Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lonjakan Penumpang Drastis: Mampukah Pelabuhan dan Bandara Mengimbangi Mobilitas?

Lonjakan Penumpang Drastis: Mampukah Pelabuhan dan Bandara Mengimbangi Mobilitas?
Minat|Asia Tenggara

Lonjakan Mobilitas: Sinyal Kuat, Tantangan Serius

Lonjakan penumpang di pelabuhan dan bandara adalah peningkatan tajam arus orang yang bepergian melalui fasilitas transportasi laut dan udara, yang tercermin dari pertumbuhan dua digit dalam jumlah penumpang, pergerakan pesawat, serta volume barang dan peti kemas, sehingga memaksa operator mempercepat ekspansi infrastruktur dan peningkatan layanan agar mobilitas massal tetap aman, nyaman, dan efisien. Fenomena ini bukan sekadar statistik menggembirakan, tetapi ujian nyata bagi kesiapan infrastruktur transportasi Asia Tenggara yang mulai kembali padat setelah periode perlambatan. Pertumbuhan penumpang pelabuhan dan ekspansi bandara regional kini menjadi barometer apakah investasi yang selama ini digadang-gadang benar-benar mampu mengimbangi mobilitas yang melesat. Jika tidak diantisipasi, kenyamanan pengguna jasa akan tergerus oleh antrean, keterlambatan, dan kapasitas yang jenuh.

Parepare: Pertumbuhan Penumpang Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang Meningkat

Pelabuhan Parepare mencatat arus penumpang 741.759 orang hingga September, naik 18 persen dari 628.515 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan penumpang pelabuhan ini berarti tambahan 113.244 orang yang harus dilayani dengan fasilitas yang relatif sama. Di saat bersamaan, lalu lintas barang meningkat tajam: arus peti kemas mencapai 8.254 box, tumbuh 14,9 persen dari 7.183 box, dengan volume 9.401 TEUs atau naik 18,8 persen. Barang nonpetikemas pun menyentuh 854.703,89 ton/m³, naik 15,4 persen dari 740.747,78 ton/m³. Lonjakan paralel penumpang dan barang ini jelas mencerminkan momentum ekonomi regional, tetapi juga menambah tekanan operasional. General Manager Pelindo Regional 4 Parepare, Darwis, menegaskan bahwa indikator tersebut menunjukkan aktivitas kepelabuhanan terus bergerak positif dan komitmen menjaga kualitas pelayanan serta koordinasi operasional.

Lonjakan Penumpang Drastis: Mampukah Pelabuhan dan Bandara Mengimbangi Mobilitas?

Soekarno-Hatta: Ekspansi Bandara Regional Didorong 39 Juta Penumpang

Bandara Soekarno-Hatta menghadapi lonjakan penumpang yang jauh lebih masif: 39.287.952 orang dengan 268.200 pergerakan pesawat sepanjang Januari–September. Angka ini menunjukkan bandara tidak lagi sekadar gerbang, melainkan simpul mobilitas yang terus menggelembung. Kuartal III saja mencatat 13.391.354 penumpang, naik 7,96 persen dari 12.404.177 penumpang di Kuartal II, sementara pergerakan pesawat naik 6,42 persen dari 85.014 menjadi 90.476. Jawaban manajemen bukan menunggu, tetapi mempercepat ekspansi bandara regional melalui revitalisasi Terminal 1A untuk mengerek kapasitas dari sekitar 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun, serta beautifikasi menyeluruh di Terminal 3, mulai dari area check-in, boarding lounge, penambahan kursi di boarding gate, hingga toilet dan fasilitas umum lainnya. General Manager Heru Karyadi menegaskan peningkatan pelayanan mencakup pengembangan fasilitas, penguatan kompetensi petugas, penyederhanaan proses, dan pemanfaatan teknologi.

Teknologi, Media, dan Pengguna: Siapa Diuntungkan?

Lonjakan mobilitas memaksa operator tidak hanya membangun fisik, tetapi juga mengubah cara melayani. Di Soekarno-Hatta, digitalisasi layanan digunakan untuk memberi kemudahan dan efisiensi bagi para pelintas, lewat self bag drop, bag tracking, keberangkatan berbasis biometrik, dan digital wayfinding terintegrasi aplikasi ponsel. Ini kabar baik bagi penumpang yang lelah dengan antrean dan proses manual. Di Parepare, fokus perbaikan lebih banyak pada penguatan operasional dan hubungan dengan pemangku kepentingan. Pelindo Regional 4 tidak hanya mendorong peningkatan kualitas pelayanan, tetapi juga mempererat komunikasi dengan media melalui kegiatan Media Port Visit yang diikuti sekitar 80 jurnalis dari Makassar dan Parepare. Langkah ini penting: transparansi informasi dan pemahaman publik tentang peran pelabuhan dalam distribusi logistik dan konektivitas laut di Sulawesi Selatan akan menentukan seberapa besar dukungan terhadap ekspansi ke depan.

Kesimpulan: Ekspansi Wajib, Tapi Harus Berorientasi Pengguna

Data dari Parepare dan Soekarno-Hatta menunjukkan satu hal: mobilitas tumbuh lebih cepat daripada kenyamanan infrastruktur. Pertumbuhan penumpang pelabuhan yang diiringi lalu lintas barang meningkat di Parepare adalah kabar baik bagi ekonomi, tetapi juga alarm agar ekspansi terminal dan infrastruktur pelabuhan tidak lagi ditunda. Di sisi lain, ekspansi bandara regional melalui revitalisasi Terminal 1A dan beautifikasi Terminal 3 di Soekarno-Hatta adalah langkah yang tepat, namun akan dinilai dari seberapa terasa perbaikan bagi penumpang sehari-hari. Operator sudah berjanji menjaga kualitas pelayanan dan keandalan operasional, tetapi janji hanya berarti jika antrean berkurang, proses lebih singkat, dan perjalanan lebih nyaman. Lonjakan penumpang saat ini harus dibaca sebagai momentum untuk merancang infrastruktur transportasi yang bukan hanya lebih besar, tetapi juga lebih manusiawi dan berorientasi pada pengalaman pengguna.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!