Babak Baru THE BOYZ: Formasi 9 Member yang Tidak Tergoyahkan
Topik utama artikel ini adalah transisi THE BOYZ ke sistem label baru dengan formasi sembilan member aktif tanpa New, setelah menyelesaikan kontrak grup dan mengadopsi skema manajemen "terpisah namun bersama" yang memungkinkan masing-masing anggota menandatangani kontrak individu dengan agensi berbeda sambil mempertahankan komitmen penuh terhadap aktivitas grup mereka. Di tengah sengketa kontrak K-pop yang sering berujung pada bubarnya grup, keputusan THE BOYZ untuk tetap utuh sebagai THE BOYZ 9 member terasa hampir kontrarian. Pada 6 Agustus, Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric resmi menandatangani kontrak aktivitas grup dan mengumumkan bahwa mereka akan meneruskan kegiatan bersama sebagai sembilan orang. Pilihan ini bukan sekadar langkah administratif; ini adalah pernyataan politik dalam ekosistem K-pop yang kerap menempatkan agensi di kursi pengendali penuh.

Dari Sengketa Kontrak ke Sistem Label Baru: Grup Menjadi Subjek, Bukan Objek
Keberhasilan THE BOYZ mempertahankan formasi lengkap lahir dari situasi yang sebenarnya rapuh. Sembilan anggota sebelumnya mengajukan pengakhiran kontrak eksklusif dengan One Hundred karena rusaknya hubungan kepercayaan akibat dana penyelesaian yang tidak dibayarkan dan minimnya dukungan manajemen. Pengadilan bahkan mengabulkan permohonan mereka untuk menangguhkan validitas kontrak tersebut pada April, mengukuhkan bahwa sengketa kontrak K-pop bukan lagi isu yang mudah disapu di bawah karpet. Di tengah proses hukum yang masih berlangsung—termasuk penyitaan sementara aset atas nama Younghoon dan Q yang mereka gugat balik—para anggota memakai dana pribadi untuk menyiapkan konser, yang menunjukkan bahwa subjek utama karier THE BOYZ bukan agensi, melainkan para member sendiri. Ketika mereka kini bersiap memulai babak baru di bawah label yang baru didirikan, terasa jelas: grup memilih merebut kembali kendali atas nama dan masa depan mereka.
Skema "Terpisah Namun Bersama": Prototipe K-pop Grup Sistem Label Modern
Inti inovasi THE BOYZ kontrak baru terletak pada sistem label yang mereka siapkan. Untuk aktivitas mendatang, grup akan memakai skema "terpisah namun bersama"—aktivitas individu dikelola melalui kontrak terpisah dengan agensi eksternal, sementara kegiatan grup berada di bawah label yang baru didirikan. Para member menegaskan bahwa perusahaan berbeda akan menangani kerja solo, disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing. Ini menggeser paradigma lama K-pop grup sistem label yang biasanya terpusat: satu agensi mengontrol segala aspek karier artis. Dengan struktur baru ini, THE BOYZ merancang ekosistem di mana fleksibilitas karier anggota dihargai tanpa mengorbankan core identity sebagai grup. Kutipan paling kuat dalam pernyataan mereka adalah pengakuan bahwa keinginan untuk tetap bersama sebagai sembilan orang "tidak pernah berubah" sejak awal, menempatkan unit grup sebagai jangkar, bukan sisa-sisa setelah kesibukan individu.
Younghoon dan Namoo Actors: Contoh Nyata Diversifikasi yang Terukur
Langkah Younghoon bergabung dengan Namoo Actors menjadi contoh paling konkret dari cara baru mengelola karier individu dalam struktur grup. Agensi akting itu mengumumkan kontrak eksklusif Younghoon pada 7 Agustus dan menegaskan akan memberi dukungan penuh pada perjalanan aktingnya, sekaligus memastikan aktivitasnya bersama THE BOYZ tetap terjaga. Younghoon yang debut sebagai idol pada 2017 telah membangun portofolio akting melalui Love Revolution, One the Woman, dan Tale of the Nine-Tailed 1938, dan kini berada di lingkungan yang spesifik untuk aktor. Yang menarik, ini terjadi bukan sebagai pengorbanan terhadap grup, melainkan sebagai ekspansi logis dari sistem baru mereka. Bukannya menyembunyikan ambisi solo, THE BOYZ menginstitusionalisasinya melalui model formal: karier pribadi dilindungi dan difasilitasi oleh agensi spesialis, sementara kegiatan grup dipaku oleh komitmen kontraktual bersama.

Implikasi untuk Masa Depan THE BOYZ dan Peta Kontrak K-pop
Di balik narasi emosional tentang menjaga kepercayaan THE B, keputusan struktural THE BOYZ punya konsekuensi luas untuk industri. Sengketa kontrak K-pop biasanya berakhir dengan hengkangnya member, hiatus panjang, atau perpecahan fandom. THE BOYZ memilih jalur berbeda: mendirikan label baru untuk aktivitas grup, menyiapkan kontrak terpisah untuk kerja solo, dan tetap menjaga formasi THE BOYZ 9 member aktif tanpa New. Ini bisa menjadi preseden bagi generasi grup berikutnya yang ingin mengurangi ketergantungan pada satu agensi dan menghindari kebuntuan ketika konflik muncul. Apakah model ini akan mudah diikuti grup lain? Tidak, karena butuh keberanian hukum, solidaritas internal, dan daya tarik komersial yang cukup besar. Tapi kesimpulannya jelas: dengan kontrak baru dan sistem label tersegmentasi, THE BOYZ memposisikan diri bukan sekadar sebagai survivor sengketa kontrak, melainkan sebagai eksperimen hidup tentang bagaimana sebuah grup K-pop bisa mengatur ulang relasi kekuasaan dalam industrinya.





