Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Apple A20 Pro Ungguli M5 Max di Single-Core, Tapi Tumbang di Multi-Core

Apple A20 Pro Ungguli M5 Max di Single-Core, Tapi Tumbang di Multi-Core
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel

A20 Pro: Chip Smartphone yang Menyentuh Kelas Desktop

Apple A20 Pro adalah system-on-chip kelas flagship untuk iPhone 18 Pro Series yang mencetak skor Geekbench 7 mendekati bahkan melampaui chip desktop Apple M5 Max di pengujian single-core, namun tetap tertinggal di multi-core dan pemrosesan AI sehingga posisinya unik: sangat kuat untuk beban singkat, tetapi belum menggantikan prosesor laptop dalam kerja berat jangka panjang.

Inti cerita A20 Pro benchmark Geekbench adalah paradoks: skor single-core mencapai sekitar 4.042 poin dengan multi-core 11.691 pada sebuah unit yang diduga iPhone 18 Pro Max, angka yang ekstrem untuk smartphone. Di satu sisi, ini menunjukkan Apple menaikkan batas performa per inti. Di sisi lain, A20 Pro masih berada dalam keterbatasan fisik ponsel: jumlah core lebih sedikit, ruang pendinginan sempit, dan konsumsi daya yang harus dijaga. Jadi, A20 Pro bukan “pengganti Mac di saku”, melainkan mesin burst performance yang sangat agresif untuk tugas singkat seperti membuka aplikasi, rendering ringan, dan game berjangka pendek.

A20 Pro vs M5 Max: Menang Satu Inti, Kalah Keroyokan

Di benchmark CPU single-core, A20 Pro vs M5 Max performa berakhir dengan kemenangan mengejutkan di pihak mobile. Skor single-core A20 Pro melampaui M5 Max yang berada di kisaran 3.785 poin, membuatnya unggul sekitar 7% dalam pengujian single-core. Ini mengirim pesan jelas: Apple mengoptimalkan satu inti A20 Pro hingga level desktop. Namun di multi-core, realitas kembali menginjak tanah. M5 Max dengan 18 core CPU jauh lebih unggul dibanding A20 Pro yang hanya punya enam core, sehingga beban komputasi paralel tetap dikuasai kubu laptop.

Di sinilah opini yang penting: klaim bahwa A20 Pro “lebih kencang” dari M5 Max adalah menyesatkan jika tidak diberi konteks. “Keunggulannya lebih menunjukkan kemampuan peak atau burst performance, sementara chipset Mac tetap memiliki keunggulan besar ketika menjalankan beban kerja berat dalam waktu lama.” Untuk pekerjaan seperti editing video panjang, kompilasi kode besar, atau rendering 3D, M5 Max tetap di liga berbeda. Selain itu, performa GPU desktop masih menjadi pembeda besar; performa GPU chip smartphone seperti A20 Pro harus diuji dalam skenario nyata, bukan hanya benchmark singkat.

iPhone 18 Pro vs Galaxy S26 Ultra: Dominasi CPU dan Grafis

Jika dibandingkan sesama flagship mobile, iPhone 18 Pro chipset performa dengan A20 Pro terlihat lebih dominan. Pada Geekbench 7, iPhone 18 Pro mencatat 4.022 (single-core) dan 11.543 (multi-core), sementara iPhone 18 Pro Max mencatat 4.025 dan 11.525. Angka ini jauh di atas pendahulunya, iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max, baik di Geekbench 6 maupun 7. Di sisi Android, Galaxy S26 Ultra berada di tengah: skor 3.785 / 11.563 pada Geekbench 6 dan 3.149 / 10.612 pada Geekbench 7, posisi yang menempatkannya di antara iPhone 17 Pro dan iPhone 18 Pro.

Di grafis, peta kekuatan makin miring ke A20 Pro. Dalam 3DMark Solar Bay Unlimited, iPhone 18 Pro meraih 16.288 dengan 61,93 fps, sedangkan iPhone 18 Pro Max mencapai 17.850 dengan 67,9 fps. Galaxy S26 Ultra tertinggal dengan skor 12.984 dan 49,37 fps. Ini bukan sekadar kemenangan angka; artinya, untuk gaming dan workload grafis berat, iPhone 18 Pro Series memberi ruang headroom lebih besar. Menariknya, performa berkelanjutan juga meningkat: stability score 3DMark Wild Life Extreme Stress Test di iPhone 18 Pro Max naik ke 79,4%, jauh di atas Galaxy S26 Ultra yang hanya 53,9%. Pendinginan vapor chamber baru memberi A20 Pro kesempatan tetap kencang lebih lama, sesuatu yang dulu jadi kelemahan utama iPhone.

Kelemahan A20 Pro: AI Masih Tertinggal, Konteks Pengguna Penting

Meski Apple A20 Pro benchmark Geekbench dan grafis terlihat mengesankan, sisi AI menunjukkan cerita berbeda. Pada Geekbench AI 1.7, iPhone 18 Pro mencatat skor 69.245 dan iPhone 18 Pro Max 71.974, naik jauh dari iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max. Namun Galaxy S26 Ultra masih lebih tinggi dengan 83.047 menggunakan TensorFlow Lite QNN, yang menunjukkan Apple masih tertinggal dalam pemrosesan AI dibanding kompetitor flagship. Peningkatan tetap signifikan, tetapi AI masih menjadi pekerjaan rumah. Ini penting jika pengguna mulai bergantung pada fitur berbasis machine learning intensif di dalam perangkat.

Di luar AI, ada caveat lain yang tidak boleh diabaikan. Skor A20 Pro di benchmark CPU single-core yang menyamai, bahkan melampaui kelas desktop, tidak serta merta berarti chip ini menggantikan M5 Max dalam semua skenario. Arsitektur dan jumlah core yang lebih sedikit membuatnya lebih cocok untuk burst task, bukan workload berat berjam-jam. Selain itu, performa GPU smartphone harus diuji dalam penggunaan nyata karena faktor thermal dan power bisa mengubah hasil setelah beberapa menit. Bagi pembeli flagship yang memprioritaskan performa single-core—misalnya untuk respons UI cepat, game, dan aplikasi sehari-hari—A20 Pro adalah pilihan sangat menarik. Namun bagi mereka yang mengejar AI on-device paling kuat atau kerja profesional berkepanjangan, benchmark ini mengingatkan bahwa ponsel, sekuat apa pun, masih punya batas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!