ANTAM Menjaga Pertumbuhan Pendapatan dan Laba
Pemulihan kinerja keuangan tambang adalah perbaikan pendapatan dan laba perusahaan pertambangan setelah tekanan sebelumnya, yang dapat dinilai melalui hasil periode berjalan serta prospek usaha jangka menengah. Pada Semester I 2026, ANTAM mencatatkan pendapatan Rp62,71 triliun, naik 6,3% dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan mencapai Rp6,91 triliun, meningkat 34% dari Rp5,14 triliun. Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan laba ini lebih meyakinkan daripada kenaikan penjualan semata: perusahaan juga memperlihatkan kemampuan mengubah aktivitas bisnis menjadi hasil yang lebih baik. ANTAM mengandalkan portofolio emas, nikel, dan bauksit, dengan fokus pada optimalisasi operasional bernilai tambah serta pengembangan usaha berkelanjutan. Bagi pemegang saham, capaian tersebut memberi landasan untuk menilai strategi berikutnya, tetapi keberlanjutannya tetap bergantung pada disiplin operasional dan keputusan pendanaan yang cermat.
Ancora Balik Laba, Kontrak Menjadi Penopang
Ancora Indonesia Resources menunjukkan jenis pemulihan yang berbeda. Dalam laporan interim yang belum diaudit untuk sembilan bulan pertama 2026, perusahaan membukukan laba bersih Rp40,4 miliar setelah mencatat rugi Rp82,6 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.






