Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program Ketahanan Keluarga BNN: Belajar Mengelola Stres Bersama Anak

Program Ketahanan Keluarga BNN: Belajar Mengelola Stres Bersama Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Ketahanan Keluarga Bukan Slogan, Tapi Keterampilan Sehari-hari

Program ketahanan keluarga adalah serangkaian kegiatan edukasi yang dirancang untuk memperkuat hubungan orang tua dan anak melalui komunikasi positif, manajemen stres anak, dan pola pengasuhan yang saling mendukung, sehingga keluarga mampu menghadapi tekanan sehari-hari tanpa kehilangan kedekatan emosional dan rasa aman di rumah. Di tengah meningkatnya risiko penyalahgunaan narkoba, pendekatan ini terasa jauh lebih relevan dibanding sekadar kampanye larangan. BNN di Lubuklinggau dan Donggala memilih masuk ke ruang paling intim: keluarga. Mereka tidak hanya bicara bahaya narkoba, tetapi mengajarkan keterampilan konkret yang bisa dipraktikkan di meja makan, di ruang tamu, dan di halaman sekolah. Ini langkah yang patut diapresiasi, karena pencegahan adiksi selalu dimulai dari kemampuan keluarga mengelola stres dan konflik, bukan dari ketakutan terhadap hukuman.

Lubuklinggau: Komunikasi Positif Orang Tua-Anak Sebagai Benteng Pertama

Di Lubuklinggau, BNN menggelar Intervensi Pelaksanaan Fasilitasi Advokasi Bidang Pencegahan pada Keluarga di kantor mereka pada 20 Oktober 2026, diikuti 20 peserta yang terdiri dari 10 orang tua dan 10 anak. Formatnya jelas: orang tua dan anak dipisah dulu, lalu dipertemukan kembali dengan perspektif baru. Anak-anak mendapat materi dari BKKBN tentang pentingnya membangun hubungan positif dengan orang tua sebagai fondasi tumbuh kembang. Orang tua, di sisi lain, diajak memahami tekanan yang dialami anak dan nilai komunikasi yang baik saat mendampingi mereka. Pendekatan ini menantang pola lama yang serba otoriter. Ketahanan keluarga program semacam ini mengirim pesan tegas: orang tua bukan hanya pengontrol, tetapi mitra dialog. Harapannya, orang tua makin peka terhadap kebutuhan anak, sementara anak merasa aman untuk terbuka. Tanpa perubahan cara bicara di rumah, kampanye anti narkoba akan selalu setengah hati.

Program Ketahanan Keluarga BNN: Belajar Mengelola Stres Bersama Anak

Donggala: Manajemen Stres Anak Masuk ke Ruang Kelas

Di Donggala, program ketahanan keluarga anti narkoba dibawa langsung ke SMPN 3 Banawa di Desa Loli Tasiburi pada 24 Oktober 2026. Ini keputusan strategis: sekolah adalah simpul komunitas lokal, tempat orang tua, guru, dan anak bertemu. BNN setempat membekali orang tua dan anak dengan keterampilan mengelola stres serta membangun komunikasi sehat. Orang tua mendapat materi tentang tantangan pengasuhan, cara mengelola stres, menyampaikan informasi efektif, dan menetapkan aturan sesuai usia anak. Anak-anak belajar mengenali penyebab stres, tanda-tanda di tubuh, dan cara sehat mengatasinya. "Melalui kegiatan ini, kami ingin orang tua dan anak memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mengelola stres, membangun komunikasi yang sehat, serta saling memahami ketika menghadapi masalah dalam keluarga," ujar Ketua Tim P2M BNN Donggala, Markus. Ini bukan teori abstrak; materi ditutup dengan sesi keluarga interaktif menggunakan termometer stres untuk saling mengenal tingkat tekanan masing-masing.

Pendekatan Kolaboratif: Dari Edukasi Keluarga BNN ke Praktik di Rumah

Kekuatan utama edukasi keluarga BNN di Lubuklinggau dan Donggala adalah format kolaboratif: sesi terpisah untuk orang tua dan anak, lalu sesi bersama keluarga. Pola ini memaksa kedua pihak berhenti saling menebak dan mulai saling mendengar. Ketahanan keluarga program semacam ini menekankan bahwa komunikasi positif orang tua bukan sekadar lembut, tetapi juga mau memahami tekanan yang dialami anak. Di Donggala, keluarga diajak terbuka tentang tekanan yang dihadapi, belajar mendengarkan, dan memberi dukungan satu sama lain. Jika diterapkan konsisten, teknik manajemen stres anak dan orang tua yang diajarkan bisa menjadi kebiasaan: menamai stres, membicarakannya, lalu mencari solusi bersama. Markus berharap materi ini benar-benar dipakai dalam kehidupan sehari-hari agar hubungan orang tua-anak semakin baik. Harapan itu realistis—asal keluarga mau mengakui bahwa ketahanan bukan bawaan lahir, melainkan keterampilan yang perlu dilatih.

Kesimpulan: Ketahanan Keluarga Dimulai dari Cara Kita Bicara

Program ketahanan keluarga BNN di Lubuklinggau dan Donggala menunjukkan satu hal penting: pencegahan narkoba yang efektif tidak bisa hanya bertumpu pada larangan dan hukuman, tetapi pada kualitas hubungan di rumah. Dengan mengajarkan komunikasi positif orang tua, manajemen stres anak, dan sesi keluarga yang mendorong keterbukaan, edukasi keluarga BNN menempatkan keluarga sebagai benteng pertama. Ketahanan keluarga perlu dibangun melalui komunikasi terbuka, pola pengasuhan yang tepat, dan kepedulian antaranggota keluarga. Tantangannya kini ada di tangan orang tua dan anak: apakah materi ini akan berhenti di ruang kelas dan kantor BNN, atau dibawa pulang menjadi kebiasaan? Jika keluarga memilih yang kedua, maka program seperti ini bukan sekadar agenda formal, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan anak yang lebih aman dari jerat narkoba.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!