Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bahaya Telur Mentah untuk Bayi dan Panduan MPASI Aman dari IDAI

Bahaya Telur Mentah untuk Bayi dan Panduan MPASI Aman dari IDAI
Minat|Pengetahuan Parenting

Telur mentah bayi: sumber gizi atau ancaman kesehatan?

Bahaya telur mentah untuk bayi adalah risiko infeksi bakteri Salmonella dari telur yang tidak dimasak hingga matang, yang dapat memicu gangguan saluran cerna, dehidrasi, dan komplikasi serius pada bayi dan anak kecil dengan sistem kekebalan tubuh yang belum matang. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara tegas melarang pemberian telur mentah atau setengah matang pada bayi karena alasan keamanan pangan, bukan sekadar soal preferensi pola makan. Ini artinya, kebiasaan turun-temurun seperti mencampur telur mentah ke dalam susu, madu, atau MPASI bukan tradisi yang “unik”, melainkan praktik berisiko tinggi yang harus dihentikan. Telur memang kaya protein dan zat gizi penting, tetapi cara penyajiannya menentukan apakah ia menjadi sahabat tumbuh kembang atau justru ancaman kesehatan tersembunyi bagi si kecil.

Bahaya Telur Mentah untuk Bayi dan Panduan MPASI Aman dari IDAI

Mengapa infeksi Salmonella anak jauh lebih berbahaya?

Telur mentah bayi bukan sekadar soal perut sensitif; ini soal tubuh yang belum siap melawan bakteri agresif. Telur yang tidak dimasak sempurna berisiko mengandung Salmonella penyebab infeksi saluran cerna atau salmonelosis. Gejalanya bisa berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, hingga dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi ini cenderung lebih berat dan dapat memicu komplikasi serius karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang. Peringatan IDAI bukan teori di atas kertas; ia muncul di tengah perhatian publik setelah laporan kasus bayi yang meninggal diduga usai diberi telur mentah oleh anggota keluarga, sebuah insiden yang viral di media sosial. Mengabaikan risiko ini sama saja mempertaruhkan nyawa anak demi kebiasaan yang tidak terbukti memberi manfaat tambahan.

Bahaya Telur Mentah untuk Bayi dan Panduan MPASI Aman dari IDAI

MPASI telur aman: manfaat besar, syaratnya matang sempurna

Kabar baiknya, IDAI tidak mengharamkan telur; yang dilarang adalah telur mentah atau setengah matang untuk bayi dan anak. Telur yang dimasak hingga matang merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung zat gizi penting untuk pertumbuhan anak. Telur dapat diperkenalkan sebagai bagian MPASI ketika bayi siap menerima makanan, dengan tekstur yang disesuaikan kemampuan makan bayi. IDAI juga menegaskan bahwa pemberian telur tidak perlu ditunda sampai usia satu tahun hanya untuk mencegah alergi, kecuali ada pertimbangan medis khusus. Artinya, MPASI telur aman selama memenuhi satu syarat kunci: "Pastikan telur dimasak hingga putih dan kuning telurnya matang". Orang tua yang tetap memilih telur setengah matang demi “lebih bergizi” mengabaikan fakta bahwa tidak ada keuntungan gizi yang membenarkan risiko infeksi pada bayi.

Panduan IDAI pemberian telur dan keamanan pangan di rumah

Panduan IDAI pemberian telur jelas: telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk bayi dan anak karena risiko keamanan pangan. Orang tua perlu memastikan putih dan kuning telur matang sebelum diberikan kepada bayi, sebagai bagian dari praktik MPASI telur aman. Selain kematangan, IDAI menekankan pentingnya kebersihan saat menyiapkan makanan: mencuci tangan dan peralatan memasak, mencegah kontaminasi silang, serta tidak menggunakan telur yang retak atau rusak. Keamanan pangan bukan detail kecil; ia sama pentingnya dengan pemilihan menu dan jadwal makan. IDAI juga mengingatkan agar orang tua berkonsultasi dengan dokter bila ragu soal kecukupan ASI, waktu mulai MPASI, kesiapan bayi, dan pemilihan makanan yang aman. Mengabaikan panduan ini berarti membuka pintu bagi infeksi yang sebenarnya bisa dicegah.

Kesimpulan: hentikan telur mentah, utamakan MPASI yang aman

Saat berbicara tentang telur mentah bayi, pilihan kita sesederhana ini: mengikuti bukti medis atau mempertahankan mitos keluarga. IDAI sudah tegas melarang pemberian telur mentah dan setengah matang karena risiko infeksi Salmonella yang dapat menyebabkan diare, muntah, dehidrasi, hingga komplikasi serius pada bayi dan anak kecil. Di sisi lain, telur matang penuh adalah sumber protein dan zat gizi yang sangat bermanfaat sebagai bagian MPASI, selama diolah dan disajikan dengan aman. Orang tua perlu berani berkata “tidak” pada praktik berbahaya, sekalipun itu saran dari orang terdekat. Mengutamakan keamanan pangan sesuai panduan IDAI berarti memberi anak kesempatan tumbuh sehat tanpa risiko infeksi yang sebetulnya bisa dihindari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!