Ribuan porsi untuk mereka yang berjaga
Dapur umum relawan adalah fasilitas memasak dan menyalurkan makanan siap santap untuk mendukung petugas serta relawan yang bekerja di lokasi bencana. Di Banjarbaru, Kuali Merah Putih menjalankan peran itu dengan menyiapkan 3.000 porsi makanan bagi personel penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi yang digerakkan koki sekaligus kreator konten Bobon Santoso berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di Posko Satgas Karhutla Kalsel, kawasan Guntung Damar, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin. Bobon Santoso memasak bersama timnya dan jajaran Korem 101/Antasari menggunakan dua kuali besar. Menu nasi, kari ayam, dan capcay mungkin bukan hal mewah, tetapi makanan hangat yang tersedia saat petugas bekerja panjang punya manfaat langsung: membantu mengisi tenaga tanpa menambah urusan logistik di lapangan.

Bantuan yang harus sampai ke pos
Nilai dapur umum Kuali Merah Putih tidak berhenti pada jumlah porsi yang dimasak; makanan juga perlu menjangkau orang-orang yang bertugas di berbagai titik. Tim berkoordinasi dengan unsur TNI untuk menyalurkan makanan ke lima pos besar, sementara pos-pos kecil diarahkan berkumpul di pos besar. Cara ini membuat distribusi lebih teratur, termasuk ke lokasi yang membutuhkan perjalanan lebih dari satu jam dari dapur. Makanan relawan karhutla memang bukan pengganti alat pemadam, dukungan kesehatan, atau strategi penanganan bencana. Namun, ketika relawan menghadapi medan sulit dan harus siaga selama 24 jam, ketersediaan konsumsi merupakan bagian nyata dari dukungan operasional. Relawan Masyarakat Peduli Api di Syamsudin Noor menyebut mereka telah sekitar tiga bulan berjibaku memadamkan karhutla. Dalam keadaan seperti itu, bantuan yang terencana dan sampai ke pos jauh lebih berarti daripada sekadar aksi yang ramai di satu titik.

Apresiasi penting, keberlanjutan tetap bergantung kebutuhan
Pemerintah daerah dan unsur militer mengapresiasi gerakan makan besar tersebut karena bantuan makanan dapat meringankan kebutuhan logistik sekaligus menyemangati petugas. Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bobon dan tim; Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, juga menilai dapur umum memberi dukungan bagi relawan yang telah berbulan-bulan menangani karhutla. Pengakuan ini tepat, tetapi sebaiknya dibaca sebagai dorongan untuk memperkuat dukungan lapangan, bukan alasan menganggap satu kegiatan telah menyelesaikan kebutuhan relawan. Operasional dapur akan disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan di lapangan hingga menjelang kepulangan Bobon ke Jakarta. Jika karhutla berkurang, kegiatan dapat dihentikan. Hujan telah membantu menekan titik panas, tetapi kabut asap tipis masih ditemukan di beberapa lokasi. Karena itu, kebutuhan dukungan tetap perlu dinilai berdasarkan kondisi nyata.

Dukungan konsumsi adalah bagian dari misi
Tiga ribu porsi tidak memadamkan api, tetapi membantu menjaga kesiapan orang-orang yang melakukannya. Itulah sumbangan paling jelas dari dapur umum Kuali Merah Putih: mengubah kepedulian menjadi makanan yang bisa dibagikan kepada petugas dan relawan di pos-pos penugasan. Gerakan ini juga memperlihatkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya urusan tim pemadam; pemerintah, unsur militer, komunitas, dan warga dapat mengambil peran yang saling melengkapi. Dampaknya akan lebih kuat bila distribusi mengikuti kebutuhan, koordinasi terus terjaga, dan dukungan tidak berhenti pada seremoni. Apresiasi dari pemerintah daerah dan Korem menunjukkan bahwa kontribusi seperti ini dibutuhkan, sementara keputusan untuk melanjutkan dapur tetap harus berpijak pada situasi lapangan. Kesimpulannya, makanan relawan karhutla adalah dukungan sederhana dengan fungsi penting: menjaga tenaga dan semangat mereka yang terus bekerja menghadapi bencana.






