Ekspansi yang Berangkat dari Kebutuhan Nyata
Ekspansi bisnis kuliner lintas negara adalah upaya membawa hidangan, merek, dan standar layanan lokal ke pasar baru dengan menyesuaikan diri pada aturan serta kebutuhan pelanggan setempat. Bagi Bumi Aki Group, langkah ini bukan sekadar memasang nama di luar negeri, melainkan menjawab kebutuhan akan makanan bercita rasa Indonesia di Tanah Suci. Perusahaan bersiap memperluas bisnis kuliner Sunda ke Arab Saudi lewat kerja sama dengan BPKH Limited untuk melayani jamaah haji dan umrah serta masyarakat Indonesia yang bermukim di sana. MoU kedua pihak diumumkan pada 21 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan 39 tahun Bumi Aki. Targetnya, pelanggan dapat dilayani secara bertahap mulai 2027, dengan syarat seluruh ketentuan setempat terpenuhi. Karena itu, rencana restoran Sunda Arab Saudi ini lebih tepat dibaca sebagai proyek bertahap daripada pembukaan yang sudah pasti pada tanggal tertentu. Nilai terbesarnya ada pada peluang menghadirkan rasa akrab bagi pelanggan yang jauh dari rumah.
Fasilitasi Membuka Pintu, Bukan Menghapus Tantangan
Dalam kerja sama ini, BPKH Limited berperan sebagai perantara yang membantu kebutuhan investasi, pendampingan teknis, dan perizinan, sementara operasional restoran menjadi tanggung jawab Bumi Aki Group. Mudir BPKH Limited, Iman Ni’matullah, menyatakan, “Kami siap memfasilitasi co-investment, asistensi teknis, hingga penyediaan lisensi perizinan di Arab Saudi”. Pembagian peran ini masuk akal: akses dan pemahaman prosedur lokal dapat membantu perusahaan menghindari langkah awal yang keliru, tetapi keberhasilan layanan tetap bergantung pada kemampuan operator. Bumi Aki memperkirakan pemenuhan administrasi, perpajakan, dan izin membutuhkan sekitar satu hingga dua tahun. Anisha Desiliana juga menyatakan perusahaan siap menyesuaikan menu dengan kebutuhan pasar. Ini penting, sebab kesukaan terhadap cita rasa Indonesia tidak otomatis menjamin kesesuaian seluruh menu. Fasilitasi mengurangi hambatan masuk; kepatuhan dan mutu sajianlah yang akan menentukan apakah pelanggan kembali.
Peluang Pasar Harus Diikuti Kesiapan Operasional
Arab Saudi menawarkan alasan pasar yang lebih konkret daripada sekadar ambisi ekspansi: wisatawan asal negara itu telah menjadi pelanggan Bumi Aki di Indonesia, sementara perusahaan menargetkan jamaah dan masyarakat Indonesia di Tanah Suci. Namun, hal itu belum membuktikan bahwa permintaan di setiap lokasi akan sama; pilihan tempat, pola kunjungan, harga bahan, dan konsistensi rasa tetap perlu diuji. Bumi Aki saat ini mengelola sembilan cabang dengan sekitar 1.000 tenaga kerja, serta merencanakan pengembangan di Semarang, BSD, dan Balikpapan. Skala tersebut menjadi bekal pengalaman, bukan jaminan bahwa bisnis di Timur Tengah akan berjalan tanpa penyesuaian. Menurut saya, ukuran keberhasilan awal seharusnya bukan banyaknya cabang, melainkan kemampuan memenuhi aturan, menjaga mutu, dan membangun pelanggan berulang. Kolaborasi BPKH Limited dan perusahaan kuliner memberi jalur masuk yang lebih terarah; hasil akhirnya tetap ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan.






