Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Belajar Gizi Sejak PAUD, Mencegah Stunting dari Rumah

Belajar Gizi Sejak PAUD, Mencegah Stunting dari Rumah
Minat|Pengetahuan Parenting

Kebiasaan sehat dimulai sebelum sekolah

Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, yang dapat membuat tinggi badannya berada di bawah standar usia. Karena pencegahannya tak bisa menunggu anak masuk sekolah, edukasi gizi anak sejak PAUD layak menjadi bagian dari kebiasaan belajar sehari-hari. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang mengadakan program edukasi pencegahan dan penanganan stunting di PAUD Mutiara Kasih, Bendungan. Kegiatan itu diikuti 30 anak dan dipilih setelah mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan warga terkait penanganan stunting, terutama pada usia dini.

Pilihan untuk mengajarkan gizi lewat kegiatan bermain terasa tepat: nasihat abstrak tentang makan sehat mudah dilupakan anak kecil, sedangkan pengalaman langsung lebih mudah mereka pahami. Program ini memberi sekolah bahan ajar yang bisa dipakai kembali, sekaligus membuka ruang bagi keluarga untuk melanjutkan pembiasaan di rumah.

Belajar Gizi Sejak PAUD, Mencegah Stunting dari Rumah

Isi Piringku menjadi pelajaran yang bisa disentuh

Dalam permainan “ISI PIRINGKU, TEMAN SEHATKU”, mahasiswa mengajak anak mengenali beragam makanan, membedakan makanan bergizi dari makanan yang perlu dibatasi, lalu membentuk contoh hidangan menggunakan clay. Poster bergambar membantu anak melihat contoh makanan sehat, sementara aktivitas membuat bentuk memberi mereka kesempatan untuk belajar dengan tangan, bukan hanya mendengar penjelasan.

Cara ini penting karena edukasi gizi anak bukan soal menghafal nama makanan, melainkan membangun keberanian mencoba dan mengenali pilihan yang lebih baik. Pendidik PAUD menyambut media tersebut dan berharap poster dapat terus digunakan dalam pembelajaran sehari-hari sebagai pengingat. Namun, materi visual saja tidak cukup: kebiasaan makan anak yang memilih-milih tetap perlu dibimbing secara konsisten di sekolah dan rumah.

Keluarga perlu dilibatkan sejak masa kehamilan

Edukasi anak akan lebih kuat bila orang dewasa yang merawatnya juga mendapat dukungan. Di Integrasi Layanan Primer 1, RW 01 Cebongan, tim KKN UNNES GIAT 17 menggelar sosialisasi pencegahan stunting bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita. Materinya mencakup pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan, kebutuhan zat besi ibu hamil, ASI eksklusif usia 0–6 bulan, serta MPASI dengan protein hewani seperti telur, ikan, dan daging lokal.

Pembahasan juga menekankan PHBS dan sanitasi untuk mengurangi risiko infeksi berulang, serta pola asuh balita yang mencakup kehangatan emosional, komunikasi positif, stimulasi tumbuh kembang, dan keterlibatan ayah. Peserta berkonsultasi tentang anak susah makan, kebiasaan mengemut makanan, dan cara memberi stimulasi di rumah. Paket makanan bergizi dibagikan kepada peserta pada akhir kegiatan.

Dari penyuluhan menuju kebiasaan harian

Dua kegiatan ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting lebih masuk akal bila pengetahuan diterjemahkan menjadi rutinitas: anak belajar mengenali makanan seimbang, sementara keluarga memahami gizi, kebersihan, respons terhadap kesulitan makan, dan dukungan emosional. Penyuluhan tidak menjamin perubahan dengan sendirinya. Dampaknya bergantung pada apakah pesan itu dipraktikkan berulang, disesuaikan dengan kondisi rumah, dan didukung sekolah, kader, serta layanan kesehatan.

Langkah berikutnya sudah tergambar dalam harapan para pelaksana: PAUD dapat terus memakai poster sebagai pengingat, dan keluarga di Cebongan diharapkan menerapkan pengetahuan sosialisasi secara konsisten di rumah. Kesimpulannya, edukasi Isi Piringku sejak PAUD dan pendampingan pola asuh bagi keluarga bukan program yang berdiri sendiri, melainkan dua bagian dari upaya pencegahan sejak dini. Keberhasilan akhirnya diukur bukan dari ramainya kegiatan, tetapi dari kebiasaan sehat yang bertahan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!