Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dawet Ireng hingga Dawet Telasih: Ragam Rasa dalam Segelas Dawet

Dawet Ireng hingga Dawet Telasih: Ragam Rasa dalam Segelas Dawet
Minat|Makanan Kaki Lima

Dawet, lebih dari pelepas dahaga

Dawet adalah minuman tradisional berbahan cendol yang disajikan dengan santan dan pemanis, dengan warna, tekstur, serta pelengkap yang berubah mengikuti kreasi dan kebiasaan masyarakat setempat. Keragaman itu membuat dawet lebih menarik daripada sekadar minuman dingin: setiap racikan menawarkan cara berbeda untuk menikmati bahan pangan yang akrab di daerahnya. Ada cendol hijau yang lembut, dawet hitam yang kenyal, hingga sajian dengan pelengkap tambahan. Perbedaan tersebut bukan hiasan belaka, melainkan bagian dari karakter rasa. Santan memberi gurih, sementara gula merah menghadirkan manis yang terasa akrab. Disajikan dengan es, dawet menjadi pilihan yang pas saat cuaca panas. Mengenal variasinya membantu kita melihat bagaimana kreativitas kuliner tumbuh dari bahan lokal dan selera masyarakat, bukan hanya dari resep yang seragam.

Dawet ireng: kenyal, gurih, dan pekat

Dawet ireng adalah minuman tradisional khas Purworejo, Jawa Tengah, dengan cendol hitam yang tampil berbeda dari es cendol pada umumnya. Warna pekatnya menjadi daya tarik, tetapi tekstur kenyal dan paduan rasa manis-gurih yang membuatnya berkesan. Secara tradisional, warna hitam diperoleh dari abu merang—hasil pembakaran batang padi—yang diolah menjadi larutan penyaring, sedangkan adonan tepung membentuk tekstur cendolnya. Sajian ini umumnya memadukan cendol hitam, santan gurih, gula merah cair, dan es batu. Gula aren atau gula merah memberi manis yang menyeimbangkan gurih santan, sementara es membuatnya lebih menyegarkan saat udara panas. Walau berakar sebagai sajian daerah, dawet ireng juga bisa dibuat di rumah. Keunikannya menunjukkan bahwa warna dapat menjadi penanda teknik dan identitas, bukan sekadar pilihan tampilan.

Dawet Ireng hingga Dawet Telasih: Ragam Rasa dalam Segelas Dawet

Dawet ayu dan pesona cendol hijau

Dawet ayu dari Banjarnegara merupakan salah satu jenis dawet yang populer, dengan cendol hijau yang lazim dibuat dari tepung beras dan tepung tapioka. Cendol tersebut disajikan bersama santan dan larutan gula merah. Dibandingkan dawet ireng, tampilannya lebih cerah dan warna cendolnya menjadi ciri yang langsung terlihat. Namun, keduanya bertemu pada kombinasi dasar yang disukai banyak orang: tekstur cendol, gurih santan, dan manis gula merah. Kisah di balik nama Dawet Ayu memiliki lebih dari satu versi. Salah satunya mengaitkannya dengan penjual dawet berparas cantik, sedangkan versi lain menyebut popularitas minuman ini terdorong lagu Dawet Ayu Banjarnegara ciptaan seniman setempat Bono, yang dipopulerkan kelompok calung dan lawak Peang Penjol pada era 1970–1980-an. Cerita dan racikan ini memperlihatkan bahwa reputasi kuliner dapat dibentuk oleh rasa sekaligus budaya populer.

Ragam dawet tumbuh dari bahan dan kebiasaan

Dawet telasih memperlihatkan luasnya kemungkinan kreasi dawet, tetapi rincian bahan, tekstur, dan cita rasanya tidak dijelaskan dalam bahan rujukan yang tersedia. Karena itu, lebih tepat menyebutnya sebagai salah satu nama dalam ragam sajian dawet tanpa mengarang komposisinya. Gambaran yang lebih luas tetap jelas: dawet di berbagai daerah dapat memakai cendol hijau atau hitam dan dilengkapi unsur lain seperti bubur sumsum, tape ketan, maupun biji selasih. Keanekaragaman ini lahir dari bahan pangan lokal, kebiasaan masyarakat, dan kreativitas kuliner yang berkembang dari satu daerah ke daerah lain. Justru di situlah kekuatan minuman tradisional ini. Dawet tidak perlu satu resep baku untuk terasa khas; warna, tekstur, dan pelengkap memberi tiap sajian identitasnya sendiri. Menikmati dawet berarti mencicipi bukan hanya kesegaran, tetapi juga cara suatu masyarakat mengolah bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!