Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dry Ice Cloud Seeding Dongkrak Jarak Pandang di Palembang

Dry Ice Cloud Seeding Dongkrak Jarak Pandang di Palembang
Minat|Asia Tenggara

Dry ice cloud seeding: solusi cepat untuk kabut asap Palembang?

Dry ice cloud seeding adalah teknik penyemaian es kering dari pesawat ke lapisan atmosfer untuk mengubah struktur kabut dan awan, dengan tujuan meningkatkan jarak pandang udara dan membuka peluang terbentuknya awan hujan sebagai bagian dari mitigasi karhutla yang memicu kabut asap Palembang. Dalam kasus Palembang, teknik ini bukan sekadar eksperimen laboratorium, melainkan intervensi darurat ketika jarak pandang anjlok hingga 25 meter akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Fakta bahwa teknologi ini langsung menaikkan jarak pandang menjadi sekitar 2.000 meter memberi pesan jelas: kita sedang mengandalkan solusi atmosferik cepat untuk menambal dampak krisis ekologis yang belum tertangani di darat. Pertanyaannya, seberapa jauh kita bisa menggantungkan harapan pada teknologi yang masih berstatus uji coba ini?

Dry Ice Cloud Seeding Dongkrak Jarak Pandang di Palembang

Lonjakan jarak pandang: keberhasilan teknis yang patut diapresiasi

Secara teknis, operasi dry ice cloud seeding di langit Sumatera menunjukkan hasil yang sulit diabaikan. Sebanyak 2,4 ton dry ice disemai selama dua hari, Kamis hingga Jumat (15–16 Oktober), melalui beberapa sortie pesawat yang masing-masing membawa 800 kilogram bahan dalam setiap penerbangan. Setelah dua sortie, jarak pandang yang sebelumnya hanya 25 meter melonjak menjadi kurang lebih 2.000 meter. "Jarak pandang kemarin sempat 25 meter. Setelah dilaksanakan dua sortie, jarak pandang mengalami peningkatan menjadi kurang lebih 2.000 meter," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana. Dari sudut pandang operasi udara, ini adalah lompatan yang signifikan: aktivitas satuan tugas udara dan pemadaman dari udara menjadi jauh lebih mungkin dilakukan. Namun keberhasilan ini masih bersifat sesaat dan sangat bergantung pada kondisi atmosfer saat itu.

Bagaimana dry ice bekerja dan perannya dalam mitigasi karhutla

Dry ice yang disemai dari pesawat berinteraksi dengan lapisan udara dingin, membantu mengangkat dan mengencerkan kabut asap sehingga jarak pandang udara membaik. Harapannya, perubahan struktur atmosfer ini bukan hanya mengurangi kabut asap Palembang, tetapi juga mendukung terbentuknya bibit awan hujan yang kemudian bisa dimanfaatkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan natrium klorida (NaCl). Di atas kertas, kombinasi dry ice cloud seeding, OMC, dan water bombing helikopter membentuk paket mitigasi karhutla yang saling melengkapi: dry ice memperbaiki kondisi atmosfer, OMC memicu hujan, dan water bombing memadamkan api di lapangan. Namun, semua ini tetap bergantung pada satu faktor yang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya: ketersediaan awan hujan yang memadai untuk dimodifikasi.

Keterbatasan teknologi: uji coba yang belum menjawab masalah akar

Meski jarak pandang meningkat, otoritas kebencanaan menegaskan bahwa penyemaian dry ice masih berada dalam tahap uji coba. Peningkatan jarak pandang belum cukup untuk menyimpulkan bahwa metode ini efektif mengatasi kabut asap secara menyeluruh, apalagi sebagai strategi mitigasi karhutla jangka panjang. Evaluasi bersama lembaga meteorologi, kebencanaan nasional, dan kehutanan sedang dilakukan untuk menjawab pertanyaan mendasar: berapa lama efek penyemaian bertahan, bagaimana perubahan ketebalan kabut pada siang dan malam, dan seberapa besar kebutuhan bahan untuk operasi berulang. Di sini tampak jelas keterbatasan teknologi atmosferik: ia mengobati gejala, bukan sumber penyakit. Selama pola pembakaran lahan tidak berubah, dry ice cloud seeding berisiko menjadi tambalan rutin yang mahal dan reaktif, bukan solusi sistemik.

Apa langkah selanjutnya: dari darurat ke strategi berkelanjutan

BPBD berharap operasi penyemaian dapat dilanjutkan dengan penerbangan tambahan untuk mengurangi kabut asap yang menyelimuti Palembang. Secara operasional, ini masuk akal: ketika jarak pandang udara turun drastis, setiap jam pemulihan berarti keselamatan penerbangan dan kelancaran pemadaman karhutla. Namun, hasil kajian bersama BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan akan menentukan apakah dry ice cloud seeding layak dijadikan bagian tetap dari protokol mitigasi karhutla atau hanya dipakai dalam kondisi tertentu. Ke depan, strategi yang sehat adalah menempatkan teknologi atmosferik sebagai lapis terakhir: dipakai ketika kabut asap sudah terlanjur mengganggu, sementara fokus utama dialihkan ke pencegahan kebakaran, penegakan hukum, dan tata kelola lahan. Tanpa pergeseran fokus ini, setiap keberhasilan menaikkan jarak pandang dari 25 meter ke 2.000 meter hanya akan menjadi kemenangan sesaat di tengah siklus krisis yang berulang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!