Investasi untuk mengaktifkan aset daerah
Optimalisasi aset daerah adalah upaya mengubah lahan dan fasilitas yang belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi sumber kegiatan produktif tanpa mengabaikan kepentingan perusahaan dan publik. Itulah tujuan yang perlu mengarahkan langkah PUD Pembangunan Medan saat mencari mitra investasi. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perusahaan daerah itu menjajaki investor untuk menyelamatkan dan mengoptimalkan aset agar lebih berdaya guna. Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat monitoring, evaluasi, serta pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2027 di Balai Kota, Rabu, 4 November 2026. Arah ini layak didukung: aset yang dibiarkan tidak produktif berisiko kehilangan nilai, sementara mitra yang tepat dapat membawa modal dan kemampuan pengelolaan. Namun, investasi aset daerah bukan sekadar mencari penyewa. Kerja sama harus menghasilkan manfaat yang terukur bagi perusahaan dan kota, dengan pengawasan yang jelas sejak awal.

Gelanggang Remaja menjadi ujian peluang
Kawasan Gelanggang Remaja memperlihatkan mengapa aset strategis Medan patut ditawarkan secara lebih aktif. Lokasinya sekitar satu kilometer dari pusat kota, dan Rico menilai kawasan itu dapat dikembangkan menjadi pusat olahraga atau pusat bisnis bila dikelola dengan baik. Potensi lokasi saja belum cukup; rencana penggunaan harus sesuai karakter kawasan dan memberi alasan kuat bagi investor untuk berkomitmen. Pusat olahraga dapat menjaga fungsi publik, sedangkan kegiatan bisnis berpotensi memperluas pemanfaatan kawasan. Pilihan akhirnya perlu diuji melalui kajian kelayakan, kebutuhan pemeliharaan, serta dampak terhadap operasi perusahaan. Tiga objek yang menjadi fokus pengembangan PUD Pembangunan ialah Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja, kawasan pergudangan PKTM, serta Medan Zoo. Menyatukan semuanya dalam satu pendekatan investasi tidak tepat: tiap lokasi memerlukan model kemitraan dan sasaran pengelolaan yang sesuai.

Kontrak panjang perlu dibarengi perlindungan
Hambatan yang diakui wali kota adalah masa kerja sama atau sewa yang dinilai investor terlalu singkat. Rico menyebut PUD Pembangunan memiliki fleksibilitas hukum sebagai entitas perusahaan yang terpisah dari aset langsung pemerintah kota, sehingga dapat menegosiasikan kontrak lebih dari lima hingga sepuluh tahun untuk menarik investasi. Kepastian jangka panjang memang dapat membuat investor lebih bersedia mengembangkan fasilitas dan menanggung komitmen pengelolaan. Tetapi durasi panjang bukan jaminan keberhasilan. Kontrak perlu memuat target layanan, kewajiban perawatan, standar transparansi, mekanisme evaluasi, dan jalan keluar bila mitra tidak memenuhi kesepakatan. Rico juga menegaskan bahwa kantor utama PUD Pembangunan di kawasan kerja sama harus tetap dipertahankan. Syarat itu menegaskan bahwa optimalisasi tidak boleh menghapus keberadaan perusahaan dari asetnya sendiri. Fleksibilitas hukum harus dipakai untuk merancang kemitraan yang menarik sekaligus akuntabel.
Ukuran keberhasilan bukan sekadar investor masuk
Langkah berikutnya semestinya bukan hanya menawarkan lahan, melainkan menyiapkan rencana yang terbuka dan berbeda untuk setiap kawasan. Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja, pergudangan PKTM, serta Medan Zoo telah disebut sebagai fokus strategis perusahaan. Daftar ini memberi titik awal, tetapi publik dan calon mitra perlu melihat tujuan pengembangan, pembagian tanggung jawab, serta cara kinerja akan dinilai. Pemerintah kota juga perlu menjaga agar negosiasi tidak mengutamakan durasi kontrak semata. Nilai kerja sama harus tampak pada aset yang terawat, kegiatan yang berkelanjutan, dan posisi perusahaan daerah yang terlindungi. Pencarian mitra investasi adalah peluang untuk menghidupkan aset, bukan alasan untuk menyerahkan kendali tanpa syarat. Jika PUD Pembangunan menetapkan aturan yang tegas dan memilih mitra berdasarkan kemampuan, investasi dapat menjadi alat pembenahan. Kesimpulannya, aset strategis Medan hanya akan benar-benar terselamatkan bila kerja sama memberi kepastian bagi investor sekaligus menjaga kepentingan perusahaan dan kota.






