Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

BPOM Uji Beeru Stevia dan Minta Doktif Buka Data

BPOM Uji Beeru Stevia dan Minta Doktif Buka Data
Minat|Gaya Hidup Sehat

Dugaan pada label kini diuji

Beeru Stevia adalah pemanis meja yang kini diperiksa BPOM untuk memastikan kandungan produk sesuai dengan informasi pada kemasannya, setelah muncul dugaan adanya bahan yang tidak dicantumkan. Ini bukan sekadar polemik tentang istilah “stevia”: keakuratan label menentukan apakah konsumen bisa memahami apa yang mereka gunakan. Pada Selasa, 3 November 2026, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan sampel produk yang beredar telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium dan perusahaan terkait telah dipanggil guna memberikan klarifikasi. Langkah itu menyusul unggahan Dokter Detektif (Doktif) di media sosial pada 28 Oktober, yang menampilkan hasil uji mandiri dan mempertanyakan komposisi serta klaim kalori produk. Karena hasil resmi belum tersedia, dugaan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan. Namun, BPOM perlu menjelaskan hasilnya dengan terang, bukan membiarkan konsumen menebak-nebak dari unggahan yang viral.

Apa yang dipersoalkan dan bagaimana BPOM memeriksa

Doktif menuding produk mengandung sukralosa dan neotam yang tidak tercantum pada daftar komposisi, serta mempertanyakan klaim nol kalori. Dokumen uji yang ditampilkan Doktif mencatat karbohidrat 47,21 persen dan energi 188,84 kilokalori per 100 gram, berikut angka sukralosa 101.297,89 miligram per liter dan neotam 5.280,99 miligram per liter. Angka itu berasal dari hasil yang dipublikasikan Doktif, bukan kesimpulan BPOM. Pemeriksaan sampel BPOM karena itu penting: menurut Taruna, penentuan sampel tidak semestinya bertumpu pada satu tempat atau satu laboratorium. BPOM juga meminta Doktif datang untuk menjelaskan asal data, laboratorium yang digunakan, dan sampel yang diuji. Klarifikasi ini bukan pengganti hasil laboratorium resmi; ia membantu regulator menilai bukti secara lebih utuh sebelum mengambil keputusan.

BPOM menyatakan pengawasan mencakup penelusuran, pemeriksaan, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, dan evaluasi. Kerangka ini lebih meyakinkan daripada menyimpulkan persoalan hanya dari satu hasil uji mandiri, tetapi prosesnya harus disertai komunikasi yang jelas agar pemeriksaan tidak terasa seperti penundaan tanpa kepastian.

Label, konsumen, dan tenggat hasil

Label pemanis stevia perlu dibaca bersama komposisi dan klaim produk, bukan hanya nama bahan pemanis yang menonjol. BPOM menjelaskan bahwa glikosida steviol berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, memiliki tingkat kemanisan 200–300 kali sukrosa, dan tidak memiliki nilai kalori. Namun, penjelasan umum tentang steviol tidak menjawab apakah dugaan neotam dan sukralosa pada Beeru Stevia benar; hal itu tetap harus dipastikan lewat pengujian. Sementara verifikasi berlangsung, Beeru Indonesia menghentikan sementara seluruh penjualan produk dan menyatakan pengujian diperkirakan memerlukan tujuh hari kerja. Bagi konsumen, pilihan paling masuk akal adalah menunggu informasi terverifikasi, mengikuti petunjuk penggunaan pada label, dan tidak mengonsumsi BTP pemanis secara berlebihan. BPOM juga mengimbau masyarakat mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing serta melaporkan keluhan atau produk yang diduga tidak sesuai melalui Contact Center HALOBPOM 1500533.

Kesimpulan: tunggu bukti, tuntut keterbukaan

Hasil laboratorium resmi akan menjadi penentu, bukan besarnya perhatian di media sosial. Manajemen Beeru memperkirakan hasil pengujian keluar dalam tujuh hari kerja dan berjanji menyampaikan perkembangan setelah hasil diterima. BPOM juga menyebut hasil pengawasan akan disampaikan setelah proses selesai. Bila ditemukan ketidaksesuaian, regulator menyatakan dapat mengambil tindakan bertahap, termasuk pencabutan izin edar, penyitaan produk, atau penghentian distribusi. Sikap yang tepat sekarang adalah tidak menganggap dugaan sebagai fakta, tetapi juga tidak meremehkan pentingnya label yang akurat. BPOM perlu memaparkan dasar pemeriksaan dan hasilnya secara mudah dipahami; perusahaan pun perlu menjelaskan tanggung jawabnya kepada konsumen. Kejelasan itu lebih berguna daripada saling bantah, karena hanya bukti yang transparan dapat memulihkan kepercayaan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!