Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Rumus Styling Batik Kerja biar Nggak Kelihatan Kayak Seragam Dinas

Rumus Styling Batik Kerja biar Nggak Kelihatan Kayak Seragam Dinas
Minat|Gaya Kantoran

Hari batik mingguan di kantor itu ujian kecil buat selera: satu sisi wajib, sisi lain kita takut kelihatan seperti baru selesai upacara Senin pagi. Padahal beberapa minggu terakhir FYP penuh sama batik yang dipakai anak kantor muda, dan hasilnya jauh dari kata kaku. Satu postingan OOTD batik awal Oktober kemarin ditonton 1,6 juta kali, yang lain bahkan sampai 3,7 juta. Jadi masalahnya selama ini bukan batiknya, tapi cara kita memilih dan memadukannya.

Batik kantor lagi punya momen sendiri

Perempuan berpose di ruang bersofa krem memakai blouse batik motif abu-abu dengan celana putih potongan lebar

Perubahan paling kelihatan ada di cutting. Batik yang ramai sekarang bukan kemeja kotak berkerah kaku, tapi potongan blouse dan outer: tanpa kerah, hem asimetris, lengan yang agak longgar tapi tidak kedodoran. Pasangan bawahannya juga jauh dari celana bahan hitam semata: kulot putih lurus, celana beige potongan lebar, sampai tas bahu warna pastel sebagai aksen.

Karena potongannya santai, batik akhirnya lepas dari kesan seragam dinas. Hijab atau tidak, rumusnya sama: satu piece bermotif, sisanya tenang. DM dan kolom komentarku sendiri ramai pertanyaan yang sama tiap aku bahas look begini, dari celananya beli di mana sampai bahannya gerah atau tidak, jadi jelas ini bukan tren yang cuma lewat di layar.

Bahan dulu, baru motif

Perempuan membentangkan kain batik motif parang warna merah muda fuchsia di depan badannya

Pertanyaan yang paling sering masuk: panas nggak sih? Jawabannya ada di bahan, bukan di motif. Katun primisima dikenal halus dan berdaya serap tinggi, jadi aman buat kantor yang AC-nya suka kalah sama cuaca siang. Rayon jatuhnya mengalir dan terasa adem, tapi mudah kusut dan bisa terlihat lemas kalau printnya kasar. Poliester paling rapi bentuknya, sekaligus paling pengap dari ketiganya. Rasa adem juga dipengaruhi ketebalan dan tenunan kain, jadi dua kain yang sama-sama primisima tetap bisa terasa beda di kulit.

Satu hal lagi yang worth dipahami sebelum checkout: batik cap artinya motif dibentuk dengan malam lewat proses cap, sedangkan print adalah motif yang dicetak tinta, jadi tepatnya disebut tekstil bermotif batik. Keduanya bisa sama-sama memakai katun primisima, karena cap dan print menjelaskan cara membuat motif, bukan jenis kainnya. Kalau mau baca lebih dalam, penjelasan soal proses batik dan karakter kain primisima lumayan bikin paham kenapa harga bisa beda jauh.

Soal harga, rentangnya lebar banget. Di daftar batik kerja Shopee, atasan batik muncul dari kisaran Rp28.900 sampai Rp185.200, sementara di Lazada ada atasan batik wanita Rp58.000 dari harga coret Rp120.000. Kalau mau yang brand-nya jelas, blouse BT Batik Trusmi di Shopee tercantum Rp65.025 untuk motif Liris, Rp139.000 untuk Mega Mendung Bumi, sampai Rp149.000 untuk Mega Mendung Random Salem di halaman list-nya. Satu tingkat di atasnya, Nayara Viscose Blouse Batik ada di Rp320.000 dengan voucher. Aturanku pribadi: bawah Rp100.000 untuk batik print atau rayon yang dipakai rotasi, Rp100.000 sampai Rp150.000 untuk katun cap yang jadi andalan hari batik mingguan, dan di atas itu kusimpan untuk piece khusus.

Tiga rumus styling biar nggak kelihatan seragam

Perempuan berhijab merapikan lilitan kain batik ungu sebagai rok di atas celana putih

Rumus pertama: tarik satu warna dari motif. Perhatikan motifnya baik-baik, pilih satu warna dominan selain warna dasar, lalu jadikan warna bawahan atau tas. Blouse dasar putih bermotif cokelat ketemu kulot putih atau krem, selesai. Batik hijau lime yang sempat ramai itu paling bersih dipadu bawahan hitam atau cokelat, bukan dua-duanya sekaligus.

Rumus kedua: monokrom ikuti warna dominan. Blouse marun dengan celana marun, atau batik navy dengan kulot navy. Look ini terbaca tinggi dan sengaja, aman buat hari meeting karena rapi tanpa terasa kaku. Ini juga rumus paling ramah buat yang merasa perutnya butuh garis vertikal panjang, karena tidak ada potongan warna yang memutus badan di tengah.

Rumus ketiga: jadikan batik outer atau kain. Dua versi yang paling aku suka: outer batik tanpa kerah dipakai terbuka di atas kemeja putih dan celana putih, lalu versi berkain ala Gen Z, yaitu kain batik dililit sebagai rok asimetris di atas kulot hitam atau putih dan dikunci bros atau peniti di pinggang. Versi kedua hijab friendly, tetap enak buat duduk seharian, dan langsung menaikkan kelas atasan polos yang sudah ada di lemarimu.

Sepatu dan tas yang menentukan rapi atau tidaknya: flat shoes, loafers, atau heels rendah warna netral menjaga look tetap di zona kerja, sementara tas struktur warna krem atau hitam menyeimbangkan motif yang ramai. Buat undangan malam, blouse yang sama tinggal ganti bawahan jadi kain panjang plus bros, dan kamu selesai tanpa beli baju baru.

Sebelum checkout

Dua catatan kecil dari pengalamanku sendiri: cek panjang blouse dan lebar bahu sebelum bayar, karena cutting batik beda-beda banget antar toko meski fotonya terlihat sama. Kalau mau coba berkain, pastikan kainnya cukup panjang untuk satu lilitan pinggang plus sisa lipatan di depan, dan kalau ragu, chat penjual untuk minta ukuran flat lay, dua menit yang menyelamatkan ongkir retur.

Dari tiga rumus di atas, aku sendiri mau pakai versi berkain dulu buat hari batik Kamis minggu ini. Kalian mau coba yang mana lebih dulu?

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!