Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tak Hanya Belalang, Ragam Olahan Serangga yang Menggugah Rasa Penasaran

Tak Hanya Belalang, Ragam Olahan Serangga yang Menggugah Rasa Penasaran
Minat|Makanan Kaki Lima

Kuliner lokal yang lebih beragam dari belalang

Kuliner serangga Gunungkidul adalah ragam hidangan berbahan serangga yang telah dikenal masyarakat setempat, diolah dengan cara berbeda, dan dinikmati sebagai bagian dari kebiasaan pangan lokal. Karena itu, belalang goreng yang kerap dijumpai di jalan menuju kawasan wisata bukan satu-satunya pintu untuk mengenal tradisi ini. Di sejumlah wilayah, serangga lain juga dimanfaatkan sebagai bahan santapan turun-temurun. Salah satu contohnya ialah beser, sebutan lokal untuk kepik yang ditemukan pada tanaman seperti daun waluh, terutama saat musim penghujan. Kepik ini tidak selalu digoreng: warga mencampurkannya dengan cabai, bawang, dan garam untuk membuat sambal. Sambal beser biasanya disantap bersama nasi tiwul, sayuran, atau lauk lain. Justru cara penyajian yang akrab inilah yang membuat kuliner tak biasa tersebut menarik: bahan yang mungkin terasa asing bagi pendatang hadir dalam susunan makan sehari-hari warga.

Dari sambal beser hingga ungkrung

Ragam kuliner serangga di Gunungkidul juga memperlihatkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah dengan cara yang beragam. Walang sangit, serangga yang dikenal sebagai hama tanaman padi dan memiliki aroma menyengat, pernah dimasak menjadi botok. Namun, olahan ini kini semakin jarang ditemukan. Ada pula ungkrung, yaitu kepompong dari ulat yang hidup di pohon jati. Saat musim ulat jati tiba, warga di sejumlah wilayah memburu kepompong di sekitar pohon maupun di tanah, lalu mengolahnya menjadi lauk. Salah satu cara yang disebutkan adalah menggoreng ungkrung dengan bumbu sederhana, seperti bawang putih dan garam. Ketiganya—sambal beser, botok walang sangit, dan ungkrung goreng—menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar mencicipi camilan. Bagi pencinta makanan unik, mencoba hidangan ini juga berarti berkenalan dengan bahan, musim, dan kebiasaan makan setempat.

Tak Hanya Belalang, Ragam Olahan Serangga yang Menggugah Rasa Penasaran

Jangkrik goreng: menarik, tetapi jangan berlebihan soal gizi

Jangkrik goreng menambah pilihan bagi pencinta kuliner tak biasa: bentuknya dapat mengundang rasa penasaran, sementara bumbu gurih dan teksturnya yang renyah memberi alasan untuk mencicipinya. Umumnya, jangkrik dibersihkan, dibumbui, lalu digoreng sampai kering dan renyah; garam, bawang putih, cabai, atau rempah dapat digunakan untuk membentuk rasanya. Daya tarik gizinya patut dicatat, tetapi bukan alasan untuk menganggap semua produk memiliki kandungan yang sama. Tinjauan penelitian yang terbit pada 2021 melaporkan kadar protein 55–73 persen dari berat kering pada sejumlah spesies dan sampel jangkrik yang diteliti. Angka berat kering itu tidak sama dengan kadar protein jangkrik segar atau jangkrik goreng siap santap. Spesies, tahap pertumbuhan, pakan, habitat, dan metode pengolahan ikut memengaruhi komposisi gizinya. Kajian juga membahas pemanfaatan jangkrik sebagai tepung protein untuk memperkaya roti dan produk serealia. Jadi, nilai terbaiknya di meja makan adalah pengalaman dan rasa ingin tahu, bukan klaim gizi yang dibesar-besarkan.

Tak Hanya Belalang, Ragam Olahan Serangga yang Menggugah Rasa Penasaran

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!