Siapkan perjalanan sebelum parade dimulai
Parade Juang Surabaya adalah perayaan publik yang melintasi sejumlah ruas pusat kota, sehingga pengendara perlu menyesuaikan perjalanan dengan penutupan jalan dan memilih parkir sebelum menuju lokasi tontonan. Acara berlangsung pada Minggu, 1 November 2026; Dishub Surabaya menyiapkan rekayasa lalu lintas dan mengerahkan 150 personel untuk mengatur arus kendaraan selama kegiatan. Bagi warga yang hanya melintas, menghindari kawasan rute sejak siang merupakan pilihan yang lebih masuk akal daripada menunggu sampai arus tersendat. Bagi penonton, datang dengan tujuan titik yang jelas akan membantu menentukan kantong parkir yang sesuai. Pengaturan dilakukan bertahap, bukan dengan menutup seluruh jalur sekaligus sejak awal, tetapi pengendara tetap perlu memperhitungkan perubahan akses dan mengikuti arahan petugas.

Pahami waktu dan ruas pengalihan lalu lintas
Penyaringan kendaraan atau filtrasi mulai diberlakukan pukul 13.30 WIB, disusul penutupan penuh sejumlah ruas pada pukul 14.30 WIB. Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menunggu sampai penutupan total untuk mencari jalur alternatif. Rekayasa lalu lintas mencakup rute dari kawasan Tugu Pahlawan dan Jalan Tembaan, melewati Gemblongan, Siola, serta Jalan Tunjungan, kemudian menuju Jalan Basuki Rahmat dan Balai Pemuda sebagai titik akhir. Pengalihan lalu lintas di koridor tersebut dapat memengaruhi perjalanan lintas kawasan, bukan hanya akses langsung ke lokasi parade. Dishub menyatakan jalan akan dibuka kembali secara bertahap setelah rombongan melintas untuk mencegah penumpukan kendaraan di satu titik. Ikuti petunjuk petugas dan jangan menerobos pembatas; rute yang tampak lebih dekat belum tentu tetap bisa dilalui.
Pilih kantong parkir berdasarkan titik tontonan
Ada perbedaan jumlah kantong parkir dalam dua informasi yang tersedia: satu menyebut 14 titik, sementara informasi lain menyebut 13. Namun, daftar lokasi yang dirinci mencakup Gedung Siola, eks Pasar Tunjungan, Jalan Embong Malang sisi utara, ruas Jalan Gemblongan, Genteng Kali, Jalan Praban, Jalan Genteng Besar, Jalan Kenari, halaman parkir Tugu Pahlawan, Jalan Bubutan, Jalan Kebun Rojo, Jalan Pasar Besar Wetan, dan Jalan Taman Apsari. Karena selisih jumlah itu belum dijelaskan, jangan mengandalkan angka total saja; cocokkan lokasi dengan titik parade yang hendak dikunjungi dan perhatikan arahan petugas saat tiba. Penonton di kawasan Tunjungan dapat mempertimbangkan eks Pasar Tunjungan, sedangkan pengunjung Balai Pemuda dapat mencari parkir di sekitar Taman Apsari.
Dishub mengimbau pengunjung menggunakan kantong parkir yang disediakan, tidak parkir sembarangan, serta membayar secara nontunai atau memakai voucher parkir. Pengaturan ini bukan detail kecil: parkir liar di sekitar rute berisiko mempersempit ruang kendaraan dan mengganggu kelancaran arus. Informasi yang tersedia tidak merinci biaya parkir, jadi siapkan metode pembayaran yang diminta tanpa berasumsi soal tarif. Pemerintah kota juga menyiagakan ambulans dan mobil pemadam kebakaran untuk keadaan darurat. Tetap beri ruang bagi kendaraan darurat dan ikuti instruksi petugas. Untuk penonton, strategi terbaik adalah memarkir kendaraan di lokasi yang paling dekat dengan area tontonan, lalu berjalan kaki daripada mencoba mendekati rute parade dengan kendaraan.
Kesimpulan: rencanakan, parkir tertib, ikuti arahan
Parade Juang Surabaya akan lebih mudah dinikmati bila pengunjung merencanakan perjalanan sebelum filtrasi pukul 13.30 WIB dan penutupan penuh pukul 14.30 WIB. Pengendara yang tidak menuju acara sebaiknya menghindari koridor parade, sementara penonton perlu memilih kantong parkir sesuai titik yang dituju. Karena jumlah lokasi disebut berbeda—13 atau 14—gunakan daftar lokasi dan arahan lapangan sebagai panduan, bukan angka total semata. Dengan 150 personel Dishub yang mengatur arus, pembukaan ruas secara bertahap, serta dukungan kendaraan darurat, kelancaran tetap bergantung pada kepatuhan pengguna jalan. Jangan parkir sembarangan dan ikuti pengalihan lalu lintas; itulah cara paling praktis agar perjalanan warga dan kegiatan parade sama-sama tertib.






