Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Infrastruktur Data dan Keamanan Siber: Hambatan Utama Adopsi AI

Infrastruktur Data dan Keamanan Siber: Hambatan Utama Adopsi AI
Minat|Analisis Data AI

Adopsi AI Tanpa Fondasi Data yang Kuat Adalah Risiko Bisnis

Infrastruktur AI adalah keseluruhan fondasi teknis yang memungkinkan perusahaan mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan melindungi data yang digunakan oleh sistem kecerdasan buatan, mencakup arsitektur penyimpanan, jaringan, mekanisme keamanan siber, serta tata kelola informasi yang memastikan teknologi AI dapat dioperasikan secara efisien, aman, dan sesuai kebutuhan bisnis jangka panjang. Meningkatnya adopsi AI membuat banyak organisasi tergoda fokus pada aplikasi dan model, tetapi mengabaikan kesiapan infrastruktur data adalah kesalahan strategis. Synology menegaskan bahwa pertumbuhan data, ketahanan terhadap serangan siber, dan kendali atas informasi bisnis kini menjadi isu utama ketika penggunaan AI makin luas. Artinya, transformasi digital berbasis AI bukan sekadar soal seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan seberapa siap fondasi data yang menopang seluruh operasi.

Infrastruktur Data dan Keamanan Siber: Hambatan Utama Adopsi AI

Ledakan Volume Data: Ketika Kapasitas Saja Tidak Lagi Cukup

Pertumbuhan eksponensial data akibat AI mengubah cara perusahaan memandang penyimpanan. Menambah kapasitas memang langkah refleks, tetapi tanpa pengelolaan yang baik, ruang akan cepat boros dan performa sistem menurun. Survei Synology menunjukkan hampir 88% responden mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan akibat peningkatan volume data AI dan duplikasi data. Ini sinyal jelas bahwa penyimpanan data efisien harus menjadi prioritas, bukan pelengkap. Synology menyoroti bahwa perusahaan perlu infrastruktur AI Indonesia yang mampu menjaga performa sekaligus mengurangi duplikasi, bukan hanya rak server tambahan. Pendekatan seperti tiering dan reduksi data pada DSM 7.4 membantu menempatkan data sesuai pola akses dan menghapus salinan yang tidak perlu. Tanpa strategi seperti ini, investasi AI berisiko berubah menjadi tumpukan file yang sulit diurus dan mahal dipelihara.

Infrastruktur Data dan Keamanan Siber: Hambatan Utama Adopsi AI

Keamanan Data Perusahaan: Ransomware Menguji Seriusnya Strategi AI

Semakin besar ketergantungan pada data, semakin mahal harga kelalaian keamanan siber data. Serangan ransomware bukan lagi ancaman teoretis; ia bisa mengunci atau menghapus data, termasuk salinan backup jika pencadangan berada di lingkungan yang sama rentannya dengan sistem utama. Survei Synology menunjukkan hanya sekitar dua dari sepuluh perusahaan yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware sekaligus memastikan data cadangan tetap terlindungi. Itu angka yang seharusnya membuat manajemen gelisah. Keamanan data perusahaan tidak bisa berhenti pada slogan “kami punya backup”. Pendekatan seperti strategi 3-2-1-1-0, immutable backup, dan air-gap menempatkan pemulihan sebagai bagian inti strategi keamanan, bukan fitur tambahan. Solusi terdistribusi seperti ActiveProtect yang memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi menunjukkan bahwa arsitektur backup harus dirancang seaman sistem utama, bahkan lebih.

Infrastruktur Data dan Keamanan Siber: Hambatan Utama Adopsi AI

Produktivitas Berbasis AI: Manfaat Nyata, Risiko Nyata

Di level pengguna, AI sudah menyentuh pekerjaan sehari-hari: menyusun dokumen, membuat presentasi, menerjemahkan materi, dan mengolah spreadsheet. Survei Synology menemukan lebih dari 80% perusahaan masih menghabiskan sedikitnya dua jam per minggu untuk tugas-tugas ini tanpa bantuan AI. Potensi efisiensi jelas, tetapi pertanyaannya: ke mana data dikirim dan bagaimana informasi sensitif diproses ketika layanan AI digunakan? Di sinilah infrastruktur AI Indonesia yang mengutamakan kendali internal menjadi penting. Pendekatan on-premises memungkinkan perusahaan memakai kemampuan AI sambil mempertahankan kebijakan akses dan tata kelola informasi secara internal. Melalui Office Suite, misalnya, AI dapat membantu menyunting dokumen dan membuat konten presentasi tanpa melepas kendali atas data ke pihak luar. Manfaat produktivitas hanya layak dikejar jika arsitektur keamanan siber data memastikan informasi bisnis tidak bocor atau disalahgunakan.

Infrastruktur Data dan Keamanan Siber: Hambatan Utama Adopsi AI

Menuju Infrastruktur AI yang Tangguh: Penyimpanan Terdistribusi dan Keamanan Siber

Pesan utama dari Synology Press Event 2026 jelas: perusahaan menghadapi persoalan ganda, yaitu penggunaan teknologi AI dan kebutuhan infrastruktur penunjang yang memadai. Clara Hsu menilai kesiapan infrastruktur akan menentukan seberapa jauh perusahaan dapat memperoleh manfaat dari perkembangan AI. Di sisi penyimpanan, pengembangan scale-out storage memberi jalan untuk menambah kapasitas dan performa secara fleksibel mengikuti pertumbuhan bisnis. Di sisi keamanan, solusi seperti ActiveProtect memusatkan perlindungan data sekaligus memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi utama, menjadikan backup lebih aman dan terisolasi. Ke depan, konsep hybrid surveillance yang menggabungkan sistem on-premises dan cloud memperlihatkan arah transformasi digital yang terdistribusi namun tetap terkendali. Kesimpulannya, adopsi AI tantangan terbesar bukan pada algoritma, melainkan pada keberanian perusahaan berinvestasi serius di penyimpanan data efisien dan keamanan siber yang matang.

Infrastruktur Data dan Keamanan Siber: Hambatan Utama Adopsi AI

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!