Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pertamina SMEXPO Jadi Jembatan UMKM Riau Menuju Pasar Global

Pertamina SMEXPO Jadi Jembatan UMKM Riau Menuju Pasar Global
Minat|Asia Tenggara

Pertamina SMEXPO: Pameran dagang lokal yang berorientasi global

Pertamina SMEXPO adalah pameran dagang lokal yang dirancang sebagai platform pembinaan, kurasi, dan promosi bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing, memperluas jejaring bisnis, dan menembus pasar regional, nasional, hingga pasar global UMKM melalui pertemuan langsung dengan pembeli, korporasi, dan mitra strategis terkait ekspor. Di Atrium Living World Pekanbaru, pameran ini menghadirkan 32 stand UMKM yang mengangkat produk unggulan Riau, mulai dari kerajinan, kuliner, hingga fesyen lokal. Ini bukan sekadar ruang jual beli, melainkan panggung yang sengaja disusun agar UMKM Riau ekspor bukan lagi jargon, tetapi target yang disiapkan langkah demi langkah. Yang menarik, sejak awal SMEXPO diposisikan sebagai wadah penguatan dan pembinaan UMKM, bukan hanya seremoni tahunan. Dengan tema “Lokal Jadi Vokal”, pesan yang disampaikan jelas: produk lokal tidak boleh berhenti di pasar lokal. Pertamina, melalui program kemitraannya, merajut ekosistem dari tingkat daerah, lalu regional, hingga kelak mengantar peserta terpilih menembus pasar global UMKM. Di tengah pasar yang makin padat pemain, model pameran seperti ini lebih relevan daripada sekadar festival belanja singkat.

32 Stand UMKM Riau: Dari tenun, kuliner, hingga fesyen berkarakter ekspor

Deretan 32 stand UMKM binaan Pertamina di SMEXPO pekan ini bukan kumpulan produk serba-ada, melainkan hasil kurasi dengan menonjolkan kekhasan daerah. Nama-nama seperti Rehani Tenun, Batik Candafa, Sulaman Ambun Sari, Mahacinta Jewelry, hingga Umah Oleh-oleh membawa narasi kuat bahwa kerajinan dan fesyen Riau siap bersaing selama mampu menjaga mutu dan konsistensi. Di sisi lain, ragam kuliner dan makanan-minuman olahan menghadirkan peluang besar: produk mudah dikirim, mudah dikemas, dan dekat dengan selera pasar regional. Produk kerajinan tangan, kuliner khas daerah, dan fesyen lokal memenuhi atrium mal, menjadikan pameran dagang lokal ini terasa seperti etalase mini potensi ekspor. Di sinilah keseriusan tampak: jika UMKM Riau ekspor ingin naik kelas, maka standar produk, cerita brand, dan kemasan harus sudah dipikirkan sejak panggung lokal seperti ini. Pameran memberi panggung, tapi cuma UMKM yang siap yang akan bertahan di pasar global UMKM.

Pemprov Riau: UMKM sebagai motor ekonomi dan tiket ke pasar internasional

Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa UMKM adalah fondasi utama perekonomian daerah, karena di balik angka pertumbuhan usaha kecil terdapat jutaan aktivitas ekonomi keluarga. Pernyataan ini bukan basa-basi seremonial: ketika Asisten III Setdaprov berbicara, ia menautkan langsung nasib UMKM dengan arah perekonomian Riau secara keseluruhan. Di sisi lain, pemerintah mengakui tantangan baru: kualitas produk, kemasan, penguatan merek, pemenuhan standardisasi, sampai pemanfaatan teknologi digital. Pesan kuncinya tegas dan layak dikutip: “Jangan hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi pastikan produk tersebut mampu ditemukan, dikenal, dipercaya, dan dibeli oleh konsumen”. Orientasinya jelas: agar UMKM tidak berhenti di pasar lokal, tetapi konsisten diarahkan menembus pasar global. Dalam konteks ini, Pertamina SMEXPO 2026 menjadi panggung konkret di mana komitmen pemerintah terhadap ekspansi pasar internasional UMKM Riau diuji, bukan hanya diumumkan.

SMEXPO sebagai ekosistem pembinaan: dari pameran regional ke pintu ekspor

Pertamina SMEXPO bukan event sekali datang lalu selesai; ia bagian dari ekosistem pembinaan UMKM yang telah berjalan sejak 2020 dan kini memasuki tahun ketujuh. Pada awalnya digelar secara virtual lalu beranjak ke format fisik dan berkembang dari tingkat regional hingga nasional, dengan puncak kegiatan di ibu kota. Pola bertahap ini menunjukkan satu hal: pasar global UMKM tidak didekati lewat lompatan instan, melainkan anak tangga berjenjang. Manager program kemitraan Pertamina menjelaskan bahwa SMEXPO dirancang agar UMKM dapat dibina dari tingkat regional, kemudian dibawa ke tingkat nasional, dengan harapan akhirnya bisa masuk ke pasar global. Di sela pameran, pelaku usaha juga mendapat peluang bertemu korporasi, mitra bisnis, hingga mengikuti kegiatan yang membuka akses pasar internasional dan pitching bersama atase perdagangan. Artinya, pameran ini secara fungsional adalah platform perdagangan regional yang sengaja disambungkan ke jalur ekspor, bukan sekadar parade stan lokal.

Opini: Lokal Jadi Vokal, tapi beranikah UMKM mengelola standar global?

Tema “Lokal Jadi Vokal” baru bermakna jika diikuti kesiapan UMKM merespons standar global. Puluhan pelaku usaha yang membawa produk unggulannya ke SMEXPO telah selangkah lebih maju: mereka keluar dari zona nyaman, menjadikan pameran dagang lokal sebagai latihan menghadapi konsumen yang lebih kritis. Namun langkah berikutnya jauh lebih menantang: konsistensi mutu, volume produksi, standardisasi, dan manajemen pesanan ekspor. Kabar baiknya, pola kolaborasi antara BUMN dan pemerintah menunjukkan arah yang jelas: ekosistem UMKM Riau ekspor sedang dibangun, bukan sekadar diwacanakan. SMEXPO menyediakan jembatan; pelaku usaha yang memutuskan apakah akan menyeberang atau berhenti di tepi. Jika para pelaku UMKM mampu mengubah setiap pameran menjadi laboratorium pembelajaran bisnis, maka tidak berlebihan untuk berharap bahwa dalam beberapa tahun ke depan, lebih banyak produk lokal Riau akan hadir di rak-rak pasar global UMKM, bukan hanya di etalase mal kota.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!