Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Revitalisasi 120 Sekolah: Investasi Miliaran untuk Ruang Belajar Layak

Revitalisasi 120 Sekolah: Investasi Miliaran untuk Ruang Belajar Layak
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Revitalisasi Sekolah: Investasi Fisik untuk Mengubah Cara Kita Memandang Pendidikan

Revitalisasi sekolah adalah program pemerintah sekolah untuk memperbaiki dan membangun ulang infrastruktur pendidikan—mulai dari ruang kelas, laboratorium, fasilitas praktik hingga sarana pendukung—agar fasilitas belajar siswa menjadi aman, nyaman, dan berkualitas, sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah melalui pemerataan akses pendidikan dan penguatan layanan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Simeulue menjadi contoh paling terang: 120 satuan pendidikan direvitalisasi dengan alokasi Rp107,16 miliar sebagai jawaban atas tantangan akses dan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan. Di sini terlihat jelas logika kebijakannya: pemerintah tidak sekadar menambah bangunan, tetapi sedang mengubah kondisi struktural yang selama ini membuat anak di pulau dan desa harus puas dengan sekolah seadanya.

Simeulue: 120 Satuan Pendidikan Direvitalisasi, Dari Ruang Kelas hingga Perangkat Digital

Di Simeulue, revitalisasi sekolah lewat PHTC Presiden Prabowo Subianto menyasar 120 satuan pendidikan dengan nilai sekitar Rp107,16 miliar. Ini bukan proyek kecil; ini adalah pernyataan politik bahwa anak di kepulauan berhak atas infrastruktur pendidikan yang setara dengan kota. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi tersebut saat kunjungan kerja pada 25 Agustus 2026. Selain perbaikan fisik, pemerintah menyalurkan 182 unit peralatan digitalisasi pembelajaran untuk mendukung proses belajar berbasis teknologi. Bupati Mohammad Nasrun Mikaris mengingatkan bahwa kondisi kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Simeulue untuk mendapat sekolah yang aman dan berkualitas. Sikap ini penting: tanpa tekanan dari daerah, mudah bagi pusat menjadikan pulau sebagai catatan kaki, bukan prioritas. Revitalisasi harus dibaca sebagai langkah awal, bukan garis akhir.

Revitalisasi 120 Sekolah: Investasi Miliaran untuk Ruang Belajar Layak

SMK Negeri 1 Sinabang: Bukti Konkret Manfaat Revitalisasi bagi Pendidikan Vokasi

Jika ingin melihat dampak nyata revitalisasi sekolah, SMK Negeri 1 Sinabang adalah contoh paling gamblang. Siswa di sana kini punya ruang belajar yang lebih layak setelah menjadi penerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan lokasi peresmian Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada 25 Agustus 2026. Revitalisasi mencakup sembilan ruang kelas baru, tiga ruang praktik siswa, dua laboratorium IPAS, satu rumah dinas, dan satu ruang administrasi. Bangunan lama yang bocor dan retak diganti dengan ruang yang kokoh, sejuk, dan bersih; siswa mengaku kegiatan belajar menjadi jauh lebih nyaman dan praktik lebih tertata. Namun, cerita vokasi tidak berhenti di dinding dan keramik: siswa kuliner masih menggunakan mixer rumah tangga yang sering panas dan mati saat praktikum. Di sinilah kelemahan program muncul: infrastruktur pendidikan fisik maju, tetapi sarana praktik belum sepenuhnya mengikuti. Tanpa peralatan modern, lulusan vokasi di wilayah terluar tetap sulit bersaing secara nasional.

Revitalisasi 120 Sekolah: Investasi Miliaran untuk Ruang Belajar Layak

Sumedang: Target Tuntas Sarpras 2029 dan Tantangan Pendataan

Di Sumedang, pola revitalisasi sekolah menunjukkan sisi lain kebijakan: ketergantungan pada data dan proses administratif. Pada 2026, 65 SD menerima program revitalisasi satuan pendidikan, 62 lewat program murni dan tiga melalui Bantuan Presiden. Penentuan sekolah penerima bersandar pada data Dapodik, lalu dilanjutkan dengan tahapan pengisian aplikasi dan bimbingan teknis dengan pendampingan fasilitator dan Dinas Pendidikan. SD Negeri Karapyak 1 misalnya, mendapat empat ruang kelas baru, satu perpustakaan, rehabilitasi ruang kepala sekolah, dan pembangunan toilet untuk mengatasi kekurangan ruang bagi 12 rombel dengan 333 siswa. Kepala seksi sarpras menargetkan sarana prasarana tuntas pada 2029. Target ini ambisius, tetapi sekaligus mengakui kenyataan pahit: masih banyak sekolah belum tersentuh program. Artinya, kualitas fasilitas belajar siswa sangat bergantung pada seberapa rapi sekolah mengurus administrasi, bukan semata pada urgensi kerusakan bangunan.

Dari 3T ke Arus Utama: Revitalisasi Harus Berlanjut ke Mutu Pembelajaran

Ada benang merah dari Simeulue dan Sumedang: revitalisasi sekolah memulai pemerataan infrastruktur pendidikan, tetapi mutu pembelajaran masih menunggu babak berikutnya. Di wilayah 3T, fasilitas baru di SMK Negeri 1 Sinabang disebut sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan, dan Direktur Jenderal terkait menegaskan bahwa revitalisasi di wilayah 3T perlu dilanjutkan dengan penguatan sarana pembelajaran serta peralatan praktik yang sesuai kebutuhan industri. Abdul Mu’ti bahkan menyatakan secara terang bahwa revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan. Di Simeulue, pemerintah daerah mendorong agenda pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada 2027 agar dukungan tidak berhenti di fisik bangunan. Kesimpulannya jelas: tanpa fokus pada konten, guru, dan alat praktik, program pemerintah sekolah berisiko menjadi proyek beton yang tampak megah di foto, tetapi kurang mengubah nasib siswa dalam jangka panjang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!