Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Transaksi Video Commerce Tembus 2,6 Miliar: Peluang Emas bagi UMKM

Transaksi Video Commerce Tembus 2,6 Miliar: Peluang Emas bagi UMKM
Minat|Aplikasi Ponsel

Video commerce UMKM: dari tren hiburan jadi mesin penjualan

Video commerce UMKM adalah praktik menjual produk secara daring melalui konten video interaktif dan belanja live streaming, di mana konsumen bisa menonton demonstrasi produk, bertanya langsung ke penjual, lalu menyelesaikan transaksi digital UMKM dalam satu alur yang terintegrasi di platform sosial maupun marketplace.

Lonjakan hampir 90 persen transaksi video commerce hingga menyentuh 2,6 miliar transaksi menunjukkan satu hal: konsumen jatuh hati pada format belanja yang interaktif, bukan sekadar katalog statis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut angka 2,6 miliar ini sebagai lompatan besar yang sejalan dengan pertumbuhan perdagangan digital, dengan sekitar 800.000 penjual daring yang kini ikut bermain di ranah tersebut. Ini bukan lagi eksperimen, melainkan arus utama baru. Jika UMKM tetap terpaku pada pola jualan konvensional, mereka berisiko tertinggal dari pesaing yang sudah lebih agresif memanfaatkan video commerce UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Perubahan perilaku belanja: dari scroll katalog ke belanja live streaming

Perilaku konsumen di pasar daring telah bergeser: mereka tidak lagi hanya mengandalkan marketplace, tetapi mulai mencari pengalaman belanja yang lebih hidup melalui konten video dan belanja live streaming. Media sosial seperti Instagram, Facebook, X, TikTok, hingga YouTube kini menjadi tempat orang mencari informasi sekaligus membeli produk. Pengalaman ini menawarkan user experience baru: melihat barang, mendengar ulasan, bahkan berinteraksi langsung dengan penjual sebelum mengklik tombol beli.

Ekonom Celios, Nailul Huda, menilai video commerce memberi jalan strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan produk ke audiens yang lebih luas melalui konten video dan live streaming, termasuk kolaborasi dengan content creator. Lapisan kreator yang beragam—dari nano hingga selebritas—menciptakan ekosistem rekomendasi yang dipercaya konsumen. Ulasan kreator menjadi rujukan penting ketika informasi produk di toko online masih terbatas. Artinya, keputusan belanja tidak lagi didorong diskon semata, tetapi oleh cerita dan demonstrasi yang meyakinkan.

Ledakan F&B di TikTok Shop dan Tokopedia: bukti kekuatan discovery commerce

Kategori food and beverage menunjukkan bagaimana video commerce mengubah permainan. Di ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop, jumlah pesanan F&B naik hampir 95 persen pada semester pertama, sementara jumlah penjual F&B yang bergabung melonjak 184 persen. Menurut Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, pertumbuhan ini menegaskan besarnya peluang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk memperluas pasar mereka.

Pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di pusat ekonomi; lima dari sepuluh provinsi dengan peningkatan pesanan F&B tertinggi berada di luar Jawa, seperti Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Riau, dan Bali. Pemicunya jelas: discovery commerce. Pesanan F&B yang terdorong video pendek naik 86 persen, dan pesanan lewat fitur live juga tumbuh 86 persen secara tahunan. Konten digital tidak lagi sekadar promosi, tetapi pintu utama konsumen menemukan warung, kafe, atau brand kuliner baru yang sebelumnya berada di luar radar mereka.

Strategi praktis UMKM: dari konten kreatif sampai kolaborasi kreator

Pertanyaannya bukan lagi perlu atau tidak, melainkan seberapa cepat UMKM masuk ke video commerce UMKM. Data transaksi digital UMKM dan ledakan F&B di TikTok Shop penjualan dan ekosistem Tokopedia membuktikan bahwa kanal digital kini menjadi saluran penemuan produk, bukan sekadar tempat transaksi. UMKM yang menunda adaptasi akan makin sulit mengejar ketertinggalan saat pesaing sudah akrab dengan live, video pendek, dan integrasi link pembelian.

Ada beberapa langkah strategis yang bisa segera dilakukan. Pertama, produksi konten video sederhana namun konsisten: demonstrasi produk, behind the scenes, atau sesi tanya jawab live sebagai bentuk belanja live streaming. Kedua, manfaatkan kolaborasi dengan content creator nano atau mikro yang audiensnya masih regional, karena tarifnya lebih terjangkau namun relevan dengan pasar lokal. Ketiga, pastikan seluruh konten terhubung dengan tautan pembelian di platform seperti TikTok Shop dan marketplace besar, sehingga rasa penasaran konsumen langsung berubah menjadi transaksi.

Kesimpulan: momentum yang tidak boleh disia-siakan UMKM

Transaksi video commerce yang menembus 2,6 miliar dan lonjakan pesanan F&B hampir 95 persen bukan sekadar angka; ini sinyal keras bahwa pola belanja telah bergeser ke format interaktif dan berbasis konten. Konsumen ingin melihat, mendengar, dan berinteraksi sebelum membeli. Platform seperti TikTok Shop dan Tokopedia sudah terbukti menjadi kanal utama untuk menjangkau pasar digital yang lebih luas, sekaligus menghubungkan penjual dan pembeli lintas daerah.

UMKM yang berani berinvestasi waktu dan energi di video commerce UMKM sejak sekarang akan berada selangkah di depan: visibilitas meningkat, kepercayaan tumbuh, dan konversi penjualan lebih tinggi. Sebaliknya, UMKM yang bertahan pada pola lama berisiko terpinggirkan ketika belanja live streaming dan konten kreator menjadi standar baru. Momentum ini tidak akan datang dua kali; saatnya UMKM menjadikan kamera gawai sebagai etalase utama, dan transaksi digital UMKM sebagai mesin pertumbuhan berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!