Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

A20 Pro Ungguli M5 Max di Geekbench 7: Menang Single-Core, Kalah Multi-Core

A20 Pro Ungguli M5 Max di Geekbench 7: Menang Single-Core, Kalah Multi-Core
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

A20 Pro vs M5 Max: Rekor Single-Core yang Mengubah Peta

A20 Pro benchmark di Geekbench 7 adalah pengujian kinerja chipset Apple A20 Pro yang tertanam di iPhone 18 Pro Series dan iPhone Duo untuk mengukur seberapa cepat satu inti dan banyak inti CPU dalam skenario komputasi modern yang menjadi acuan utama perbandingan dengan prosesor lain, termasuk M5 Max, di kelas mobile dan desktop.

Inti ceritanya: A20 Pro memecahkan rekor performa single-core dan melampaui M5 Max, tapi belum sanggup menggulingkannya di multi-core. Dalam database Geekbench 7, A20 Pro mencatat skor single-core 4.006 poin dengan submission tertinggi 4.042 poin, menjadikannya CPU dengan performa single-thread tertinggi di platform tersebut. Sementara itu, M5 Max di MacBook Pro 16 inci berada di kisaran 3.785 hingga 4.336 poin, bergantung versi Geekbench. Dengan kata lain, iPhone 18 Pro Max yang diuji melalui motherboard berkode V64AP memperlihatkan bahwa smartphone kini mampu menyalip prosesor kelas Mac untuk satu inti saja. Ini bukan sekadar angka; ini sinyal bahwa batas antara ponsel dan desktop di ranah single-core mulai kabur.

Chipset / PerangkatGeekbench 7 skor Single-CoreGeekbench 7 skor Multi-Core
Apple A20 Pro – iPhone 18 Pro Max (6-core)4.04211.691
Apple M5 Max – MacBook Pro 16" (18-core)3.785–4.336~29.000
Apple A19 Pro – iPhone 17 Pro Max (6-core)3.2499.016
A20 Pro Ungguli M5 Max di Geekbench 7: Menang Single-Core, Kalah Multi-Core

Mengapa A20 Pro Bisa Mengalahkan M5 Max di Single-Core?

Keunggulan performa single-core A20 Pro bukan kebetulan; ia lahir dari strategi agresif Apple pada arsitektur dan proses fabrikasi. Chip ini menggunakan proses 2nm generasi pertama untuk iPhone, dikombinasikan dengan arsitektur CPU baru dan clock speed mendekati 5 GHz, sekitar 4,93 GHz. Peningkatan ini membuat A20 Pro mencatat lonjakan performa sekitar 25 persen dibanding A19 Pro berkat kenaikan clock 16 persen dan efisiensi 2nm. "Peningkatan clock speed sebesar 16 persen dibanding A19 Pro, ditambah efisiensi proses 2nm, memberikan lonjakan performa sekitar 25 persen dari generasi sebelumnya" adalah angka yang sulit diabaikan.

Yang lebih menarik, A20 Pro bukan hanya melampaui M5 Max di single-core; analisis eksternal menunjukkan chipset 2nm ini mampu mengalahkan prosesor desktop kelas atas Intel Core i9 dan Ryzen 9 dalam skenario single-thread dengan margin hingga 32 persen. Artinya, Apple menjadikan iPhone sebagai laboratorium ujung tombak untuk performa per inti. Arah ini jelas: mereka ingin pengalaman satu inti di smartphone terasa setara bahkan melebihi komputer, terutama untuk beban kerja ringan hingga menengah yang bergantung pada performa single-thread.

Keterbatasan Multi-Core: Di Sini M5 Max Masih Raja

Begitu berpindah ke performa multi-core, peta kekuatan langsung berubah. A20 Pro di iPhone 18 Pro Max mencatat skor multi-core 11.691 poin di Geekbench 7, angka yang sangat tinggi untuk sebuah smartphone. Namun, M5 Max dengan konfigurasi hingga 18-core di MacBook Pro 16 inci mencatat sekitar ~29.000 poin multi-core, menempatkannya di kelas berbeda. Ini sejalan dengan analisis bahwa perbedaan jumlah core yang besar menjadi alasan utama mengapa chip seri M tetap unggul untuk tugas berat.

Dengan hanya enam core CPU, A20 Pro tidak dirancang untuk menggantikan Mac pada pekerjaan yang menuntut banyak thread secara paralel seperti rendering, komputasi profesional, atau multitasking gila-gilaan. Sebaliknya, M5 Max memanfaatkan ruang fisik lebih besar, sistem pendinginan yang lebih kuat, dan daya listrik yang stabil untuk mempertahankan performa tinggi dalam durasi panjang. Di titik ini, penting untuk mengingat bahwa benchmark mencerminkan kondisi pengujian tertentu. Hasilnya mengesankan, tapi tidak otomatis berarti iPhone 18 Pro Max bisa menyamai pengalaman kerja penuh di Mac, terutama ketika GPU dan beban kerja berkelanjutan ikut bermain.

Implikasi Praktis: Pengguna Harian vs Power User

Bagi pengguna, pertanyaannya sederhana: apa arti Geekbench 7 skor setinggi ini? Skor performa single-core yang tinggi berkorelasi langsung dengan responsivitas sistem, kecepatan membuka aplikasi, dan kelancaran tugas harian seperti browsing, scrolling media sosial, atau editing foto ringan. Di titik inilah A20 Pro bersinar; ia menjanjikan pengalaman serba cepat untuk hampir semua tugas yang tidak memanfaatkan banyak core. Untuk mayoritas orang, itulah nyata yang terasa setiap hari, bukan angka multi-core di grafik.

Namun bagi power user—mereka yang sering mengedit video panjang, melakukan komputasi besar, atau menjalankan banyak aplikasi profesional sekaligus—M5 Max masih lebih relevan. Smartphone harus menyeimbangkan performa, konsumsi daya, suhu, dan daya tahan baterai, sedangkan Mac punya keleluasaan desain untuk fokus pada kinerja jangka panjang. Dengan kata lain, A20 Pro benchmark menunjukkan bahwa smartphone mendekati wilayah desktop di single-core, tapi belum menggantikannya di multi-core. Angka single-core yang tinggi memang mengesankan, tetapi pengalaman penggunaan sehari-hari dan kebutuhan spesifik tetap menjadi penentu pilihan perangkat.

Apa Berikutnya untuk Pembeli Flagship?

Rilisan A20 Pro bersama iPhone 18 Pro Series membuat peta flagship berubah: siapa pun yang ingin ponsel tercepat untuk tugas harian kini punya kandidat kuat. iPhone 18 Pro Max yang muncul di Geekbench dengan skor 4.042 poin single-core dan 11.691 poin multi-core menjadi bukti bahwa smartphone telah memasuki liga baru performa CPU. Namun, ini baru tahap awal; benchmark adalah gambaran laboratorium, bukan keseluruhan cerita dunia nyata.

Kita masih perlu menunggu iPhone 18 Pro Series dipakai luas untuk melihat apakah keunggulan performa single-core A20 Pro terasa konsisten dalam penggunaan harian dan sesi berat. Jika konsistensinya bagus, chipset ini dapat menjadi salah satu lompatan performa paling menarik di generasi iPhone terbaru. Sementara itu, calon pembeli flagship sebaiknya melihat ke dalam dulu: jika 90 persen waktu dihabiskan untuk tugas single-core, A20 Pro di iPhone adalah pilihan rasional; kalau pekerjaan sehari-hari lebih mirip workstation mini, M5 Max di Mac masih sulit ditandingi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!