Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Otomatisasi dan Riset Jadi Andalan di Pasar Pelumas Global

Otomatisasi dan Riset Jadi Andalan di Pasar Pelumas Global
Minat|Perawatan Rambut

Daya saing dibangun dari proses yang konsisten

Otomatisasi produksi pelumas adalah penggunaan sistem terukur untuk mencampur bahan baku secara akurat, menjaga spesifikasi produk, dan mendukung pasokan dalam skala besar. Bagi Pertamina Lubricants, pendekatan ini bukan sekadar pembaruan mesin, melainkan fondasi untuk bersaing di pasar pelumas global yang menuntut efisiensi dan mutu konsisten. Pada kunjungan media ke Production Unit Jakarta (PUJ), Rabu (28/10), Manager PUJ Dody Arief Aditya menjelaskan bahwa kebutuhan pelumas makin beragam seiring perkembangan kendaraan dan peralatan industri. Karena itu, ketepatan formulasi dan konsistensi blending sama pentingnya dengan mutu base oil dan aditif. Otomatisasi produksi membantu mengurangi variasi proses, sehingga perusahaan lebih siap menghasilkan produk sesuai spesifikasi untuk pasar domestik maupun ekspor. Nilai strategisnya terletak pada kemampuan mengulang mutu yang sama, bukan semata-mata pada besarnya kapasitas.

Teknologi In-Line Blending mencampur bahan pelumas secara kontinu di dalam jalur pipa, sementara Simultaneous Metered Blending mengatur pencampuran untuk menghasilkan produk dengan kandungan logam rendah. Automatic Batch Blender melengkapi sistem itu dengan kapasitas hingga 30 ton per proses, termasuk untuk jenis pelumas dengan kebutuhan produksi tertentu. Ragam teknologi ini memberi ruang bagi PUJ untuk menangani volume besar sekaligus variasi spesifikasi tanpa mengabaikan kendali mutu.

Otomatisasi dan Riset Jadi Andalan di Pasar Pelumas Global

Skala pabrik memberi ruang untuk melayani beragam kebutuhan

PUJ menggabungkan fasilitas pelumas, grease, dan viscosity modifier dalam area lebih dari 12 hektare. Kapasitas tahunannya mencapai 270 juta liter untuk pelumas, 8.000 metrik ton untuk grease, serta 14 juta liter untuk viscosity modifier. Skala tersebut penting karena permintaan datang dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan aplikasi industri dengan karakteristik berbeda. Perusahaan mengklaim kapasitas PUJ dapat memenuhi kebutuhan pelumas lebih dari 67,5 juta mobil. Angka besar ini menunjukkan kemampuan pasokan, tetapi keunggulan yang bertahan ditentukan oleh apakah volume dapat diproduksi dengan spesifikasi yang konsisten.

PUJ memasok produk untuk kebutuhan dalam negeri sekaligus menopang ekspor. Pertamina Lubricants telah mengekspor produknya ke 17 negara, sehingga konsistensi proses menjadi syarat praktis untuk melayani pasar lintas batas. Bagi pengguna, pengendalian mutu bukan urusan pabrik semata: pelumas yang sesuai spesifikasi membantu memenuhi kebutuhan mesin, sementara pemantauan kondisi oli dapat mendukung keandalan peralatan dan efisiensi operasional pelanggan. Skala produksi baru bernilai ketika hasilnya tetap dapat diandalkan di lapangan.

Otomatisasi dan Riset Jadi Andalan di Pasar Pelumas Global

Riset menghubungkan formula dengan kebutuhan mesin

Otomasi dapat menjaga proses pencampuran, tetapi tidak menentukan sendiri formula yang tepat. Di sinilah pusat riset pelumas Lubricants Technology Center (LTC) melengkapi kemampuan manufaktur Pertamina Lubricants. Berlokasi di Plumpang, Jakarta Utara, LTC diresmikan pada 2023 dan memiliki luas 12.500 meter persegi. Pusat ini mengintegrasikan pengembangan produk, pengujian kualitas, pemantauan kondisi pelumas, serta peningkatan kompetensi pelanggan. Fasilitas utamanya meliputi Laboratorium Riset dan Pengembangan Produk, Laboratorium Oil Clinic, serta Integrated Lubrication Management Academy. Susunan ini mendukung pekerjaan dari pengembangan formulasi sampai pemantauan kinerja dan layanan teknis.

Pengembangan produk melalui tahapan formulasi, bench test, engine test, hingga troubleshooting. Pengujian di laboratorium dan lapangan membantu perusahaan menyesuaikan produk dengan karakteristik mesin serta kondisi operasional, sekaligus mengumpulkan umpan balik dari penggunaan nyata. Pendekatan tersebut membuat riset berfungsi sebagai penghubung antara kebutuhan pelanggan dan lini produksi: formulasi yang diuji dapat diteruskan ke proses manufaktur dengan standar yang lebih jelas. Dalam persaingan merek global, kemampuan menyesuaikan produk berdasarkan bukti pengujian lebih bernilai daripada mengandalkan kapasitas pabrik saja.

Keunggulan ekspor bergantung pada mutu yang dapat diulang

Strategi Pertamina Lubricants menggabungkan tiga unsur yang saling menguatkan: kapasitas untuk memenuhi permintaan, otomasi untuk mengendalikan proses, dan riset untuk merancang produk sesuai kebutuhan mesin. Ekspor ke 17 negara menunjukkan bahwa jaringan pasokan telah menjangkau pasar internasional, tetapi jangkauan saja tidak cukup untuk mempertahankan daya saing. Setiap produk tetap harus memenuhi spesifikasi dan memberikan kinerja yang sesuai dengan aplikasinya. Karena itu, investasi pada proses dan pengujian menjadi landasan yang lebih berarti daripada sekadar memperbesar volume.

Bagi pelumas Pertamina, tantangan berikutnya yang tercermin dari strategi ini adalah menyelaraskan hasil riset dengan disiplin produksi dalam setiap batch. PUJ menyediakan skala dan teknologi, sedangkan LTC mendukung pengembangan serta validasi formula. Keduanya memberi perusahaan perangkat untuk menjaga efisiensi operasional tanpa mengorbankan mutu. Kesimpulannya, otomatisasi dan riset bukan dua agenda terpisah: ketika bekerja bersama, keduanya memungkinkan Pertamina Lubricants melayani kebutuhan beragam dan mempertahankan kepercayaan pasar domestik maupun global.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!