Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Peluang Pasar Mobil Listrik dan Masa Depan Industri Komponen

Peluang Pasar Mobil Listrik dan Masa Depan Industri Komponen
Minat|Penggunaan NAS

Dari 20 besar menuju 15 besar

Pasar mobil listrik adalah ruang permintaan kendaraan bertenaga listrik yang tumbuh seiring adopsi konsumen dan kapasitas produksi, sekaligus menjadi tolok ukur daya saing industri otomotif suatu negara. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memproyeksikan Indonesia berpeluang masuk 15 besar pasar mobil listrik dunia pada 2026, berkat lonjakan penjualan yang sudah melampaui capaian tahun sebelumnya. Proyeksi ini layak dianggap sebagai sinyal kuat, bukan kepastian: peringkat tersebut bergantung pada berlanjutnya laju penjualan dan kemampuan industri menyerap pertumbuhan. Mobil listrik Indonesia sudah menembus penjualan 100.000 unit tahun lalu, cukup untuk menempatkan pasar nasional di jajaran 20 besar dunia. Menurut Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto, penjualan pada Agustus–September 2026 telah melampaui angka tahun lalu. Jika tren elektrifikasi bertahan, kenaikan peringkat akan mencerminkan lebih dari sekadar bertambahnya unit terjual; hal itu juga menjadi ujian bagi kemampuan produksi dan rantai pasok lokal.

Permintaan kendaraan konvensional ikut mengangkat komponen

Pertumbuhan kendaraan listrik bukan satu-satunya penopang industri komponen otomotif. Permintaan kendaraan konvensional juga meningkat, sehingga produsen komponen memperoleh dorongan dari dua arah, bukan hanya dari perubahan teknologi. Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM), Rachmat Basuki, menyebut penjualan mobil pada September 2026 naik sekitar 15% secara tahunan, sedangkan penjualan sepeda motor tumbuh sekitar 5%. Lebih dari 90% anggota GIAMM memasok komponen untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Artinya, pesanan yang meningkat pada pasar otomotif secara luas dapat langsung menopang aktivitas pemasok. Di sisi lain, BEV yang mulai diproduksi di dalam negeri pada 2026 dan telah melokalkan sejumlah komponen umum membuka sumber permintaan baru. Perkembangan ini menjadikan tren elektrifikasi peluang tambahan bagi industri, bukan alasan untuk mengabaikan basis kendaraan konvensional yang masih besar.

Manufaktur membaik, kapasitas masih tersedia

Perbaikan aktivitas manufaktur memberi alasan konkret untuk melihat pertumbuhan komponen sebagai lebih dari sekadar efek sesaat. Indeks PMI Manufaktur Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada September, menandakan ekspansi yang didukung permintaan domestik dan ekspor. GIAMM menyatakan kenaikan pesanan kendaraan berpotensi mendorong utilisasi kapasitas produksi, tetapi rata-rata pemanfaatan kapasitas industri komponen masih sekitar 70%. Karena ruang produksi yang tersedia belum habis, perusahaan belum menjadikan investasi baru sebagai prioritas. Sikap ini masuk akal untuk jangka pendek, tetapi peningkatan permintaan yang berkelanjutan akan menuntut kesiapan kapasitas dan kemampuan memasok komponen lokal. Sekitar 70% produksi komponen dialokasikan ke pasar domestik, sementara ekspor sektor ini tumbuh sekitar 7%. Angka tersebut memperlihatkan bahwa peluang tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar mobil listrik; kemampuan industri memenuhi pesanan dengan konsisten juga akan menentukan siapa yang menangkap manfaatnya.

TKDN akan menentukan nilai pertumbuhan

Peluang masuk 15 besar akan lebih berarti bila pertumbuhan penjualan berujung pada produksi dan nilai tambah di dalam negeri. DEN menilai besarnya pasar domestik menjadi modal bagi pemerintah untuk konsisten menegakkan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), agar Indonesia tidak berhenti sebagai pasar konsumen. Tahap berikutnya mencakup kewajiban battery pack lokal sebesar 60% pada tahun depan dan battery cell 80% pada 2029. Target tersebut memberi arah bagi produsen komponen, tetapi keberhasilannya bergantung pada kemampuan memenuhi kebutuhan kendaraan listrik sekaligus menjaga pasokan untuk kendaraan konvensional. Pasar yang tumbuh cepat dapat menjadi fondasi industri, namun angka penjualan saja tidak menjamin manufaktur lokal ikut berkembang. Kesimpulannya, proyeksi 15 besar patut disambut sebagai peluang, bukan garis finis: ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah seberapa jauh permintaan baru memperkuat industri komponen otomotif dan produksi dalam negeri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!