konkret lintas batas, dengan fokus pada transportasi, perumahan, iklim, mobilitas manusia, dan kesempatan ekonomi sebagai inti tantangan kota besar masa kini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memenuhi undangan Wali Kota New York City Zohran Mamdani untuk menghadiri U20 Mayors Summit yang digelar 19–21 September di New York. Momentum ini sengaja disejajarkan dengan pembukaan Sidang Majelis Umum PBB, menegaskan bahwa isu kota besar sudah tidak bisa dipandang sekadar urusan administratif lokal. Keputusan Jakarta datang ke New York bukan wisata politik, melainkan langkah strategis: membawa 37 proyek kerja sama antarkota dan menjadikan diplomasi perkotaan sebagai salah satu jalur utama peningkatan kualitas hidup warga.

Kolaborasi Jakarta–New York: Transportasi, Perumahan, dan Iklim sebagai Poros

Inti penting dari Mayors Summit 2026 adalah kolaborasi Jakarta–New York yang sengaja diarahkan pada sektor transportasi, perumahan, dan penanganan krisis iklim perkotaan. Pramono dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Zohran Mamdani pada 20 September untuk membahas kerja sama langsung di bidang transportasi publik dan kualitas udara, pengelolaan air dan ketahanan pesisir, pengelolaan sampah, serta keterjangkauan harga pangan. Di balik daftar isu itu ada pengakuan jujur: tantangan kota besar tidak lagi bisa ditangani sendirian. Jakarta dan New York sama-sama menghadapi problem kemacetan, polusi, krisis perumahan terjangkau, dan ancaman iklim. Mengadopsi praktik terbaik kota lain lebih cepat dan lebih murah dibanding mencoba semua hal sendiri. Pertanyaannya bukan lagi apakah kolaborasi antarkota penting, tetapi seberapa berani Jakarta mengubah hasil pertemuan ini menjadi kebijakan nyata di jalan, rumah susun, dan kawasan pesisir.

Gubernur Jakarta Hadiri Mayors Summit: Kota Besar Harus Bergerak Bersama

U20 Sebagai Laboratorium Solusi Tantangan Kota Besar

U20 adalah kelompok keterlibatan G20 yang menjadi wadah pemimpin kota besar dunia menyampaikan perspektif dan rekomendasi kebijakan perkotaan, dengan siklus 2026 dipimpin bersama New York dan Los Angeles. Dalam forum ini, para wali kota membahas keterjangkauan perumahan, perubahan iklim, mobilitas manusia, dan perluasan kesempatan ekonomi sebagai empat simpul utama tantangan kota besar. Jakarta sudah lama menjadi bagian dari U20 dan terus berpartisipasi dalam kerja sama antarkota untuk menjawab tantangan tersebut. Di New York, Pramono juga menjadi pembicara dalam Heat Roundtable bersama jejaring C40 Cities, Harvard University’s Salata Institute for Climate and Sustainability, dan Atlantic Council’s Climate Resilience Center, membahas panas perkotaan ekstrem serta ketahanan iklim. Di sinilah nilai U20: bukan seremoni foto bersama, melainkan laboratorium ide tempat kota saling menguji dan meminjam solusi yang terbukti efektif.

Dari Agenda Global ke Manfaat Lokal: Apa yang Harus Diwujudkan Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara terang menyatakan bahwa kunjungan ke Mayors Summit ditujukan untuk mendorong kerja sama antarkota menjadi program konkret yang bermanfaat bagi masyarakat di kedua kota. "Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi Jakarta untuk memperkuat perannya dalam kerja sama antarkota global, sekaligus membawa pulang pengetahuan dan kemitraan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan layanan publik dan kualitas hidup warga Jakarta," ujar Pramono. Jakarta membawa 37 proyek kerja sama yang diharapkan menambah kemitraan internasional dan mengangkat kualitas hidup warga sebagai kota modern. Selain sektor inti seperti transportasi dan iklim, ada pula agenda olahraga dan pariwisata melalui Letter of Intent dengan New York University, untuk pengembangan industri olahraga, pemasaran, dan manajemen event berbasis kolaborasi pendidikan. Tantangannya sekarang adalah memastikan semua komitmen itu tidak berhenti sebagai portofolio di dokumen, melainkan menjadi angkutan umum yang lebih manusiawi, udara yang lebih bersih, dan hunian yang lebih terjangkau di tingkat RT dan RW.

Kesimpulan: Kota Besar Perlu Berani Belajar dan Berbagi

Kehadiran Gubernur Jakarta di Mayors Summit menegaskan satu hal: masa depan kota besar ditentukan oleh kemauan untuk belajar dan berbagi, bukan berkompetisi tanpa arah. U20 menjadi platform berbagi solusi di mana Jakarta datang bukan sebagai penonton, melainkan sebagai kontributor dengan puluhan proyek kerja sama yang siap dinegosiasikan. Pertemuan dengan Wali Kota New York, komitmen pada kerja sama transportasi, perumahan, dan iklim, hingga forum khusus tentang panas perkotaan, semuanya menunjukkan bahwa tantangan kota besar sudah setara dengan isu global lain seperti ekonomi dan keamanan. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kunjungan ini bukan seberapa sering nama Jakarta disebut di panggung internasional, tetapi seberapa cepat warga merasakan perubahan: waktu tempuh yang lebih singkat, udara yang lebih sehat, harga pangan dan hunian yang lebih masuk akal. Jika itu tercapai, maka diplomasi kota yang dilakukan Pramono di New York pantas disebut investasi politik yang tepat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!