Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Festival Mode Borneo Buka Akses Pasar Internasional

Festival Mode Borneo Buka Akses Pasar Internasional
Minat|Pertunjukan Busana

BIFF sebagai pintu ekspor baru wastra Kalimantan Timur

Borneo International Fashion Festival adalah sebuah festival mode yang merangkai peragaan busana, pameran UMKM, dan jejaring bisnis untuk mengangkat wastra Kalimantan Timur dan kriya lokal ke standar internasional, sambil menyiapkan jalan ekspor ke pasar global melalui kolaborasi pengrajin, desainer, dan pelaku usaha dalam satu ekosistem terukur dan terkurasi. Perhelatan Borneo International Fashion Festival (BIFF) dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di area outdoor Kantor Gubernur Kaltim sebagai ajang kelas internasional yang menargetkan tembus ke Melbourne dan pasar lain di luar negeri. Pilihan menjadikan festival ini sebagai motor ekspor fashion lokal, bukan sekadar tontonan, adalah keputusan strategis: Kaltim berhenti nyaman sebagai penonton industri kreatif nasional dan mulai menempatkan wastra Kalimantan Timur sebagai aset ekonomi yang harus bergerak lintas batas.

Festival Mode Borneo Buka Akses Pasar Internasional

Dari 400 koleksi busana ke pasar Melbourne: lebih dari sekadar panggung

BIFF menyiapkan 40 desainer, 40 model, dan 400 koleksi busana yang sudah 70 persen rampung, dengan ikon Kupu-kupu Raja Brooke sebagai wajah visual festival. Ini bukan angka untuk memuaskan ego event, tapi amunisi awal bagi ekspor fashion lokal yang membawa Tenun Ulap Doyo, Sarut, Tenun Badong Tidung, Batik Ampiek, dan koleksi busana tradisional lainnya sebagai komoditas budaya bernilai tambah. Salah satu fokus utama panitia adalah business matching untuk membuka akses perdagangan langsung ke Australia, dengan dukungan perwakilan resmi di Melbourne. Satu kalimat kuncinya layak dikutip: “BIFF ditargetkan menjadi pintu masuk bagi produk Kaltim untuk menjangkau pasar yang lebih luas... sampai ke Melbourne,” terang Creative Director Tyas Dani. Pesannya jelas: runway hanya pintu, tujuan akhirnya adalah kontrak dagang.

Festival Mode Borneo Buka Akses Pasar Internasional

Ekosistem kreatif: mengkurasi 310 ribu UMKM, bukan menggelar pasar malam

Kaltim memiliki sekitar 310 ribu UMKM, tetapi BIFF dengan sadar menolak pendekatan “semuanya boleh tampil”. Panitia melakukan seleksi dan kurasi agar produk wastra Kalimantan Timur dan kriya yang dibawa memang sudah terstandardisasi dan siap diajak bicara dengan buyer internasional. Festival ini menyatukan penenun, pembatik, pengrajin manik dan rotan, penjahit, penata rias, fotografer, artisan tas, perhiasan, hingga pelaku kuliner dalam satu ekosistem terhubung, bukan terpisah di stan masing-masing. Area kegiatan dilengkapi booth UMKM, mitra, dan berbagai produk binaan sehingga pengunjung bisa melihat busana di panggung lalu memegang produknya langsung di area pameran. Inilah transformasi penting: UMKM tidak hanya dijadikan pengisi dekorasi acara, tetapi bagian dari rantai nilai fashion yang diarahkan ke ekspor.

Akses publik terbuka, tapi fokus tetap bisnis dan keberlanjutan

Meski konsep festival menggunakan sistem undangan, panitia menyiapkan sekitar 320 kursi di panggung utama dan membuka registrasi daring gratis bagi masyarakat yang ingin menonton. Registrasi ini bukan tiket berbayar, melainkan cara mengatur kapasitas agar acara tetap tertib sekaligus meriah. Publik diundang menikmati peragaan busana, pameran UMKM, talkshow, workshop, dan lomba yang dibagi dalam dua tahap: rangkaian edukatif dan pameran pada 1–2 Oktober, lalu fashion show puncak pada 3–4 Oktober. Namun penyelenggara tegas: empat hari pertunjukan hanyalah awal. Setelah lampu panggung padam, pekerjaan sesungguhnya ada pada keberlanjutan bisnis pengrajin dan desainer—membangun kolaborasi, jaringan buyer, dan jalur ekspor jangka panjang. Tanpa itu, festival hanya pesta; dengan itu, festival menjadi strategi.

Kaltim beralih dari target pasar menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis budaya

BIFF adalah pernyataan politik budaya: Kalimantan Timur menolak dicatat sebagai “pasar yang empuk”, dan menuntut posisi baru sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis wastra dan kriya. Menurut Yulia Hadi, seluruh rantai pelaku—dari perajin tenun, pembatik, penjahit, desainer hingga fotografer—harus bergerak bersama menuju standar internasional. Sinergi dengan lembaga kerajinan daerah dan dukungan lintas pihak diharapkan mengubah wajah daerah di mata industri fashion global: dari konsumen menjadi pemasok identitas. Pada akhirnya, Borneo International Fashion Festival adalah ujian seberapa serius kita memandang koleksi busana tradisional: apakah hanya kostum seremoni, atau aset ekspor fashion lokal yang bisa berdiri sejajar di Melbourne dan kota-kota mode lain di dunia. Jawabannya akan terlihat bukan dari jumlah tamu VIP, tetapi dari seberapa banyak transaksi dan relasi dagang yang lahir setelah festival usai.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!