Dua jalur promosi, satu tujuan
Promosi UMKM adalah upaya memperkenalkan produk kepada pembeli melalui kanal digital dan pertemuan langsung, agar usaha kecil dapat menjangkau pasar baru sekaligus memahami kebutuhan konsumennya. Kedua jalur ini bukan pilihan yang saling menggantikan: marketplace dapat membawa produk ke luar wilayah penjualan biasa, sedangkan bazar membuat calon pembeli bisa melihat, mencoba, dan bertanya langsung. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengajak warga Sulawesi Selatan, terutama generasi muda, untuk membeli produk lokal sekaligus mendorong pelaku usaha memasarkan produk melalui TikTok Shop, Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri pesta rakyat di Makassar pada 25 Oktober 2026. Pesannya tepat: dukungan konsumen dan kecakapan menjual secara daring perlu berjalan beriringan. Ketika produk UMKM lokal bersaing dengan derasnya produk impor, promosi saja tidak cukup; pembelian berulang dan akses ke lebih banyak calon pelanggan sama-sama menentukan.
Marketplace memperluas jangkauan
Bagi usaha yang selama ini mengandalkan penjualan di lingkungan sekitar, marketplace UMKM menawarkan jalan untuk ditemukan oleh konsumen di luar jangkauan pemasaran konvensional. TikTok Shop, Shopee, Lazada, dan Tokopedia memberi pelaku usaha kanal untuk menampilkan produk, menjelaskan keunggulannya, dan menerima pesanan tanpa harus menunggu calon pembeli datang ke satu lokasi. Karena itu, promosi UMKM digital seharusnya menjadi bagian dari cara kerja usaha, bukan aktivitas sesekali. Namun, kehadiran di platform bukan jaminan penjualan. Pelaku usaha tetap perlu menjaga kualitas, memahami kebutuhan konsumen, serta menyusun materi promosi yang jelas. Pemerintah juga mendorong masyarakat menyebarkan informasi tentang kanal-kanal tersebut kepada pelaku UMKM lain. Dukungan itu baru berarti jika diikuti langkah praktis: produk mudah ditemukan, informasinya meyakinkan, dan pengalaman belanja mendorong pelanggan untuk kembali.
Bazar memberi ruang untuk bertemu dan belajar
Kehadiran langsung di bazar menawarkan sesuatu yang sulit digantikan halaman produk daring: percakapan spontan dan respons pelanggan saat itu juga. Pada Adaro Specta Preneur 2026 di Banjarbaru, 14 UMKM binaan peserta Pertamina UMK Academy 2026 membawa kuliner khas, kriya, fesyen, dan produk olahan kreatif. Pameran berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 dengan dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dan Rumah BUMN Banjarmasin. Pengunjung dapat mengenal cerita di balik produk, sementara pelaku usaha berkesempatan menerima masukan mengenai rasa, kemasan, dan kebutuhan pasar. Nilai bazar tidak semestinya dihitung dari penjualan selama acara saja. Pertemuan itu juga dapat menghasilkan calon pelanggan, hubungan dengan mitra usaha, dan wawasan untuk menyempurnakan produk. Bagi produk lokal kreatif, kesempatan menjelaskan keunggulan secara langsung bisa menjadi pembeda yang tidak tertangkap dari foto semata.

Promosi perlu berlanjut setelah acara
Pasar rakyat di Makassar yang dihadiri Maman menampilkan sekitar 50 stan makanan dan minuman, tanda bahwa acara langsung dapat memberi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Namun, keramaian sesaat bukan strategi jangka panjang. Pelaku usaha perlu membawa minat pengunjung ke kanal digital, lalu menggunakan pertanyaan dan tanggapan dari pembeli untuk memperbaiki produk serta cara memasarkannya. Pembinaan Pertamina UMK Academy mencakup manajemen usaha, legalitas, kemasan, dan digitalisasi sebelum peserta mengikuti pameran. Pola yang menggabungkan pelatihan, pengalaman tatap muka, dan promosi daring lebih menjanjikan daripada mengandalkan satu kanal. Konsumen pun punya peran sederhana tetapi nyata: memilih produk lokal dalam belanja sehari-hari membantu perputaran ekonomi dirasakan pelaku usaha daerah.
Kesimpulannya, marketplace membuka pintu ke pembeli yang lebih jauh, sedangkan bazar membantu UMKM membangun kepercayaan dan belajar langsung dari pasar. Keduanya harus menjadi rangkaian yang berkelanjutan, bukan promosi terpisah. Dukungan masyarakat, pendampingan usaha, dan pemanfaatan teknologi dapat membuat produk UMKM lokal lebih dikenal sekaligus memperbesar peluang penjualan setelah acara usai.






