Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Jalan Rampung, Warga Menikmati Akses yang Lebih Lancar

Dua Jalan Rampung, Warga Menikmati Akses yang Lebih Lancar
Minat|Asia Tenggara

Jalan lokal adalah urat nadi keseharian

Jalan lokal adalah akses yang menghubungkan permukiman dan pusat kegiatan sehari-hari, sehingga kondisinya menentukan seberapa mudah warga bepergian, bekerja, serta mengangkut barang. Rampungnya pavingisasi di Desa Tanggul, Wonoayu, Sidoarjo, dan pengecoran Jalan Tanjunganom-Daleman di Sukoharjo menunjukkan manfaat yang berbeda, tetapi sama-sama nyata: perjalanan lebih lancar dan risiko akibat jalan rusak berkurang. Perbandingan kedua proyek ini juga mengingatkan bahwa pembangunan jalan tak semestinya dinilai hanya dari panjang atau jenis permukaannya. Ukuran terpenting ialah apakah akses tersebut menjawab kebutuhan warga dan mendukung kegiatan lokal. Di Tanggul, manfaatnya hadir melalui jalan lingkungan yang sebelumnya dikeluhkan becek; di Sukoharjo, perbaikan menyasar jalur penghubung antarkecamatan dengan mobilitas tinggi. Keduanya membuktikan bahwa kualitas konektivitas sehari-hari sering ditentukan oleh jalan yang dekat dengan rumah dan aktivitas warga.

Tanggul: akses lingkungan sekaligus kerja bagi warga

Proyek pavingisasi Desa Tanggul dinyatakan rampung pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan RAB, pekerjaan tersebut memiliki panjang awal 350 meter, lebar 4 meter, dan anggaran Rp 352 juta. Kepala Desa Tanggul Syaiful Akhmadi menyatakan pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan warga setempat, meski sempat muncul tudingan proyek dikerjakan pihak ketiga. Catatan proyek menyebut hasil akhirnya mencapai 1.528,5 meter dari rencana sekitar 1.400 meter, termasuk tambahan volume 20 meter x 3,5 meter. Karena data panjang awal dalam RAB dan angka volume akhir disajikan dengan acuan berbeda, angka tersebut sebaiknya tidak disamakan begitu saja. Yang lebih langsung dirasakan warga ialah jalan yang sebelumnya becek kini mulus. Kualitasnya juga diuji dengan dilalui truk pengangkut tebu tanpa kerusakan. Selain memudahkan mobilitas harian, pekerjaan itu memberi tambahan penghasilan bagi warga yang terlibat sebagai buruh bangunan.

Dua Jalan Rampung, Warga Menikmati Akses yang Lebih Lancar

Tanjunganom-Daleman: jalur penghubung yang lebih aman

Berbeda dari jalan lingkungan di Tanggul, jalan Tanjunganom Daleman merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Baki dan Grogol. Ruas dengan lalu lintas cukup tinggi ini sebelumnya rusak dan berlubang; saat hujan lebat, genangan menutupi lubang dan membuat pengendara motor rentan celaka. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menuntaskan pengecoran beton secara bertahap selama dua tahun, sejak 2025 hingga 2026. Kini warga dan pelaku usaha dapat melintas dengan lebih leluasa, termasuk pada malam hari atau ketika hujan, menurut kesaksian warga Desa Kudu, Suprapto. Di sini, manfaat jalan tak berhenti pada kenyamanan perjalanan pribadi: konektivitas yang lebih baik juga mendukung distribusi barang dan jasa antardaerah. Karena ruas ini menampung pergerakan lebih besar daripada jalan permukiman, konstruksi beton menjadi respons penting terhadap kondisi rusak dan kebutuhan lalu lintasnya.

Dua kebutuhan, satu pelajaran bagi pembangunan

Kedua proyek tidak perlu diperlakukan sebagai perlombaan. Paving di Tanggul menjawab kebutuhan akses dekat permukiman sekaligus membuka pekerjaan bagi warga lokal, sedangkan beton di Tanjunganom-Daleman memperbaiki jalur utama penghubung dua kecamatan yang ramai dilalui. Perbedaan skala dan fungsi itu justru menegaskan bahwa pembangunan jalan harus mengikuti masalah di lapangan. Di Tanggul, warga dan pemerintah desa menyebut pekerjaan dilakukan dengan pengawasan serta pendampingan profesional; jika terdapat sisa anggaran, kepala desa menyatakan dana akan dikembalikan ke kas desa atau mengikuti petunjuk teknis. Di Sukoharjo, pemerintah menyatakan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas, termasuk rehabilitasi jembatan untuk memperkuat hubungan antardaerah, sambil tetap memperhatikan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan. Kesimpulannya, jalan lokal yang dirancang sesuai kebutuhan dapat memberi hasil yang lebih terasa daripada proyek yang hanya mengejar tampilan: perjalanan warga, kegiatan usaha, dan hubungan antarkawasan sama-sama terbantu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!