Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dry Ice Seeding Dongkrak Jarak Pandang 80 Kali Lipat

Dry Ice Seeding Dongkrak Jarak Pandang 80 Kali Lipat
Minat|Asia Tenggara

Dry ice penebaran asap: solusi cepat yang mengubah langit Palembang

Dry ice penebaran asap adalah teknik penyemaian karbon dioksida beku dari pesawat ke lapisan udara bawah untuk mengganggu dan mengurangi konsentrasi kabut asap, sehingga jarak pandang meningkat dan aktivitas darat maupun udara dapat berlangsung lebih aman dalam periode waktu terbatas. Di Palembang, teknologi ini bukan lagi wacana, tetapi sudah diuji langsung di tengah kabut asap Palembang yang menebal akibat kebakaran hutan dan lahan karhutla. Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Sumsel menyemai total 2,4 ton dry ice selama dua hari, Kamis–Jumat 15–16 Oktober 2026, sebagai bagian dari penanggulangan bencana asap yang meluas di wilayah ini. Langkah ini menandai pergeseran pendekatan: dari sekadar memadamkan api di darat, menuju teknologi mitigasi karhutla yang menyasar kualitas udara secara langsung.

Dry Ice Seeding Dongkrak Jarak Pandang 80 Kali Lipat

Jarak pandang meningkat 25 meter ke 2.000 meter: angka yang sulit diabaikan

Dampak paling mencolok dari operasi dry ice penebaran asap ini adalah lonjakan jarak pandang yang hampir tidak masuk akal jika dilihat di atas kertas. BPBD Sumsel mencatat jarak pandang yang semula hanya 25 meter melonjak menjadi sekitar 2.000 meter setelah dua sortie penyemaian dry ice dilakukan. Dalam bahasa sederhana, jarak pandang meningkat sekitar 80 kali lipat dalam waktu singkat. Operasi dilakukan menggunakan pesawat yang membawa 800 kilogram dry ice di setiap sortie atau penerbangan. Kutipan resmi menegaskan skala perubahan ini: “Jarak pandang kemarin sempat 25 meter. Setelah dilaksanakan dua sortie, jarak pandang mengalami peningkatan menjadi kurang lebih 2.000 meter”. Untuk aktivitas penerbangan, patroli udara, hingga mobilitas warga, perbedaan ini adalah garis tipis antara lumpuh dan bergerak.

Teknologi mitigasi karhutla: dry ice bukan satu-satunya senjata

Meski efeknya tampak dramatis, dry ice penebaran asap hanyalah satu mata rantai dalam ekosistem teknologi mitigasi karhutla yang lebih luas. Di Sumsel, penanggulangan bencana asap tidak berhenti di langit Palembang; operasi juga mencakup Operasi Modifikasi Cuaca OMC dengan natrium klorida NaCl dan pemadaman melalui helikopter water bombing. Bedanya, OMC sangat bergantung pada ketersediaan awan hujan, sehingga tidak selalu bisa diandalkan setiap hari. Di titik inilah dry ice menjadi opsi taktis: ia tidak menunggu awan, tetapi menyasar kabut asap Palembang yang sudah terbentuk. Harapannya, selain mengurangi kabut, penyemaian ini membantu mengangkat asap dan membuka peluang terbentuknya bibit awan hujan di tahap berikutnya.

Efektivitas jangka pendek vs ketidakpastian jangka panjang

Secara operasional, sulit menyangkal bahwa jarak pandang meningkat setelah 2,4 ton dry ice disemai selama dua hari di atas Palembang. Namun, BPBD Sumsel sendiri menegaskan bahwa ini masih tahap uji coba, sehingga belum cukup untuk menyimpulkan efektivitas metode ini sebagai solusi permanen kabut asap Palembang. Evaluasi bersama BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan tengah dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan kunci: berapa lama efek perbaikan jarak pandang bertahan, dan seberapa besar penurunan ketebalan kabut pada siang dan malam hari. Hasil kajian ini akan menjadi dasar apakah dry ice layak dijadikan prosedur standar penanggulangan bencana asap, atau hanya dipakai dalam kondisi darurat tertentu ketika jarak pandang anjlok ke titik berbahaya.

Pelajaran dari Palembang: solusi cepat perlu diikat strategi jangka panjang

Pengalaman Palembang menunjukkan bahwa teknologi yang tepat sasaran dapat mengubah situasi krisis dalam hitungan jam, bukan minggu. Dry ice penebaran asap terbukti mampu mengangkat jarak pandang dari level nyaris nihil ke kondisi yang memungkinkan operasi udara dan aktivitas kota kembali berjalan, meski sementara. Namun, menjadikannya andalan tanpa strategi pencegahan karhutla yang kuat adalah kesalahan yang sama dengan mengandalkan masker tanpa menghentikan sumber asap. Ke depan, penyemaian dry ice sebaiknya diposisikan sebagai alat taktis dalam paket lengkap penanggulangan bencana asap: dikombinasikan dengan OMC, water bombing, dan terutama pengendalian kebakaran di hulu. Palembang sudah memberi bukti awal bahwa jarak pandang meningkat dapat dicapai; sekarang saatnya memastikan langit lebih bersih tanpa harus terus-menerus bergantung pada operasi darurat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!