Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

PAUD Digital: Layar Interaktif, Nalar, dan Peran Guru

PAUD Digital: Layar Interaktif, Nalar, dan Peran Guru
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Perangkat digital sebagai alat, bukan tujuan

Digitalisasi PAUD adalah penggunaan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar anak usia dini, dengan tetap menempatkan permainan, interaksi langsung, dan tumbuh kembang sebagai pusat pembelajaran. Prinsip ini penting saat layar mulai hadir di ruang kelas: perangkat baru hanya berguna bila membantu anak memahami materi, bukan menggantikan guru atau kegiatan bermain. Pada 22 Oktober 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mulai menyalurkan Smart TV dan Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan PAUD dan TK sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan melalui teknologi. Di PAUD Al Kautsar, Kepala PAUD Laila menyambut bantuan itu karena dapat membuat penyampaian materi lebih variatif. Smart TV pendidikan dan IFP juga dapat menyajikan materi secara visual sehingga lebih menarik untuk dipahami anak. Namun, bagi anak usia 3–5 tahun, teknologi semestinya menjadi pemantik rasa ingin tahu, bukan alasan untuk memperpanjang waktu menatap layar.

Nalar komputasional dimulai dari permainan

Digitalisasi PAUD tidak cukup diukur dari jumlah layar yang tersedia. Anak juga perlu dibimbing untuk mengamati, mencoba, mengenali pola, lalu mencari jalan keluar dari persoalan sederhana. Di Kabupaten Mukomuko, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan bimbingan teknis bagi lembaga PAUD dengan tema berpikir komputasi. Gagasan ini kerap disalahartikan sebagai pelajaran komputer, padahal inti pola pikir komputasional ialah membangun cara berpikir logis, kreatif, dan terstruktur. Anak dapat berlatih lewat permainan yang meminta mereka mengelompokkan benda, menyusun urutan, atau mencoba beberapa cara untuk menyelesaikan tantangan. Kepala dinas, Arni Gusnita, menegaskan, “Berpikir komputasi bukan berarti anak PAUD harus belajar komputer.” Penekanan itu tepat: pembelajaran anak usia dini seharusnya memberi ruang untuk bertanya dan bereksplorasi, bukan memindahkan beban pelajaran teknologi ke usia yang terlalu muda.

PAUD Digital: Layar Interaktif, Nalar, dan Peran Guru

Mutu ditentukan oleh penerapan di kelas

Dua inisiatif ini menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran PAUD memerlukan lebih dari pengadaan perangkat. Bimtek hanya akan berdampak bila pendidik menerjemahkan konsep menjadi kegiatan yang sesuai dengan kesiapan anak, sedangkan Smart TV dan IFP baru bernilai jika dipakai untuk memperjelas pengalaman belajar. Karena itu, harapan agar materi Bimtek diterapkan di lembaga masing-masing perlu diikuti perubahan nyata dalam aktivitas harian, bukan berhenti sebagai pemahaman saat pelatihan. Begitu pula, PAUD Al Kautsar diharapkan mengoptimalkan perangkat digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Ukuran keberhasilan bukan seberapa canggih kelas terlihat, melainkan apakah anak lebih aktif mengamati, berdiskusi, mencoba, dan menemukan solusi dengan caranya sendiri. Pendekatan bermain dan interaksi langsung harus tetap menjadi penyangga, sementara teknologi memberi variasi dan dukungan visual. Digitalisasi yang berpihak pada anak berarti memilih manfaat pendidikan di atas kesan modern.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!