The Sounds Project Vol. 9 Jadi Rumah Lagu Baru dan Energi Panggung

The Sounds Project Vol. 9 Jadi Rumah Lagu Baru dan Energi Panggung
Minat|Penyanyi/Band Pop

The Sounds Project Vol. 9: Festival Musik Jakarta yang Menjunjung Keberanian Eksperimen

The Sounds Project Vol. 9 adalah festival musik Jakarta yang menjadikan Ecovention dan Ecopark Ancol sebagai ruang pertemuan pop punk internasional, psychedelic-folk, pop lokal, dan berbagai eksperimen panggung, serta menjadikannya ajang peluncuran lagu baru musisi lokal yang langsung diuji di depan ribuan penonton yang antusias. Dari awal, atmosfernya jelas: ini bukan sekadar rangkaian penampilan live artis, melainkan selebrasi keberanian musisi menguji materi segar dan identitas suara di panggung besar. Dibuka pada Jumat, 7/8/2026, dengan tema "Beyond Memories", edisi ini berasa seperti statement bahwa memori terbaik penggemar tidak dibentuk oleh nostalgia semata, tetapi oleh momen-momen berani yang lahir di tengah keringat, sorak, dan sing-along massal.

Marbles dan Kekuatan Lagu Baru Musisi Lokal di Panggung Besar

Jika ada penampilan yang menegaskan pentingnya memberi ruang bagi lagu baru musisi lokal di festival sebesar The Sounds Project Vol. 9, maka Marbles layak ditempatkan di garis depan. Grup pop yang bahkan belum genap dua bulan debut ini memilih untuk tidak bermain aman. Di TSP & Co. Stage, Kyka, Beverly, Quilla, Tiffany, dan Dani datang dengan energi colorful, baik lewat musik maupun tata busana bernuansa cerah yang langsung menyala di antara kerumunan. Strategi mereka jelas: lempar materi baru, ukur reaksi penonton secara jujur. Marbles memperdengarkan dua lagu baru yang belum pernah dirilis di mana pun, memantik antusiasme penonton yang memenuhi area panggung. Dani bahkan menegaskan salah satunya, "Lagu yang kita bawain tadi judulnya ‘Aku ’dah cape menunggu’, itu lagu baru kita yang belum dirilis di mana pun"—sebuah pengakuan lugas bahwa festival ini adalah laboratorium kreatif mereka.

The Sounds Project Vol. 9 Jadi Rumah Lagu Baru dan Energi Panggung

Nusantara Beat: Psychedelic-Folk yang Mengikat Tradisi dan Massa

Di Musicverse Stage, Nusantara Beat membuktikan bahwa penampilan live artis bukan hanya soal volume dan tempo, tetapi soal cara musik membangun jembatan emosi yang tahan lama. Meski ini bukan panggung pertama mereka di Jakarta, unit psychedelic-folk asal Amsterdam tersebut kembali menggiring penonton ke pengalaman yang magis, earworm, dan bikin kegirangan sejak menit awal. Rouzy Portier memikat lewat petikan gitar meliuk ala era 70-an, sementara perkusi Gino Groeneveld mengubah beat menjadi undangan tidak resmi untuk terus goyang tanpa henti. Di atas semua itu, Megan de Klerk menguatkan koneksi dengan penonton melalui sapaan fasih dalam bahasa Indonesia dan candaan tentang panasnya cuaca, membuat jarak antara panggung dan grasspit nyaris hilang. Yang paling mengesankan adalah bagaimana mereka mengemas ulang lagu-lagu berunsur tradisi dan budaya Indonesia menjadi nuansa fresh dan groovy—Mang Becak, Borondong Garing, hingga Djanger disulap menjadi ajang sing-along massal yang terasa akrab sekaligus baru.

Neck Deep Ancol: Pop Punk yang Menyapu Ribuan Penonton

Jika hari pertama mengukuhkan kekuatan lokal dan psychedelic, maka kehadiran Neck Deep di kawasan Ancol pada Sabtu malam adalah penanda bahwa The Sounds Project Vol. 9 mampu mengawinkan kultur festival musik Jakarta dengan magnet band internasional. Demam pop punk kembali menyapu kawasan Ancol saat band asal Wrexham ini naik panggung sekitar pukul 21.30 WIB, segera menyedot ribuan penonton berkumpul di area depan panggung. Begitu sinyal kehadiran mereka muncul, ribuan pengunjung yang sebelumnya tersebar di berbagai sudut festival mendadak merapat, dan pekikan histeris pun membahana. Sejak menit awal, Neck Deep tampil sangat energik, menyalurkan letupan semangat yang langsung menular ke seluruh sudut venue, membuktikan bahwa katalog hits mereka bukan hanya akrab di telinga lewat soundtrack viral di media sosial, tetapi juga punya kekuatan fisik untuk mengguncang tubuh dan membuat penonton kompak bernyanyi. Di sini, pop punk bukan nostalgia; ia hadir sebagai energi hidup yang menguasai udara Ancol.

The Sounds Project Vol. 9 Jadi Rumah Lagu Baru dan Energi Panggung

Kesimpulan: Festival Sebagai Ruang Uji Coba, Bukan Sekadar Pesta

Rangkaian penampilan di The Sounds Project Vol. 9 menunjukkan satu hal yang sering dilupakan: festival musik ideal adalah ruang uji coba, bukan hanya pesta tahunan yang mengulang formula lama. Ketika Marbles berani menguji dua lagu baru musisi lokal yang belum dirilis, mereka mengajak penonton masuk ke proses kreatif, bukan sekadar produk jadi. Ketika Nusantara Beat mengemas tradisi menjadi psychedelic-folk yang energik, mereka mengingatkan bahwa akar budaya bisa tumbuh ke arah yang tidak terduga tanpa kehilangan makna. Dan ketika Neck Deep membawa pop punk energy yang mengguncang ribuan penonton di Ancol, mereka mengkonfirmasi bahwa katalog hits hanya menemukan bentuk terbaiknya saat diuji di panggung terbuka. Pada akhirnya, festival musik Jakarta seperti ini layak dipandang bukan hanya sebagai kalender hiburan, tetapi sebagai barometer keberanian scene untuk terus bergerak dan bereksperimen di depan publik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!