Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Revitalisasi Sekolah dan Kenaikan Tunjangan Guru Perkuat Lingkungan Belajar

Revitalisasi Sekolah dan Kenaikan Tunjangan Guru Perkuat Lingkungan Belajar
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Capaian besar, ukuran keberhasilan tetap mutu

Revitalisasi sekolah adalah upaya memperbaiki atau membangun satuan pendidikan agar sarana yang tersedia mendukung kegiatan belajar dan layanan pendidikan yang lebih merata. Kemendikdasmen mencatat 55.451 sekolah dibangun atau direvitalisasi sepanjang 2025 hingga 20 Oktober 2026. Skala ini patut diperhitungkan, tetapi jumlah bangunan saja belum membuktikan bahwa setiap murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik. Pada 2026, program menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 sekolah, atau 123,75 persen hingga 20 Oktober. Angka yang melampaui target menunjukkan laju pelaksanaan, bukan dengan sendirinya mutu hasil. Pemerintah sendiri menyatakan capaian harus diukur melalui peningkatan layanan pendidikan yang dirasakan masyarakat. Itu tolok ukur yang tepat: apakah ruang belajar aman dan layak digunakan, serta apakah perbaikan menjawab kebutuhan sekolah. Tanpa evaluasi semacam itu, capaian besar berisiko menjadi laporan pembangunan, bukan perubahan yang terasa.

Fasilitas belajar perlu berfungsi, bukan hanya tersedia

Bangunan yang dibenahi dapat memberi dasar yang lebih baik bagi kegiatan belajar, tetapi manfaatnya bergantung pada kelengkapan dan pemakaian fasilitas. Perluasan digitalisasi menjadi bagian dari upaya melengkapi perbaikan fisik: Kemendikdasmen menyalurkan ratusan ribu papan interaktif digital, menyediakan akses listrik bagi 2.389 sekolah, menghadirkan internet di 8.152 sekolah, dan mendampingi 126.097 sekolah dalam penggunaan teknologi. Langkah ini penting karena fasilitas belajar tidak berhenti pada gedung; listrik, koneksi, perangkat, dan kemampuan menggunakannya juga menentukan apakah teknologi dapat membantu pembelajaran. Program revitalisasi menggunakan skema swakelola, melibatkan lebih dari 58.000 UMKM dan menyerap sekitar 238.000 tenaga kerja. Dampak ekonomi lokal itu bernilai, tetapi prioritas utamanya harus tetap mutu layanan di sekolah. Perbaikan baru benar-benar berarti jika ruang dan perangkat berfungsi bagi murid serta guru, termasuk di daerah yang sulit dijangkau.

Tunjangan guru adalah bagian dari mutu pembelajaran

Dukungan kepada guru bukan pelengkap pembangunan fisik: lingkungan belajar yang baik memerlukan pendidik yang didukung dan mampu mengajar dengan baik. Tunjangan Profesi Guru non-ASN naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan, sementara insentif bulanan guru non-ASN menjadi Rp 400.000. Hingga September 2026, dana tunjangan untuk guru dan tenaga kependidikan non-ASN yang disalurkan mencapai Rp 16,64 triliun bagi 890.280 penerima. Kebijakan ini memberi pengakuan pada peran pendidik, tetapi besarnya penyaluran sebaiknya disertai perhatian pada ketepatan dan kesinambungan dukungan. Pemerintah juga mengimbangi peningkatan kesejahteraan dengan penguatan kompetensi: 868.615 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru, sementara pelatihan koding, kecerdasan buatan, dan pendidikan inklusif turut diberikan. Ketika fasilitas memadai dan guru memiliki dukungan serta kompetensi, kelas memiliki peluang lebih besar menjadi lingkungan belajar yang efektif.

Ukur hasil dari pengalaman murid dan guru

Pekerjaan berikutnya adalah memastikan capaian pembangunan dan tunjangan berujung pada layanan yang konsisten, bukan berhenti pada angka. Pemerintah menyebut dua tahun pertama sebagai fondasi untuk perbaikan pendidikan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Arah lanjutan itu juga mencakup pengoperasian 17 Sekolah Nasional Terintegrasi di 13 provinsi pada tahun ajaran 2026/2027. Namun, program baru hanya akan bernilai jika sekolah yang telah dibenahi terawat, fasilitas digital dapat digunakan, dan guru menerima dukungan yang tepat. Penilaian perlu berpijak pada pengalaman sehari-hari murid dan pendidik: apakah kegiatan belajar berlangsung lebih baik dan layanan pendidikan lebih mudah diakses. Revitalisasi sekolah dan kenaikan tunjangan guru merupakan langkah yang saling menguatkan, tetapi bukan hasil akhir. Kesimpulannya, keberhasilan harus diukur dari perubahan yang bertahan di kelas—bukan semata banyaknya sekolah yang disentuh atau besarnya anggaran yang disalurkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!